
"Ada apa?"tanya Abian pada orang yang baru saja menelpon nya.
"Aku sudah membawa mereka,aku tunggu diruangan eksekusi,"jawab Kenzo yang memang saat ini tengah melakukan tugas yang diberikan oleh Abian padanya.
"Ok,aku kesana."
Abian langsung menutup panggilan nya,lalu kembali masuk kedalam ruangan dimana Sekar berada saat ini.
"Aku ada pekerjaan,jika kamu bosan kamu bisa menemui Nenek dan menungguku disana.Aku akan mengirimkan satu perawat untuk membantumu selama aku tidak ada."jelas Abian saat masuk kembali kedalam kamar itu.
"Tidak perlu Tuan,aku sudah bisa melakukan nya sendiri,"jawab Sekar cepat karena tidak ingin merepotkan orang lain.
"Jangan membatah,lakukan apa yang aku perintahkan,mengerti?"tegasnya tidak ingin dibantah.
Melihat sorot mata yang tajam itu kembali membuat Sekar takut dan akhirnya menuruti apa yang Abian mau.
Abian langsung menghubungi orang nya untuk mengirimkan salah satu pengawal wanita yang dipekerjakan untuk menjaga dan membatu Sekar selama Abian melakukan pekerjaan nya.
***
"Jaga dia dengan baik,pastikan dia aman dalam pengawasanmu,"titah Abian pada seorang wanita berpakaian serba hitam dengan sorot mata tajam dan dingin tidak kalah dari tatapan tajam Tuan nya.
"Baik Tuan,serahkan Nona ini padaku.Dia akan aman di tangan saya."jawab nya tegas daan penuh keyakinan.
"Bagus,aku percaya padamu."
Abian pun segera beranjak dan berjalan kembali mendekati Sekar yang masih duduk diatas ranjang nya.
"Aku pergi dulu,jika butuh sesuatu,katakan padanya.Jangan pergi jauh,jika bosan pergilah keruangan Nenek Sari dan temani beliau.Jangan telat makan dan juga minum obat,mengerti?"
"Iya Tuan,saya mengerti.Berhati hatilah,pastikan Tuan kembali dengan selamat,"
Setelah berpamitan dengan Sekar pun begegas menuju keruangan yang memang diperuntukan untuk mengintrograsi para musuh mereka.
Sebuah ruangan bawah tanah yang cukup rahasia dan tidak sembarang orang bisa masuk kesana meski mereka bagian dari kelompok itu sendiri.
Hanya menunggu beberapa detik saja Abian pun tiba disana.Begitu Abian keluar dari lift,dua orang penjagga yang khusus ditugskan disana menyambut kedatangan nya dengan salam hormat.
Lalu salah satu dari dua orang itu pun beranjak untuk membukakan pintu rahasia yang begitu terbuka menampilkan satu orang pria dengan dua wanita didalam nya.
""Tu_tuan,"ucap Mbok Surti dan juga Nelas secara bersamaan.
Ya mereka adalah dua art yang sengaja Abian tangkap karena gerak gerik mereka yang mencurigakan.
Mbok Surti sendiri hanya menatap tenang pada majikan nya,sementara Nela begitu terlihat gugup dan juga takut.
"Bagaimana Mbok,apa yang kamu dapat?"tanya Abian membuka suaranya.
Abian pun duduk tenang dikursi didepan meja kerjanya yang ada disana.Abian menyorot tajam pada dua wanita beda usia itu.
Dengan tenang Mbok Surti berjalan perlahan mendekati Abian lalu meraih tas yang sedari tadi dia bawa dari dalam rumah majikan nya.
Mbok Surti langsung mengeluarkan semua isi dari tas itu.Dan betapa terkejutnya Nela saat semua barang pribadinya tergeletak begitu saja di atas meja kerja Abian.
Termasuk ponsel rahasia yang selalu dia gunakan untuk berkomunikasi dengan pria yang selama ini memerintahkan nya untuk menjadi mata mata disana.
Tidak hanya ponsel saja,disana juga terdapat beberapa alat menyadap dan juga uang cash yang tidak sedikit jumlahnya.
"Bisa jelaskan,apa ini semua?"tanya Abian menatap garang pada Nela.
Gadis yang saat ini tengah duduk dengan gelisaha didepan Abian.Nela tidak menyangka jika selama ini dirinya juga tengah di awasi.
Bahkan Nela tidak menyangka jika Mbok Surti yang terihat polos dan sedikit nampak tidak mengerti apa apa,ternyata juga seorang mata mata handal.
Bahkan Nela tidak menyadari jika semua barang yang dia sembunyikan kini sudah ada dihadapan Abian.
"Ma_maaf Tuan,"lirih Nela ketakutan.
"Aku tidak butuh minta maaf mu,yang aku butuhkan adalah.Jelaskan apa maksud dan tujuanmu masuk kedalam rumah keluargaku.?"tanya Abian dengan tatapan mengintimidasi,membuat Nela semakin dibuat ketakuan.