Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.40


"Bukan begitu maksud saya Tuan,didalam agama saya,seorang wanita dan seorang pria tidak boleh berdekatan dan bersentuhan jika mereka belum resmi menikah,begitu Tuan.Dan kita,kita tidak boleh seperti ini karena kita belum menikah bahkan tidak memiliki hubungan apapun."jelas Sekar yang membuat Abian terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Kenapa bisa seperti itu?"tanya Abian yang pasti tidak mengerti tentang semua itu karena memang dirinya yang non muslim.


"Maaf sebelumnya,jika boleh tahu,Tuan menganut kepercayaan apa?"tanya Sekar ragu ragu karena memang tidak tahu agama yang mana yang dipegang pria itu.


Jika dilihat dari pemakaman kedua orang tuanya tentu dia seorang Nasrani,karena batu nisan kedua orang tua Abian berbentuk salib dan terletak dikomplek makam Nasrani.


Tapi dirumah pribadi pria itu tidak terdapatkan satu pun hal yang bersangkutan dengan agama yang di anut oleh kedua orang tuanya.


Tidak ada salib ataupun bingkai foto para malaikat para umatnya kaum Nasrani seperti yang terdapat dirumah rumah para kaum Nasrani umumnya.


"Aku tidak percaya tuhan,makanya aku tidak ikut dalam agama mana pun.Kenapa?apa itu penting?"tanya Abian yang memang seorang Ateisme.


"Baiklah jika begitu,aku akan jelaskan.Tapi,bisakah kita bicara sambil duduk?seperti ini terasa kurang nyaman."pinta Sekar yang langsung di angguki oleh Abian.


Abian pun segera bangun lalu membantu Sekar untuk bnagun dan duduk disamping nya.Abian menatap intens pada Sekar seolah sudah tidak sabar,ingin mendengarkan penjelasan gadis itu.


"Didalam agama yang Sekar anut,seorang wanita dan seorang pria itu tidak boleh saling berdekatan dan bersentuhan jika mereka bukan mahram."jelas Sear setelah duduk dengan sempurna didekat Abian.


"Mahram?apa itu?"tanya Abian bingung.


"Mahram itu,kita yang memiliki hubungan darah atau hubungan yang sudah sah dan halal,seperti pernikahan.Jika kita bukan saudara maka kita tidak boleh berdekatan dan bersentuhan,kecuali,jika kita sudah menikah baru diperbolehkan dan tentu itu tidak akan dosa."jelas Sekar lagi.


"Kenapa hanya dengan bersentuhan bisa berdosa?kita kan tidak meakukan apa apa Sekat?"


"Karena,kita sama sama manusia dewasa yang sudah sama sama memiliki hawa nafsu Tuan,dan saat kita bersentuhan mungkin, bisa saja menimbulkan hawa nafsu dan itu tidak boleh dan akan berdosa.Terkecuali,jika orang itu adalah pasangan halal kita,suami atau istri kita baru boleh dan tidak akan berdosa tentunya."lanjut Sekar.


"Iya,makanya tidak boleh seperti tadi ya?dosa."


"Kalau begitu besok kita nikah saja gimana?"


"A_apa?Tuan bercanda ya?"


"Nggak,buat apa saya bercanda untuk hal sesakral ini."


"Ta_tapi,kenapa harus menikah?"


"Kan kamu sendiri yang bilang.Biar kita bisa bersentuhan dengan bebas dan tidak menimbulkan dosa,untuk itu bukan kah harus ada ikatan pernikahan diantara kita?"


"Astaghfirullahaladzim.Su_sudah malam Tuan,lebih baik kita istirahat."jawab Sekar yanng tiba tiba merasa gugup kala mendapatkan lamaran dadakan seperti saat ini.


Sekar pun bangkit dari sofa lalu kembali ke ranjang dan membaringkan tubuhnya lalu menutupinya denga selimut tebal milik Abian.


"Kenapa?apa kamu tidak mau menikah denganku?"tanya Abian terdengar begitu lirih.


"Bukan begitu,kita tidak memiliki perasaan apapun diantara satu sama lain nya, bahkan kita juga tidak satu keyakinan.Bagaimana bisa?aku ingin menikah dengan pria yang menyayangiku dengan sepenuh hati dan aku juga berharap berjodoh dengan pria yang memiliki keyakinan yang sama dengan ku."jelas Sekar tanpa membalik tubuhnya yang memang membelakangi Abian yang masih duduk di sofa.


"Cinta itu bisa kita tanam sama sama kan,banyak yang menikah tanpa cinta tapi pernikahan mereka bisa langgeng bahkan hingga maut memisahkan mereka."


"Tapi kita___"


"Jika aku ikut dengan keyakinan mu apa kamu mau menikah dengaku?"jawab Abian memotong ucapann Sekar.