
"Tolong urus kepindahan Nenek Sari kemarkas,jangan sampai ada yang curiga jika Nenek Sari dan juga Sekar sudah tidak dirumah sakit,"titah Abian pada seseorang yang ada disebrang sana.
Setelah mengurus Nenek Sari yang dirujuk kerumah sakit yang sama dengan Sekar.Abian pun kembali keruangan dimana tadinya Sekar berada.
Namun demi melancarkan aksinya,Abian harus berpura pura melakukan kegiatan yang sama seperti waktu Sekar masih berada disana.
Semua demi menemukan siapa dibalik semua yang di alami oleh Sekar saat ini.Meski Abian membenci gadia itu,Abian tidak sedikit pun ingin menyakitinya.
Bahkan tidak pernah terpikir oleh Abian jika dia bisa saja melakukan hal yang Dani lakukan pada Sekar.Namun bukan itu tujuan Abian membawa Sekar dan membuat gadis itu terkurung didalam penjara rumah nya.
Niat Abian hanya ingin membuat gadis yang dilihatnya begitu manja itu menjadi stress dan terganggu kejiwaan nya dengan memberikan pekerjaan kasar,berat dan kotor.
Yang mungkin saja,tidak pernah dilakukan oleh gadis manja sepertinya.Namun Abian salah besar.Karena setelah mengenal jauh siapa Sekar,alangkah terkejutnya Abian saat mendapati jika gadis itu juga hanya korban ke egoisan orang tuanya.
Abian pun masih berpikir dengan keras,siapa dalang dibalik aksi pelecehan yang Sekar alami dan juga jatuhnya Sekar dari dalam kamarnya yang terletak dilantai dua.
***
Sementara itu,disebuah gedung tinggi apartemen nampak seorang pria baru saja selesai dengan urusan ranjang nya bersama dengan seorang wanita bayaran yang sengaja dia sewa untuk memuaskan hasratnya.
Dengan angkuhnya pria itu melemparkan satu gepok uang ke arah wanita yang masih sibuk memakai pakaiannya.
"Ambil,lalu pergilah.Kembali ketempat itu,beritahu aku segala informasin yang kamu punya tentang rumah itu,"titahnya pada gadis yang baru saja menyelsaikan urusan nya memakai pakaian nya kembali.
"Baik Tuan,saya permisi,"jawabnya singkat dan cukup tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
Gadis itu pun mengambil tas slempang yang tergeletak begitu saja di atas sofa didalam kamar.Dan tanpa banyak kata lagi,gadis itu segera pergi beranjak dari kamar yang selama ini menjadi salah satu tempatnya untuk mendapatkan uang tambahan.
"Tunggu,"seru laki laki itu menghentikan langkah gadis itu yang sudah berada diambang pintu.
"Apa ada yang bisa saya bantu lagi Tuan?"tanya nya tanpa menoleh.
Enggan rasanya berkomunikasi dan berinteraksi lebih banyak dengan pria yang begitu dia benci,namun tak berdaya untuk melawan semua kekuasan yang memenjaranya selama hampir 3 tahun ini.
"Masih Tuan,selama ini,tidak ada yang bisa saya laporkan,karena semua nampak normal.Jika ada hal yang mencurigakan,orang pertama yang saya hubungi pasti Tuan.Saya permisi."
Tanpa menunggu jawaban,gadis itu langsung pergi begitu saja meninggalkan kamar dan unit apartemen itu.
Sepanjang perjalanan pulang gadis itu,terus saja berdoa dan berharap agar bisa secepatnya bisa terbebas dari penjara pria itu.
Meski kerap mendapatkan uang darinya,namun tetap saja,ini bukan kehidupan yang dia inginkan.
***
"Bagaimana ke adaan nya?kenapa dia masih belum bangun juga?"tanya Abian pada Dokter yang sudah lama bekerja dengannya.
"Nampaknya,mereka sudah mulai bergerak dan menyerangmu lewat orang disekitarmu.Gadis ini adalah sasaran pertama mereka,mereka sengaja memberikan obat agar gadis ini tetap dengan kondisinya saat ini.Sepertinya,mereka ingin membuatmu lengah dengan menyibukkan mu dengan urusan gadis ini."jelas Dokter itu.
"Apa maksudmu?apa mereka juga menyelipkan orang untuk membuat Sekar seperti ini?"
"Bisa jadi,karena kondisi gadis ini terlalu baik untuk dinyatakan koma dan tidak bangun bangun dalam waktu satu pekan lebih.Walaupun insiden jatuhnya dia,bisa juga menyebabkan dia koma,tapi untuk kondisi tubuh yang baik seperti ini sangat mustahil jika dia akan koma selama ini.Beruntunglah dia segera dibawa kemari,jika tidak mungkin dia tidak akan pernah bangun lagi,"jelasnya lagi yang membuat Abian tercengang.
Abian tidak menyangka jika permasalahan yang dia alami dulu akan menyeret orang lain kedalamnya.Abian tidak menyangka jika Wilson,yang merupakan musuhnya dari dulu bisa berbuat selicik dan sepengecut itu.
Meski belum ada bukti kuat,namun Abian sudah bisa memastikan jika dalang dibalik semua yang terjadi pastilah Wilson.Pria yang sakit hati karena cintanya ditolak oleh seorang gadis yang lebih mencintai Abian dari pada dirinya.
Dan yang membuat Wilson murka adalah,Abian dengan terang terangan menolak gadis itu padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya.
Dan sialnya,Wilson berada ditengah tengah,antara Abian yang dicintai dalam diam dan juga sang gadis yang mencintai Abian dalam diam.
Wilson yang sejatinya masih terikat persaudaraan dengan Abian harus menelan pil pahit saat sahabat yang juga dia cintai malah mencintai Abian.
Namun gadis itu urung menemui Abian saat Abian menolak mentah mentah gadis itu,bahkan sebelum mereka bertemu.Hingga tanpa alasan Wilson pun kerap mencari gara gara dengan Abian hingga menimbulkan permusuhan diantara keduanya.