
"Ini rumah siapa Mas?'tanya Sekar saat turun dari mobil dan melihat jika rumah yang dulu sudah menghilang dan berubah menjadi rumah yang cukup nyaman dan juga bagus tentunya.
"Ini rumah kamu lah,rumah peninggalan almarhum Bapak kamu."jawab Abian menuntun Sekar untuk memasuki rumah itu jauh lebih dalam lagi.
Sekar tertegun saat melihat isi dalam rumah itu yang masih mempertahan kan semua barang barang miliknya dan juga barang barang peninggalan sang ayah dan juga sang nenek yang saat ini sudah menyusul anaknya kembali ke surganya Allah.
"Bagaimana?kamu suka?"tanya Abian saat keduanya saat sudah berada didalam rumah itu.
Seketika mata Sekar pun bsah oleh air mata,dua tidak menyangka jika rumah yang dulunya hampir ambruk itu kini sudah berdiri kokoh dengan bangunan yang baru.
Rasa haru Sekar pun bertambah saat Abian masih mempertahankan barang barang usang miliknya.Meski itu bertolak belakang dengan desain rumah itu,namun Abian tak peduli yang pasti,jika pun barang barang itu harus hilang.
Maka Sekarlah yang berhak membuang nya,tugas Abian hanya memperbaiki rumah bukan membuang semua isi nya.Abian tahu jika semua benda lama yang sudah cukup usang itu memiliki arti tersendiri untuk Sekar.
"Hey,kenapa nangis?"tanya Abian yang baru menyadari jika Sekar tengah menangis haru dan juga bahagia.
"Sudah jangan nangis lagi,aku masih belum bisa memelukmu untuk menenangkan."keluh Abian merasa kebingungan sendiri saat mendapati wanita yang saat ini ada disamping nya tengah menangis.
Pasalnya Abian tidak bisa memeluk gadis itu untuk menenangakan nya,bahkan untuk menghapus air matanya pun Abian merasa sungkan dan tidak berani setelah tahu apa yang boleh dan tidak boleh dalam agama yang diyakini oleh Sekar.
Sekar pun terpaksa menghentikan tangisnya dan menghapus air matanya sendiri saat melihat bagaimana kebingungan nya Abian saat ini.
Oleh karena itu,Sekar pun segera menghentikan tangisnya demi membuat Abian tenang dan tidak khawatir lagi.
"Maaf,tapi aku sungguh terharu.Terima kasih Mas,terima kasih karena sudah memperbaiki rumah ini dan masih mempertahankan isinya dengan utuh."lirih Sekar setelah berkeliling dan melihat seluruh isi dan setiap sudut ruangan dari rumah itu.
"Tidak perlu berterima kasih, karena hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menembus semua kesalahanku padamu dulu.Sungguh aku benar-benar menyesal Sekar.Aku benar-benar menyesali kecerobohanku yang tidak lebih teliti lagi dalam menyelidiki masalah yang menimpa ibuku,sekali lagi aku benar-benar minta maaf."lirih Abian yang kembali mengingat peristiwa dan sikap kejamnya dulu pada Sekar.
"Sudahlah,setidaknya Mas sudah berusaha memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik."jawab Sekar yang saat ini cukup mengagumi sikap Abian yang mau mengakui kesalahan dan juga bertanggung jawab akan apa yang sudah dia lakukan.
"Jangan meminta maaf lagi.Lebih baik kita pulang ya?ini sudah sore dan aku juga sudah lumayan cape."lanjut Sekar memcoba mangalihkan perhatian Abian.
Jujur Sekar pun masih belum bisa melupakan apa yang Abian lakukan padanya.Beberapa kali mendapatkan kekerasan fisik bahkan hingga dua kali mendapat pelecehan seksual tentu tidak akan semudah itu untuk Sekar melupakan semuanya.
Namun saat ini,Sekar mencoba untuk berdamai dan mencoba menerima peribahan sikap Abian.Mungkin jika Sekar berada diposisi Abian pun,Sekar akan melakukan hal yang sama.
Abian tersenyum lalu mengikuti langkah Sekar yang kembali lagi menuju ke luar rumah.Sungguh,rasanya Sekar masih rindu rumah itu.
Namun bayangan orang orang yang dia cintai satu persatu pergi meninggalkannya,seketika membuat hati Sekar sesak dan sulit bernafas
Mungkin saat ini,dirinya masih belum menerima kenyataan yang sudah ditinggal hidup sebatang kara,semoga nanti Sekar bisa menerima dengan ikhlas dan bisa menetap didalam rumah sejuta kenangan itu.