Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 51 - Banyak Cinta


Pagi-pagi sekali kamar hotel Hansel sudah ramai dengan orang-orang dari tim WO pernikahannya.


Aileen didandani sangat cantik meski dengan rambutnya yang pendek, Havana pun tak mau kalah. Dia juga mengunakan perias yang sama dengan Aileen.


Robin dan Angeline juga datang kesini, sementara Helda, Freya dan Pharsa diminta untuk menunggu di kamar yang lain.


"Ayo kita ambil foto berdua dulu," ajak Havana saat dia dan Aileen sudah selesai dirias, terlihat sama-sama mempesona.


Kedua gadis itu tak sadar jika Angeline masuk ke dalam kamar ini.


Angeline berdehem untuk mengambil perhatian kedua gadis itu.


"Ehem."


Havana dan Aileen menoleh, melihat Angeline datang membuat senyum di bibir mereka sama-sama memudar.


Sementara Angeline berusaha tersenyum di depan kedua gadis itu.


"Kamu cantik sekali Aileen," ucap Angeline, seolah melupakan semua masa lalu kini dia bersikap begitu manis pada Aileen.


Angeline bahkan mendekat dan mengelus lembut pundak calon menantunya.


"Terima kasih Tante," jawab Aileen.


Havana hanya memutar bola matanya malas.


"Jangan panggil Tante, panggil Mama seperti Havana saat memanggil ku," ucap Angeline lagi dengan penuh percaya diri.


Dan Aileen hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Sementara Havana berusaha sekuat tenaga untuk menahan mulut agar tidak bicara kasar.


Dia tidak ingin merusak indahnya hari ini.


Jam 9 pagi tepat semua tamu undangan sudah berkumpul di ballroom hotel tempat diadakannya pesta.


Aileen dan Hansel pun sudah waktunya untuk mengucapkan janji suci di hadapan semua orang.


Semua tamu undangan takjub melihat betapa serasinya kedua pasang mempelai.


Aileen berjalan dengan memegang lengan Hansel, lengkap dengan bibir mereka berdua yang sama-sama mengukir senyum.


Dan di saat Aileen tengah merasakan kebahagiaan yang luar biasa, maka Helda dan kedua putrinya terus mengutuk gadis cantik itu.


Mereka benci hari ini, benci Aileen yang teelihat cantik dan benci karena Aileen yang akhirnya bersanding dengan Hansel.


Bibir mereka memang tersenyum saat menyapa semua orang, namun dalam hatinya mereka sungguh benci.


Sama halnya dengan Angeline, andai waktu bisa diputar maka kini harusnya dia lah yang bersanding dengan Hansel. Namun sadar tak bisa memutar waktu, Angeline hanya mampu mengepalkan tangannya kuat saat menyaksikan Hansel dan Aileen mengucap janji suci untuk sehidup semati.


Tes! Air mata Aileen jatuh diantara bibirnya yang tersenyum.


Kini ia sudah sah menjadi istri Hansel Braile.


Havana yang duduk di salah satu kursi pun ikut menangis, terharu. Sampai akhirnya dia merasakan sebuah pelukan hangat, pelukan dari sang ayah.


Robin memeluk Havana, anak kesayangannya.


Kedua orang itu saling memeluk seolah melupakan Angeline yang juga ada disana.


"Silahkan cium kening istri mu," ucap petugas pernikahan, memberi waktu dan tempat untuk sepasang pengantin baru ini saling menunjukkan cinta.


Aileen sedikit menunduk malu, karena kini mereka berada di hadapan banyak orang.


Tapi Hansel malah berpikir lain, dia mengira jika Aileen tidak akan puas jika hanya dicium di kening.


Jadi pria yang hari ini terlihat sangat tampan ini memutuskan untuk mencium bibir istrinya.


Hansel mengangkat dagu Aileen dan menjatuhkan sebuah ciuman dalam diatas bibir istrinya itu.


Sontak semua tamu undangan bersorak, ikut merasakan banyak cinta dari keduanya.