Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.47


Tak terasa hari berganti hari,minggu berganti minggu begitu pun dengan bulan.Enam bulan sudah kini Abian belajar tentang agma islam dan Abian juga sudah mulai belajar mengaji dengan mendatangkan salah satu ustadz yang bisa membantunya.


"Apa tidak sebaiknya kamu belajar dipondok saja Bi?disana akan jauh lebih baik dari pada belajar dirumah seperti ini."ujar Ustadz Ilham yang sudah enam bulan ini mengajarkan Abian mengaji dan juga sholat.


Berhubung mereka berdua seumuran jadi Abian melarang ustadz Ilham berbicara formal padanya.Abian ingin masa belajarnya di isi dengan kesantaian dan ke akraban satu sama lain.


"Akan aku pikir kan,aku masih belum siap jika harus berpisah jauh dari Sekar."lirih Abian.


"Jangan memupuk dosa terlalu dalam,halalkan dia secepatnya agar kebersamaan kalian tidak jadi dosa tapi jadi pahala jika kamu sudah tidak bisa jauh dari nya."jelas ustadz Ilham lagi.


"Aku tahu,tapi aku masih belum merasa cukup pantas untuk menjadi imamnya.Tapi aku juga tidak bisa jika melewati hari tanpa melihat wajahnya atau tanpa bertemu dengan nya."keluh Abian yang memang sudah beberapa bulan ini berpisah rumah dengan Sekar.


"Makanya,berdoalah,minta pentunjuknya.Seperti ini terlalu lama juga tidak baik,dosa Abian."


"Aku tahu,akan aku pertimbangkan lagi.Semoga Allah meridhoi jalan yang akan aku pilih nanti,Aamiin."


"Aamiin."


Awalnya Abian menolak perpisahan mereka namun setelah mengenal jauh tentang keyakinan Sekar,Abian jadi mengerti kenapa mereka belum boleh satu rumah meski berbeda kamar dan didalam rumah itu banyak orang selain mereka berdua.


Dan akhirnya dengan berat hati,Abian pun membiarkan Sekar pulang dan kembali menempati rumah peninggalan sang ayah.


Meski begitu,tak satu hari pun Abian lewatkan tanpa mengunjungi gadis itu meski hanya bisa berkunjung sampai teras rumah saja.


Sekar hidup sendiri maka dari itu Sekar begitu membatasi siapa saja yang bisa masuk kedalam rumah nya,belum lagi gadis itu kini sudah menutup auratnya yang tentu segala sikap dan tingkahnya harus disesuaikan dengan pakaian yang saat ini digunakan nya.


Bahkan saat Abian membawa Mbok Surti pun hanya Mbok Surti yang bisa masuk,Abian sendiri hanya bisa duduk santai diteras rumah.


Meski begitu,Abian tidak merasa keberatan sama sekali.Abian tahu jika sudah saat nya nanti,Abian akan bisa bersama dengan gadis yang saat ini sudah bertahta dihatinya itu dimana pun dan kapan pun tanpa menjadikan kebersamaan keduanya menjadi sebuah dosa melainkan jadi pahala.


"Sekar..."


"Iya,kenapa Mas?"


"Bagaimana kalau akhir bulan ini kita meresmikan hubungan kita?"


"Ma_maksud Mas?"


"Mas sudah melepaskan pekerjaan Mas didunia hitam itu dan Mas sudah menyerahkan semuanya pada Kenzo.Mas juga rencana nya akan menemui seorang kyai untuk membantu Mas menyucap dua kalimat syahadat agar Mas bisa segera menghalalkan mu."jelas Abian pada Sekar siang itu disaat keduanya tengah bertemu disalah satu tempat.


Abian sengaja mengajak Sekar untuk makan siang bersama diluar.Dan disinilah Abian mengutarakan niatan nya untuk melanjutkan hubungan nya bersama dengan Sekar ke jenjang yang lebih serius lagi,yaitu pernikahan.


"Tapi Mas,untuk menjadi seorang muslim tidak hanya mengucapkan dua kalimat syahadat saja.Ada hal yang harus Mas lakukan sebelum mengucapkan nya."jawab Sekar yang sedikit canggung juga malu jika haris membahas hal itu pada Abian,pasalnya itu adalah hal yang begitu sensitif namun tentu Abian harus melakukan nya terlebih dahulu jika ingin menjadi seorang muslim.


"Jika yang kamu maksud itu'?Mas sudah melakukan nya."jawab Abian membuang muka nya ke arah samping guna menyembunyikan rona merah diwajahnya karena malu.


Tak kalah dengan Abian,Sekar pun langsung menunduk.Jujur keduanya begitu malu jika harus membahas hal sesensitif itu.


"Oh,be_begitu ya.Syu_syukurlah."ucap Sekar gelagapan karena benar benar malu dan juga gugup.


"Lalu bagaimana?kamu bersediakan,melanjutkan hubungan ini kejenjang pernikahan?"tanya Abian lagi meyakinkan.


"Jika ini yang terbaik untuk kita.In Sha Allah,Sekar bersedia Mas."jawab Sekar mantap.


"Alhamdulillah,terima kasih."jawab Abian yang merasa lega karena lamaran nya diterima oleh gadis yang sudah lama dia cintai itu.


Rasanya sudah tidak ada alasan lagi untuk Sekar menolak ajakan Abian untuk menikah.Sikap dan perubahan Abian yang positif membuat Sekar akhirnya yakin menerima pria bertubuh kekar itu untuk menjadi imam dan kepala keluarga untuk keluarga barunya nanti.