
"Tuan Abian maksudnya?"
"Iya siapa lagi kalau bukan dia?memang masih ada?"tanya Sekar lagi yang membuat Mika kebingungan.
Pasalnya,selama mengenal Abian,Abian adalah pria yang baik.Hanya memang dingin dan datar.Abian juga cukup tegas saat melakukan pekerjaan nya.
Mika tidak tahu jika ketegasan dan dingin nya Abian akan dianggap jahat oleh gadis yang saat ini tengah dia jaga.
"Hey,aku tanya.Apa masih ada orang yang lebih jahat dari Tuan Abian?"tanya Sekar lagi mengulang pertanyaan nya tadi.
"Ada,"jawab Mika tegas.
"Siapa?siapa orang yang lebih jahat?"
"Tuan Kenzo."jawab Mika dengan cepat.
"Hey,apa aku sekejam itu?hingga kau melihatku seperti orang jahat,"
Tiba tiba kedua gadis itu dikejutkan dengan suara bariton dari seseorang yang baru saja disebutkan namanya oleh Mika.
Mika yang terkejut saat melihat kedatangan Abian dan Kenzo pun langsung berdiri dan memberi hormat.
Ketegangan pun langsung terlihat diwajah Mika saat melihat orang yang baru saja dia bicarakan sudah muncul dihadapan nya.
Bahkan Mika sampai tidak berani mengangkat kepalanya karena takut.Tatapan Kenzo akan sangat mengerikan jika dirinya sedang marah.
Bahkan Mika pernah menyaksikan sendiri bagaimana tega nya seorang Kenzo menghabisi musuhnya bahkan tanpa berkedip sedikit pun.
Sikopat,itulah yang terpikir oleh Mika saat melihat bagaimana kejam nya Kenzo saat menghadapi musuh musuhnya.
"Kenapa diam?jawab aku,apa aku terlihat begitu kejam hingga kau menganggapku seperti orang jahat?"tanya Kenzo lagi sembari merengkuh bahu gadis itu.
Deg....
Jantung Mika seketika terasa jatuh dari tempatnya saat Kenzo merengkuh bahunya.
"Hey,jangan buat dia takut.Sudah bawa dia kembali ke tempatnya.Aku sudah kembali jadi serahkan Sekar padaku."ucap Abian yang sudah melihat bagaimana takutnya MIka pada Kenzo.
"Ok.Kami pamit kalau begitu."
Kenzo pun keluar dari ruangan itu sembari menarik Mika dalam dekapan nya.Sumpah demi apa,saat ini jantung Mika sungguh tidak baik baik saja.
Takut,Mika sungguh sungguh takut saat ini.Hingga menjauh dari ruangan dimana Sekar dan juga Abian berada Mika masih bungkam dengan jantung yang berdetak lebih cepat.
Mika tersentak kaget dan langsung terbangun dari lamunan nya saat tubuhnya tiba tiba melayang dan menubruk dinding.
Saat tersadar,tubuhnya sudah dikunci oleh kungkungan tubuh kekar Kenzo.Kenzo menatap dingin dan datar wajah cantik Mika yang begitu terlihat ketakutan itu.
"Kenapa tidak menjawab?apa aku terlihat begitu kejam hingga kamu takut padaku?"tanya Kenzo lagi dengan nada dingin nya.
Mika menelan seliva nya dengan sush payah.Saking takutnya,Mika hanya mampu menganggukkan kepalanya saat Kenzo kembali bertanya.
Seketika tawa Kenzo pun pecah saat melihat bagaimana takutnya gadis itu padanya hanya karena pernah melihat Kenzo menembak seseorang tanpa berkedip.
"Tenang lah,jangan takut,aku tidak sekejam yang kamu kira."ucap Kenzo lagi yang saat ini sudah melembutkan nada bicaranya.
Kenzo pun membelai lembut pucuk kepala Mika sebelum berlalu untuk kembali ke club,mengurusi pekerjaan nya disana.
Mika sempat tertegun saat mendapatkan perlakuan lembut dari Kenzo,namun belum sempat berkata apa apa,laki laki itu sudah beranjak meninggalkan nya disana.
Mika sendiri hanya bisa menatap punggun Kenzo yang perlahan semakin menjauh dan menghilang di ujung koridor markas besar milik Abian itu.
...***...
Sementara itu,disebuah kamar nampak dua orang yang masih sama sama terdiam.lebih tepatnya,keduanya sama sama bingung untuk memulai pembicaraan diantara mereka berdua.
"Tuan,"lirih Sekar yang akhirnya memberanikan diri membuka suaranya setelah sekian lama bungkam.
"Apa?apa ada yang kamu inginkan?"tanya Abian langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Sekar yang duduk dikursi roda tepat disamping Nenek Sari yang masih belum sadarkan diri.
"Kenapa diam?ada apa,hhmm?apa ada yang sakit?"tanya Abian berjongkok tepat didepan Sekar.
Dan kini netra keduanya kembali bertemu dan saling mengunci.Sekar langsung memalingkan wajahnya saat tatapan dari Abian kembali membuat jantung nya berdebar dan berdetak lebih cepat.
"Apa kita kembali kekamarmu saja?ini sudah terlalu lama,dan kamu harus banyak beristirahat agar segera pulih,"lanjut Abian menatap lembut wajah Sekar.
Sekar sendiri hanya mampu menganggukkan kepalanya patuh.Begitu banyak pertanyaan didalam benaknya,namun saat matanya bertemu dengan tatapan Abian sungguh,rasanya tubuh Sekar mati semua.
Bahkan untuk mengeluarkan suaranya pun terasa berat.Kali ini bukan rasa takut yang Sekar rasakan,namun sebuah rasa yang sulit untuk dijelaskan dengan kata kata.
Abian pun langsung berdiri dan mengambil posisi tepat dibelakang kursi roda yang Sekar gunakan saat ini.
Abian pun segera menndorong kursi roda itu untuk membawa Sekar kembali kekamarnya.