
Abian berjalan perlahan mendekati brangkar tempat dimana Sekar terbaring saat ini.Tangan nya terulur meraih tangan nya Sekar yang nampak sedikit lebih dingin dari biasanya.
Abian menggenggam tangan mungil yang selalu menyiapkan segala sesuatu yang dia butuhkan kini tangan itu,bahkan tidak merespon saat Abian menggenggam nya dengan erat.
"Bangunlah,aku tahu kamu mendengarku.Maafkan atas semua yang pernah aku lakukan padamu,maafkan atas kekeliruanku padamu selama ini,sungguh,aku menyesalinya.Satu hal lagi yang perlu kamu tahu Sekar,bajingan itu belum sempat melakukan apapun padamu,kamu masih utuh,kamu masih suci Sekar,jadi,bangunlah.Aku mohon bangunlah,"gumam Abian seraya menggenggam erat tangan Sekar yang terbebas dari jatum infusan.
Sekar masih tidak merespon apapun.Namun nampak dari sudut matanya,jika saat ini Sekar menangis saat mendengar apa yang Abian bicarakan.
Namun Abian tidak menyadari nya karena kepalanya terus menunduk,lalu beranjak pergi meninggalkan Sekar yang masih terbaring disana.
Abian kembali kerumah,memeriksa kamarnya yang selama satu minggu ini Sekar gunakan.Abian meneliti setiap sudut,memastikan jika ini murni percobaan bunuh diri.
Bukan seperti dugaan nya,yang mungkin saja ada orang dibalik celakanya Sekar dari kamar itu.Merasa semua aman dan tidak menunjukan hal yang aneh,Abian pun beranjak keruang kerjanya.
Mengambil berkas yang tertinggal dan juga laptop yang mungkin dia butuhkan selama menunggu Sekar dirumah sakit.
Abian sudah bertekad akan menjaga Sekar hingga gadis itu terbangun.Meski belum tahu sampai kapan gadis itu akan menyudahi tidur panjang nya.
Selesai merampungkan urusan nya didalam rumah,Abian kembali pergi setelah membersihkan diri dan berganti pakaian.
Dan tanpa Abian sadari,jika ada seseorang dengan seringai licik penuh kepuasan tengah mengamatinya dari balik jendela rumah.
"Tidak akan aku biarkan kamu hidup bahagia dengan wanita manapun,setelah kamu menolak menikah denganku.Bahkan tanpa mau bertemu denganku terlebih dahulu."gumam nya saat mobil Abian mulai melaju meninggalkan halaman rumahnya.
Seseorang itu pun nampak menghubungi seseorang dari balik ponselnya.
"Terus awasi mereka,jangan biar kan wanita itu bangun kembali,jika perlu,bunuh dia dengan perlahan,"ucapnya pada orang yang ada dibalik telpon genggam yang dia gunakan.
Abian sendiri terus melajukan mobilnya menuju kerumah sakit.Meski banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan,namun nampaknya Abian tidak akan merasa tenang jika harus meninggalkan Sekar disana sendirian.
Meski gadis itu masih setia dengan tidurnya,namun Abian merasa tenang jika semua yang dilakukan pada gadis itu terlihat oleh matanya sendiri.
Entah mengapa,Abian merasa jika ini semua bukanlah suatu kebetulan.Semua nampak sudah terencana sebelumnya.
Dani meninggal setelah meminum racun yang terdapat disaku celana yang dia pakai.Dan kini pemuda berusia 24 tahun itu sudah dikembalikan ke kampung halaman nya untuk dikebumikan.
Abian pun mendapatkan jalan buntu untuk mengungkap apa sebenarnya yang membuat Dani melakukan itu pada Sekar,padahal selama bekerja disana,Danilah orang yang paling dekat dengan Sekar.
Dani jugalah yang selalu membantu Sekar selama bekerja diclub malam milik Kenzo.Namun satu satunya kunci dari semua peristiwa ini pun kini sudah pergi untuk selama lamanya dan Abian masih belum tahu,harus mulai dari mana menyelidiki kasus ini.
***
"Kamu yakin jika ini bukan kecelakaan biasa?"tanya Kenzo yang siang itu sengaja menyempatkan waktu untuk berkunjung kerumah sakit demi melihat kondisi Sekar saat ini.
"Aku yakin,tapi aku juga belum mendapatkan petunjuk apapun.Aku merasa,semua ini seperti sudah direncanakan oleh seseorang yang entahlah,aku juga tidak tahu,"jawab Abian merasa prustasi.
"Apa kita perlu mengerahkan anggota Alfa?mereka pasti akan segera tahu apa dan siapa dibalik ini semua?"tanya Kenzo cukup serius.
"Entahlah,aku tidak yakin jika masalah ini seserius itu,hingga mereka harus turun tangan,"
"Hey,ayolah.Ini bersangkutan dengan nyawa orang.Aku tahu disini kamu tidak memiliki musuh,tapi tidak menutup kemungkinan jika musuhmu bisa saja mengejar hingga sampai ke sini,"
"Akan aku pertimbangkan,tapi untuk saat ini,jangan sampai hal ini sampai ketelingan mereka dulu,"
"Baiklah,aku akan siapkan beberapa orang untuk berjaga jaga diluar,jangan sampai hal ini menjadikan celah untuk mereka menyerangmu,"
"Terserahlah,aku serahkan semuanya padamu,"
Usai berbincang dengan Abian,Kenzo pun pamit undur diri.Dan lagi lagi tanpa mereka sadari jika semua pergerakan mereka dibawah pengawasan seseorang.
Pria bertopi dan bermasker itu pun berbalik pergi setelah meyakinkan jika Kenzo sudah pergi meninggalkan rumah sakit.
Sementara Abian sendiri masih diam terpaku diruangan rawat Sekar.Abian masih memikirkan semua kemungkinan yang Kenzo bicarakan tadi.