Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 83 - Siap Menghadapi Semuanya


Sehari sebelum rapat Direksi, Helda baru mengetahui semuanya. Tentang kesepakatan keseluruhan antara Parsa dan Hansel. Tentang rapat direksi dan pengajuan Proposal sebagai bahan pertimbangan untuk memilih pemimpin baru Clarke Super Mall.


Beberapa hari lalu Pharsa hanya mengatakan jika dia bisa menangani semuanya. sedikitpun Tidak membahas tentang rapat itu.


"Dasar bodoh! Bagaimana bisa kamu dengan mudah menyetujui syarat dari Hansel. Apalagi Aileen terlibat di dalamnya!" geram Helda, dia menatap tajam Pharsa.


Freya yang juga ada disana dan tidak mengetahui tentang rapat itu pun juga sangat geram. Pasalnya dia belum menyiapkan apapun untuk menghadapi rapat itu apalagi sebuah proposal.


"Dan Kenapa kamu tidak mengatakan apapun padaku? Mana mungkin aku menyiapkan semuanya hanya dalam waktu 1 hari!" geram Freya, mendengar itu Pharsa hanya tersenyum kecil.


Awalnya dia memang ingin memberitahu Freya tentang ini, namun akhirnya niat itu dia urungkan agar Saudaranya tidak bisa menyiapkan proposal apapun.


"Tenang lah Ma, lagi pula mana mungkin Aileen bisa menyiapkan proposal itu. Apa Mama lupa bagaimana bodohnya Aileen selama ini?" Tanya Pharsa dengan sangat percaya diri.


Namun pertanyaan itu malah semakin menyulut amarah yang sudah berkumpul di kepala Helda.


"Apa otak mu begitu bodoh? apa mata mu buta? sekarang Aileen sudah tidak sendiri lagi, dia punya Hansel yang bisa melakukan apapun. Apa kamu lupa? bagaimana Hansel begitu melindungi Aileen sebelum mereka menikah! Astaga, ternyata kamu lebih bodoh dari pada Freya!" pekik Helda, dia melemparkan berkas perjanjian mereka dengan Hansel tepat di wajah Pharsa. Kemudian jatuh berhamburan di atas lantai.


Freya yang melihat kejadian itu pun hanya menatap sinis pada sang adik, dia juga sangat marah atas perlakuan Pharsa padanya.


Sementara Pharsa mendadak bisu, baru sadar jika Hansel pasti membantu Aileen untuk menyiapkan proposal itu.


"Aku akan membuat Aileen tidak bisa datang ke rapat direksi," ucap Pharsa akhirnya, setelah cukup lama dia diam dan hanya mendengarkan cacian dari sang ibu.


Ingin Pharsa benar-benar sadar atas kesalahannya dan tidak kembali mengulangi. Meremehkan Hansel hanya akan membuat mereka yang jadi rugi.


"Frey, masuk ke ruang kerja dan buat proposal. Lakukan sebaik mungkin, mama mohon. Mama mohon jadilah yang terpilih dalam rapat itu," pinta Helda pada anak sulungnya. Dia menyentuh kedua lengan Freya dan menatap penuh harap. Kini hanya Freya lah satu-satu harapannya.


Pharsa tak sudi lagi dia harapkan. Bukannya membantu, Pharsa malah menciptakan peluang Aileen untuk diketahui oleh semua direksi dan pemegang saham.


Mengingat itu Helda sungguh geram.


"Baik Ma," jawab Freya singkat, karena kini dia pun jadi ragu. Keadaan yang mendesak ini membuatnya tak berdaya.


Jam bergulir, malam yang sulit bagi semua orang akhirnya terlewatkan.


Pagi ini Aileen, Freya dan Pharsa bangun dengan harapan yang sama-sama kuat.


Diantara banyaknya harapan itu hanya ada satu yang sama, mereka bertiga sama-sama menginginkan posisi Direktur Utama Clarke Super Mall.


Bantu aku Ma, Pa, bantu aku untuk mendapat kan Mall itu. Batin Aileen, kini tidak ada lagi yang membuatnya takut.


Dia siap berdiri di hadapan semua orang dan menghadapi semuanya.