Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC Bab 105 - Final Episode - Beautiful Part


"HAVANA!!!" pekik Aileen dengan sangat keras. Dia marah sekali ketika melihat foto Havana dan Denis bermesraan, Aileen sangat tahu pasti Havana lah yang telah menggoda pria baik-baik itu.


Dan mendengar suara teriakan sang kakak ipar, Havana pun tersenyum lebar.


Malam harinya Saat semua orang sudah berkumpul di rumah, rapat dadakan pun diadakan.


Bahkan Denis langsung diperintahkan untuk datang ke rumah ini. Papa Robin pun langsung pulang meski urusannya belum selesai.


"Papa kecewa padamu Denis, ternyata kamu tergoda juga dengan Havana," ucap Robin, padahal dia sudah percaya 100 persen jika Denis tidak akan menyentuh anaknya, tak peduli seberapa nakal Havana.


Hansel pun hanya terdiam, pikirannya jadi terus mengingat tentang foto tersebut. Foto saat Denis menikmati buah dadda adiknya.


Astaga, kini Hansel tidak bisa berpikir jernih lagi. Pikirannya jadi serba kotor. Dia tahu, sekali mencoba maka hubungan seperti itu tidak akan bisa dihentikan. Bisa-bisa mereka berdua melakukan hal yang lebih.


Karena sentuhan seperti itu adalah candu. Hansel sudah merasakannya sendiri.


"Kalian harus segera menikah, tidak perlu tunggu proyek selesai. Besok pagi juga kalian akan menikah!" putus Hansel. Meski ada papa Robin di rumah ini tapi tetap saja sesekali Hansel lah yang menentukan semua keputusan.


Dan mendengar ucapan kakaknya itu, Havana langsung menjerit kegirangan di dalam hatinya.


Akhirnya dia akan segera menikah dengan kak Denis, pria idamannya, kekasih tercintanya.


Tapi meskipun saat ini hatinya sedang berbunga-bunga, Havana tetap pura-pura menunjukkan wajahnya yang seakan merasa bersalah. Seolah menyesal telah melakukan tindakan senonoh itu.


Meskipun di sana tidak ada satupun orang yang percaya dengan penyesalannya itu. mereka semua tahu jika Havana pasti adalah yang paling senang dengan keputusan ini.


Malam penuh keputusan itu akhirnya berakhir.


Pernikahan Havana dan Denis dilakukan disebuah rumah ibadah. Meski dadakan Havana tetap tampil cantik dengan gaun pengantin berwarna putih miliknya. Membalut tubuhnya dengan begitu pas.


Dan Denis pun selalu terlihat tampan dengan setelan jas lengkap.


Sebelum janji suci itu digelar, Havana dan Denis menunggu di ruang tunggu, disana hanya mereka berdua karena seluruh keluarga Braile menyapa beberapa kolega dalam acara pernikahan itu.


Seluruh keluarga Denis, rekan-rekan Hansel, teman papa Robin datang dalam pernikahan ini. Cukup memenuhi tempat ibadah tersebut untuk menyaksikan janji suci.


Di dalam ruang tunggu, Denis menjewer telinga calon istrinya. Sesuatu yang ingin dia lakukan sejak semalam namun belum punya kesempatan.


"Aduh aduh aduh, sakit kaak," rengek Havana, bukannya dipuji cantik dia malah dijewer.


"Rasakan, ini hukumannya untuk anak nakal."


"Bukan anak nakal Kak, tapi istri nakal."


"Havana!"


Astaga, Denis sampai kehabisan kata-kata untuk menghadapi calon istrinya ini.


"Argh!!" pekik Aileen, kaget bukan main ketika melihat adegan anu itu.


Havana dan Denis seketika melepaskan diri ketika mendengar Aileen berteriak, mereka menoleh dan melihat bukan hanya Aileen yang datang, tapi bersama Hansel dengan kedua matanya yang menatap nyalang.


Denis benar-benar bukan Denis yang Hansel kenal, asisten pribadinya itu sudah tercemar oleh Havana.


"Tidak bisakah kalian sabar?" sendiri Hansel.


Denis tak bisa berkata-kata sementara Havana mencebik.


"Ayo keluar, acaranya sudah mau dimulai," ucap Aileen pula, memecah ketegangan ini.


Dan ...


Akhirnya mereka semua pun segera keluar, Hansel dan Aileen mengantarkan kedua pengantin itu untuk menuju altar pernikahan.


Suasana yang awalnya dipenuhi dengan kekesalan kini seketika berubah jadi haru.


Hansel bahkan diam-diam meneteskan air matanya ketika mengantarkan sang adik untuk menikah. dia masih ingat dengan jelas Bagaimana perjuangan mereka untuk tetap berpikir waras ketika sang ayah menikah dengan wanita laknat itu dan membuat keluarga mereka jadi hancur.


Untunglah kini semuanya telah membaik, Sampai akhirnya dia bisa mengantarkan Havana menikah.


Janji suci menggema begitu indah.


Sampai akhirnya janji suci itu pun usai dan membuat Denis Havana resmi jadi suami dan istri.


"Silahkan mencium istri anda," ucap pemandu dalam pernikahan tersebut.


Havana tersenyum lebar, siap menerima ciuman penuh cinta dari sang suami.


Denis pun mulai mengikis jarak, namun belum sempat bibir mereka menyatu, sudah terdengar suara yang cukup menganggu.


"Huwek!!" Aileen mual.


"Huwek!!" Aileen mual lagi hingga membuat semua orang cemas. Terlebih Hansel.


Ciuman pengantin itu pun urung berlangsung, bahkan seluruh keluarga sudah tidak peduli pada pengantin itu, semua berbondong-bondong membawa Aileen ke rumah sakit, Aileen yang wajahnya sudah nampak pucat.


Dan hari itu akhirnya Aileen dinyatakan hamil.


1 hari dengan 2 kabar baik yang terjadi. Pernikahan dan kehamilan.


Hari yang benar-benar indah.


...TAMAT...