Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.30


"Ayo jelaskan,apa tujuan mu masuk kerumah keluargaku?"bentak Abian saat Nela tak kunjung menjawab pertanyaan nya.


Nela benar benar ketakutan hingga tubuhnya bergetat hebat saat mendapatkan bentakan dari Abian.


Begitu tersadar Nela langsung berlari mendekati Abian dan berlutut didekat pria itu.


"Ma_maafkan saya Tuan,saya hanya menjalankan tugas dari seseorang,sungguh saya pribadi tidak memiliki urusan apapun dengan Tuan.Saya Hanya____"


"Siapa dia?siapa orang yang menyuruhmu melakukan semua ini?"tanya Abian memotong ucapan Nela.


"Sa_saya juga tidak tahu Tuan,ssay tidak tahu siapa nama pria itu.Yang pasti dia akan selalu mangancam saya akan mengembalikan saya pada madam Mona jika saya tidak melakukan apa yang dia perintahkan,"jelas Nela yang benar benar tidak tahu siapa nama pria yang selama ini ada dibalik kejadian kejadian yang menimpa keluarga Abian.


Abian menghela nafas lelahnya,Abian juga memijit pelipisnya yang terasa berdenyut setelah mendengar penjelasan Nela.


"Ceritakan,apa yang kamu alami hingga dia bisa terus mengamncammu,"lanjut Abian.


Nea pun akhirnya menceritakan kisah hidupnya yang dijual oleh paman nya sendiri.Nela adalah gadis yang sudah tidak memiliki orang tua.


Selama ini hidup bersama dengan paman dan bibinya.Suatu hari,sang paman pun tega menjual dirinya ke seorang mucikari untuk melunasi semua hutang dan juga untuk mereka pakai biaya pernikahan anak mereka.


Dan disana lah Nela bertemu dengan pria yang menolong nya.Namun tidak Nela sangka,jika pertolongan yang dia lakukan ada niat terselubung didalam nya.


Hingga Nela pun akhirnya terjerat oleh pria utu dan terpaksa menjalani kehidupan yang tidak dia ingin kan seperti saat ini.


Abian cukup tercengang saat mendengar detail cerita dari Nela.ntah siapa yang menaruh dendam yang begitu mendalam padanya hingga tega memperalat gadis lugu untuk melancarkan aksinya.


Sekeras apapun Abian berpikir Abian masih belum memikirkan orang itu,hanya satu nama yang saat ini terpikir oleh nya.


Wilson,ya Wilson Hartawan.Pria yang sudah lama menjadi sahabat dirinya namun tiab tiba pria itu menghilang bahkan memblok semua kontak yang berhubungan dengan Abian.


Jika benar itu adalah Wilson,apa yang sebenarnya terjadi padanya?kenapa dia melakukan itu pada keluarga Abian?seingatnya dirinya dan Wilson tidak memiliki permaslahan yang berat?batin Abian.


"Pergilah,kembali kerumah dan lakukan apa yang dia minta,lalu setelah nya laporkan padaku jika kamu tidak ingin masuk penjara atau kembali ketempat madam Mona.Lakukan tanpa membuatnya curiga,mengerti?"jawab Abian yang akhirnya membiarkan Nela tetap bekerja demi mengetahui apa maksud orang itu melakukan semua ini pada keluarganya.


"Ba_baik,saya mengerti Tuan."lirih Nela.


Abian pun segera memanggil Kenzo untuk kembali masuk untuk membawa kembali Nela dan Mbok Surti kembali kerumah Abian.


Sementara dikamar rawat Nenek Sari nampak Sekar tengah menunggui wanita paruh baya itu sembari menceritkan berbagai macam cerita yang selalu dia lakukan saat Nenek Sari masih sehat dulu.


Setelah merasa cukup bercerita dengan sang Nenek,Sekar pun mendorong kursi roda nya mendekati wanita yang sedari tadi berdiri didekat pintu.


Wanita yang sedari tadi menjaga nya penuh dengan rasa tanggung jawab.Bahkan hanya sekedar menoleh pun tidak demi menjalan kan perintah atasan nya.


"Duduklah,kakimu pasti pegal berdiri terus seperti itu,"ucap Sekar yang membuat wanita penjaga itu tertegun.


Selama bekerja dengan ABian ini pertama kalinya wanita itu mendapatkan perhatian dan perlakuan baik hingga membuat wanita itu terkejut.


Pasalnya selain Abian dan kedua teman nya (Kenzo dan William) tidak pernah ada lagi yang menganggapnya manusia hanya karena dirinya bekerja sebagai bodyguard.


"Hey,kenapa bengong?ayo sini duduk."lanjut Sekar lagi sembari menepuk nepuk sofa kosong yang ada disamping nya.


"Tidak apa apa Nona,saya sudah terbiasa seperti ini."jawab nya menunduk hormat.


"Tapi aku yang tidak terbiasa melihat seseorang terus berdiri,sementara ada sofa yang bisa digunakan untuk duduk.Ayo sini duduklah,temani aku disini."


Meski merasa ragu,akhirnya wanita itu berjalan mendekat dan mendudukan dirinya disofa yang tadi di tunjuk oleh Sekar.


"Siapa namamu?"tanya Sekar lagi saat wanita itu sudah duduk.


"Mika,Nona,Mikaila"jawabnya.


"Wah,nama yang cantik.Sudah lama bekerja dengan orang jahat itu?"


"Hah?orang jahat?siapa orang jahat?"


"Ya Tuan mu itu,memang ada lagi manusia yang jahat selain dia?"


"Tuan Abian maksudnya?"


"Iya siapa lagi kalau bukan dia?memang masih ada?"