
Abian langsung membalikan tubuh Sekwr hingga kini mereka saling berhadapan dan saling mengunci tatapan.
"Sa_sayang?ka_kamu bilang apa barusan?a_aku tidak salah dengarkan?"cecar Abian pada istrinya menatap dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Kenapa?nggak suka ya?"tanya Sekar balik yang sejujurnya begitu malu dan gugup saat mengutarakan isi hatinya.
Betapa sudah lama Sekar ingin memanggil Abian seperti tadi,hanya saja Sekar menunggu Abian menghalalkan nya baru berani mengutarakannya.
"Tentu saja aku suka,sungguh Aku terheru mendengarnya.Aku pikir selama ini,hanya aku yang memiliki perasaan ini untukmu."
"Jika aku tidak memiliki perasaan yang sama,mana mungkin aku mau menikah sama kamu Mas.Kamu ini aneh."
"Bukan aneh,hanya tidak percaya saja.Habisnya,kamu tidak pernah bilang bagaimana isi hati kamu.Setiap ditanya juga suka menghindar dan mengalihkan pembicaraan,ya mana aku tahu jika kamu memiliki perasaan itu."
"Sekarang sudah tahukan?"
"Iya dan terima kasih,"
Abian kembali menarik Sekar masuk kedalam pelukkan nya.Siang itu menjadi siang yang cukup bersejarah untuk Abian,pasalnya siang itu Abian mendapat ungkapan perasaan dari wanita yang selama ini sudah merubah hidupnya yang dulu gelap menjadi lebih baik.
Bahkan Abian meninggalkan dunia hitam permafiaan dan menyerahkan jabatan penting itu pada sahabatnya Kenzo.
Kenzo sendiri awalnya menolak,karena dirinya tidak ada hubungan apapun dengan almarhum Tuan Edmond yang merupakan kakek Abian,orang yang mewariskan jabatan itu pada cucu tunggalnya.
Namun setelah dibujuk oleh Abian,akhirnya Kenzo pun bersedia menggantikan Abian namun tetap semua keputusan selalu akan didiskusikan dengan Abian.
Meski begitu keputusan final tetap ada ditangan Kenzo.Abian hanya memberi Kenzo saran mana yang terbaik untuk diputuskan.
Kenzo sendiri kini sudah mulai menetap di Itali demi memperlancar pekerjaan barunya.Dan menyerahkan club malam miliknya pada orang kepercayaan nya.
Abian sendiri,sejak menikah sudah tidak menginjakan kakinya di club malam itu.Abian sudah benar benar berhijrah.
Keseharian nya kini selalu di isi dengan kesibukan dikantor dan juga menemani sang istri dirumah atau sesekali mengajaknya jalan jalan meski hanya disekitar saja.
Sekar selalu menolak jika Abian mengajaknya berlibur ke luar negri dengan alasan jika Sekar akan pergi keluar negri setelah mendatangi semua tempat wisata ditanah air baru akan pergi keluar negri.
Tidak ingin membuat istrinya ketakutan,Abian pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti apapun keinginan sang istri.
...***...
3 Bulan kemudian...
"Mas berangkat dulu ya,hati hati dirumah.Ingat jangan menerima tamu jika tidak mengenalnya."ucap Abian saat berpamitan dengan sang istri untuk pergi kekantor.
"Iya sayang,aku bukan anak kecil."jawab seksr berenggut dan jujur itu selalu membuat Abian gemas sendiri.
Ditambah saat ini tubuh Sekar semakin berisi dan membuat pipinya semakin cuby dan itu membuat Abian selalu ingin cepat pulang dan menghabiskan waktu dirumah saja bersamanya.
"Gemes banget sih kalau sudah cemberut gini,nanti mau dibawain apa lagi?biar Mas beli pas jalan pulang."tanya Abian yang sudah satu minggu ini Sekar selalu minta dibawakan makanan atau jajanan layaknya anak kecil yang selalu meminta oleh oleh pada ayahnya.
"Nanti aku chat deh,kalau sekarang belum kepikiran."
"Baiklah Ratuku,Mas berangkat ya.Assalamu'alaikum."ucap Abian seraya mencium kening dan bibir Sekar sebelum masuk kedalam mobilnya.
"Wa'alaikumsalam Mas,fii amanillah."
"Iya sayangku.Love U."
"Me too."
Lambaian tangan Sekar pun menjadi penutup perpisahan pasutri itu.Dan setelah mobil Abian sudah tidak terlihat lagi Sekar pun berniat masuk kedalam rumah namun terhenti saat seseorang memanggil namanya.
"Sekar?kamu Sekar cucunya Nenek Sari kan?"tanya wanita cantik yang kini berdiri didepan gerbang rumahnya dan Abian.
...****************...
🌸 Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*