Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.33


"Tidurah,jangan memikirkan apapun dulu.Untuk itu kita bisa pikirkan nanti."jawab Abian yang langsung beranjak pergi meninggkan kamar itu.


Sekar hanya bisa menatap bingung punggung Abian yang perlahan menjauh dan menghilang dibalik pintu kamar yang sudah kembali tertutup rapat.


Sekar pun mencoba kembali menutup matanya untuk tidur.Entahlah rasanya terlalu melelahkan jika mengingat sikap Abian selama ini.


Kadang lembut,kadang dingin,kadang menyenangkan,kadang datar,kadang perhatian,kadang cuek,malah sekarang nampak begitu posesif.Entahlah,Sekar benar benar dibuat pusing dengan sikap pria yang satu itu.


Hingga tanpa sadar Sekar pun benar benar menyambangi alam mimpinya.Berbeda dengan Sekar yang sudah terlelap indah,masuk kedalam dunia mimpi.


Abian masih mengatur gemuruh didadanya agar tidak meledak dan kembali menjadi pria yang bengis saat mendengar permintaan Sekar tadi.


''Pergi dari sini?yang benar saja.Tidak,aku tidak akan mengijinkan nya."gumam Abian begitu masuk kedalam kamar pribadinya.


Merasa butuh penyegaran Abian pun langsung masuk kedalam kamar mandi dan segera mengguyur tubuh nya dengan air dingin.


Rasanya terlalu gerah mendengar permintaan Sekar,yang meminta diijinkan pergi dari sana.Pergi menjauh dari nya.


Setelah merasa cukup,Abian pun segera kembali keluar dan berganti pakaian dengan pakaian yang jauh lebih santai.


Namun baru saja selesai memakai pakaian nya,ponsel Abian berbunyi menandakan seseorang tengah menghubungi nya.


"Kenzo?"gumam Abian saat melihta nama sang sahabat tertera dilayar ponselnya.


Ada apa dengan pria itu,baru saja mereka berpisah beberapa saat yang lalu,kenapa sudah menghubungi kembali?batin Abian.


Dengan malas Abian pun menggeser tombol warna hijau untuk menerima panggilan tersebut.


"Ada apa?bukan nya baru beberapa jam yang lalu kita berpisah?kenapa sudah menghubungi kembali?"


"Apa kamu meninggalkan Sekar dikamarnya sendirian?"tanya Kenzo dengan nada yang terdengar cukup panik.


"Memang kenapa jika meninggal____sial."


Setiba nya disana,Abian dibuat melongo tak percaya karena kondisi kamar yang sudah tidak ada penghuninya dan juga berantakan.


"Sial,brengsek."umpatnya yang kemabli menghubungi Kenzo.


"Terus awasi,kemana mereka membawa Sekar."ucap Abian saat sambungan telpon nya langsung diangkat oleh Kenzo.


"Mereka menuju kesebuah villa terpencil.Tunggu aku dan yang lain nya,Jangan gegabah,ingat,ada Sekar yang harus kita lindungi dan kita pastikan keselamatan nya."jawab kenzo yang langsung bergerak membawa pasukan nya menuju kemarkas dimana Abian berada saat ini.


Meski sudah tidak sabar ingin menghajar orang yang sudah berani menyentuh orang nya,namun benar apa yang Kenzo katakan.


Ada Sekar yang harus dia lindungi dan dia jaga keselematannya.Abian tidak bisa gegabah dalam bertindak,meski tengah dilanda rasa cemas yang teramat sangat.


Namun Abian harus tetap tenang agar bisa merencanakan sesuatu untuk membebaskan Sekar dalam keadaan selamat dan tidak terluka sedikit pun.


...***...


Setelah menunggu beberapa saat,akhirnya mobil yang dibawa Kenzo tiba dimarkas.Disana sudah tampak Abian menunggu dengan gusar.


"Kenapa bisa kecolongan?dimana para penjaga itu?"ucap Abian dengan nada kesal begitu melihat Kenzo turun dari mobil dan menghapirinya.


"Sepertinya mereka memasang alat pelacak ditubuh gadis itu.Dan mereka cukup pintar untuk melumpuhkan anak buah kita.Ayo,lebih baik kita pergi kesana sekarang juga.Beruntung aku sudah memaang alat pelacak diponsel Sekar,jadi bisa memudahkan kita menemukan lokasi dimana Sekar saat ini."


"Iya,baiklah,ayo."


Abian pun segera naik ke mobil Kenzo dan meninggalkan markas.Dibelakang mereka nampak ada dua mobil dan dua motor yang mengikuti namun bergerak secara natural agar tidak mencurigakan.


Hari yang sudah gelap tentu mempermudah mereka dalam menjalankan aksinya.Selain jalanan sudah mulai lengang,hari yang gelap juga menjadikan penyamaran anak buah yang Abian bawa tentu menjadi tidak terlalu kentara.


Hingga beberapa waktu menembus jalanan yang gelap dan sunyi,akhirnya mobil yang Abian gunakan tiba disebuah tempat yang begitu sunyi dan hanya ada satu rumah diantara luasnya perkebunan teh.


Kenzo sengaja memberi jarak dan sedikit menjauh agar orang orang yang berada didalam villa itu tidak menyadari jika mereka sudah ada disana untuk menyelamatkan Sekar.