Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.25


Merasa sudah cukup lama Abian berada disana,Abian pun memutuskan untuk beranjak dan beristirahat karena hari sudah lumayan larut.


"Istirahatlah,aku harap besok kamu sudah mau membuka matamu,nenek Sari juga ada disini,kondisi nya sedang tidak baik,jadi sebaiknya kamu cepat lah bangun agar bisa menemani disisa usianya."


Abian pun segera bangkit lalu hendak melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Seka namun saat itu juga Sekar membalas genggaman tangan Abian yang membuat Abian tersentak kaget.


"Se_Sekar,kamu?"tanya Abian yang terus menatap kewajah pucat Sekar yang perlahan mulai mengerjapkan matanya.


Dengan cepat Abian pun langsung menghubungi William,Dokter yang selama ini bekerja untuk markas besarnya.


"Sekar,kamu bangun?"tanya Abian yang kini sudah melihat Sekar membuka matanya dengan sempurna.


"Sa_saya dimana Tuan?"tanya Sekar lirih.


"Tenanglah,kamu aman disini.Tunggu sebentar,dokter akan segera kemari untuk memeriksakan kondisimu."


Abian pun kembali duduk ditempat semula,Abian tidak menyangka jika malam ini kedatangan nya akan membuat gadis itu bangun juga.


Setelah beberapa saat Willim pun datang bersama dengan asisten sekaligus suster yang biasa membantunya disana.


"Kenapa lama sekali?cepat periksa dia."titah Abia saat William masuk kedalam ruangan itu.


"Sabar,ini sudah tengah malam dan kami seharusnya sudah isirahat.Sana minggir,biar aku periksa dulu."jawab Wiliam sembari mendorong Abian agar memberi jarak dan ruang untuknya.


William pun mulai memeriksakan keadaan Sekar,tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.Gadis hanya butuh sedikit beristirahat lebih lama untuk kembali pulih seperti sedia kala.


"Semua nya baik dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi.Obat yang kemarin dia kosumsi nampaknya sudah mulai menghilang,jadi kita hanya tinggal menunggu kondisinya kemabli pulih seperti sedia kala."jelas William dan diangguki oleh Abian.


"Untuk hari ini biarkan dia istirahat,aku akan kembali lagi besok.Aku lelah dan butuh istirahat juga."


"Baiklah,pergilah.Terima kasih karena sudah membantuku merawatnya."


"Tidak masalah.lebih baik kamu lebih hati hati lagi,nampaknya mereka sudah tahu jika Sekar dan nenek nya sudah tidak dirumah sakit."


"Baiklah,aku tahu."


William pun berlalu dan meninggalkan Sekar bersama dengan Abian berdua saja.Seperginya William,Abian kembali mendekat ke arah Sekar dan kembali dudukk dikursinya.


"Tuan istirahat saja,aku baik baik saja,"lirih Sekar saat melihat Abian duduk kembali dikursi semula.


"Aku akan disini,menemanimu."


"Tenanglah,aku tidak akan menyakitimu.Istirahatlah,besok kita bicara lagi."


Sekar pun akhirnya mengangguk patuh dan kembali menutup matanya untuk beristirahat.Namun detik kemudian Sekar kembali membuka matanya saat merasakan jika Abian kembali menggenggam tangan nya lalu menyandarkan kepalanya disebelah tangan yang saat ini ada dalam genggaman Abian.


Sekar meneliti pergerakan Abian yang nampaknya sudah mulai tertidur dengan posisi duduk dengan kepala bersandar pada brangkar yang Sekar tempati.


Sekar tersenyum tipis lalu kembali menutup matanya kembali mencoba tertidur.Keduanya pun kini sama sama telah menyambangi alam mimpi masing masing.


***


Keesokkan paginya,Abian terbangun saat hari sudah mulai terang.Bahkan sayup sayup terdengar jika ada dua orang tengah berbincang hangat masuk ke indra pendengarnya.


Abian pun bangun dan mencoba menetralkan pandangan nya.Dimana didepan nya sudah ada William dan juga Sekar tengah mengobrol santai.


"Kamu?kapan kamu datang?"tanya Abian pada William dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Abian pun bangun dari duduknya lalu meregangkan otot otot yang terasa kaku karena posisi tidur yang tidak nyaman.


"Kenapa tidak kembali kekamarmu?bukan kah tidur begitu tidak akan nyaman?"jawab William dengan berbalik bertanya.


"Aku hanya ketiduran,"kilah Abian yang membuat Willian berdecak tak percaya.


"Yakin hanya ketiduran?tenang saja,tempat ini sangat terjaga ke amanan nya,jangan takut akan ada yang menyakitinya,pulang lah.Biar dia bersama ku,"ucap William yang membuat Abian menatap tajam pada sahabatnya itu.


"Santai brow,aku nggak akan macam macam,kamu tahukan bagaimana cintanya aku dengan Viona,aku tidak akan berpaling setelah berjuang dengan susah payah untuk mendapatkan nya."jelas William yang melihat tanda tanda kecemburuan dari mata Abian.


Sementara Sekar hanya menyimak obrolan dua pria yang sama sekali tidak dia pahami.Tanpa kata,Abian pun langsung berlalu dari ruangan itu.


Meninggalkan Sekar dan juga Wlliam disana yang masih menatap kepadanya dengan dua tatapan yang berbeda.


William yang menatap penuh dengan ledekkan,sementara Sekar menatap penuh dengan kebingungan nya.


"Kamu lihat,dia itu terlihat menyeramkan tapi sebenarnya dia pria yang begitu penyayang dan perhatian.Namun didikan keras dari Kakeknya membuat dia seperi itu,"jelas William pada Sekar yang membuat Sekar sedikit tahu sikap Abian yang selama ini dia takuti.


Kerap mendapati bentakan dan amukkan pria itu membuat sekar benar benar takut pada Abian.Bahkan sekedar menatap nya saja Sekar tidak berani.


Namun saat ini,Sekar seperti melihat dua orang yang berbeda berada didalam satu tubuh yang sama.