Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.39


Abian tersenyum tipis saat melihat Sekar kembali berbaring di ranjang lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Sungguh gadis yang polos,begitu saja takut."gumam Abian yang melangkah menuju ke ruang ganti dimana dirinya akan berganti pakaian dengan satu set piyama.


setelah bergaanti pakaian Abian pun menuju kesebuah sofa panjang yang ada didalam kamarya lalu membaringkan tubuh lelahnya disana.


Tidak butuh waktu lama bagi Abian untuk tertidur,bahkan suara dengkuran pun mulai terdengar,masuk kedalam indra pendengar Sekar yang memang belum tidur sepenuhnya.


Sekar yang melihat Abian tertidur di sofa tanpa selimut pun merasa iba dan bergegas turun dari ranjang.


Sekar mengambil salah satu selimut cadangan yang ada didalam lemari,lalu berjalan perlahan mendekati sofa untuk menyelimuti tubuh kekar Abian.


Seketika Sekar terpaku saat wajahnya bersejajar dengan wajah tampan Abian.Sekar meneliti wajah yang nampak jauh lebih tenang dan lebih menawan saat tertidur.


Beda lagi jika tengah membuka mata,jangankan untuk menatapnya lama,untuk melirik saja rasanya jantung sudah dibuat berolah raga.


"Ganteng sih,tapi sayang galak dan menyeramkan."gumam Sekar sebelum mengakhiri tatapan nya diwajah tampan Abian.


"Baru tahu ya kalau aku ganteng?makanya jangan nunduk melulu."jawab Abian dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Sekar membulatkan matanya saat melihat mata Abian yang semula tertutup rapat kini terbuka dengan sempurna dan kini netra mereka bertemu dan saling mengunci.


Sekar yang kaget pun akhirnya bangkit dan berniat pergi dari hadapan Abian untuk menutupi rasa takut,gugup serta malu yang saat ini mendera dirinya.


Set...


"Awww...."


Secepat kilat Abian menahan lalu menarik tangan Sekar hingga gadis itu terjerambab masuk kedalam dekapan nya.


"Tu_tuan?"lirih Sekar yang berusaha bangun dari atas tubuh Abian.Namun pria itu menahan dengan melingkarkan kedua tangan nya lalu menguncinya dibalik punggung Sekar.


"Bagaimana keadaanmu?apa sudah lebih baik?"bisik Abian dengan suara serak namun tidak menghilangkan nada lembut saat bertanya pada gadis itu prihal keadaan Sekar saat ini.


Abian melepas satu tangan nya ada di belakang punggung Sekar lalu terulur membenahi rambut gadis itu yang terurai menutupi wajah cantiknya.


Sekar tertegun dengan semua yang dilakukan Abian saat ini padanya.Sekar tidak menyangka jika pria bengis itu bisa memperlakukan nya dengan begitu lembut dan juga baik.


"Sa_saya baik baik saja Tuan,sudah lebih baik dari pada tadi siang."lirih Sekar memutus tatapan mereka dengan menundukan kepalanya.


Set...


"Awww,"pekik Sekar sekali lagi saat Abian menggulingkan tubuh mungilnya ke arah samping dimana dirinya terbaring.


"Tidurlah,kamu pasti masih lelah,aku juga sama,lelah dan ngantuk."bisik Abian lagi saat Sekar sudah berada disamping nya.


"Ta_tapi Tuan,ki_kita tidak boleh begini."lirih Sekar lagi,yang menyadari jika mereka tidak boleh tidur bersama karena belum terikat pernikahan.


"Kenapa?kenapa tidak boleh?apa kamu memiliki kekasih hingga kita tidak boleh seperti ini?apa pria yang bernama Angga itu,kekasihmu?"tanya Abian mengurai pelukkan nya,lalu menatap cukup intens pada wajah Sekar yang terlihat begitu gugup dan takut.


"Bu_bukan,kami hanya teman.Dan bukan karena aku juga punya kekasih kita tidak boleh seperti ini."


"Lalu?karena apa?aku tidak terikat dengan wanita manapun begitu pun kamu jadi,kenapa tidak boleh?"


"Ki_kita belum menikah,"jawab Sekar semakin lirih dan semakin menundukkan kepalanya.


"Maksud mu?kamu ingin aku menikahimu?"


"BUKAN."jawab Sekar dengan cepat dan langsung mendongakan kepalanya memberanikan diri menatap Abian.


Sejenak Sekar tampak menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjelaskan kenapa mereka tidak boleh tidur bersama meski hanya sekedar tidur berdampingan.