Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 77 - Kesempatan Untuk Menunjukan Diri


Setelah bersepakat dengan Hansel, Pharsa langsung kembali ke CSM pusat. Saat itu juga dia membuat pengumuman untuk semua petinggi CSM, bahwa akan ada rapat pemilihan Dirut yang baru berdasarkan pengajuan Proposal.


Para pemegang saham yang mendengar kabar itu pun setuju, mereka memang butuh gebrakan baru untuk tetap bertahan menjadi investor di Clarke Super Mall.


Mereka juga memberi waktu lebih sebelum akhirnya semua ganti rugi dikembalikan.


Mendapati respon baik dari para direksi dan pemegang saham, membuat Pharsa berpuas diri, setidaknya kini dia berhasil meredam kekacauan yang diciptakan oleh sang saudara, Freya.


Sementara itu di kantor Hansel, pria ini menyudahi semua pekerjaannya ketika waktu menunjukkan pukul 2 siang.


Kini dia tengah menunggu sang istri yang di jemput oleh Siska.


Bibir Hansel tersenyum saat dia mulai mendengar suara renyah istrinya datang, tawa Aileen dan Siska di luar sana mampu dia dengar karena pintu sengaja tidak di tutup rapat.


"Kak Hansel," panggil Aileen ketika dia membuka pintu, membuat senyum Hansel jadi semakin lebar.


"Kunci pintu nya," titah Hansel dan Aileen mengangguk seraya melakukan perintah itu. Lalu menghampiri sang suami dengan pelukan hangat lalu kecupan singkat di bibir.


Tapi Hansel tidak terima, dia kembali menyesap bibir istrinya hingga Aileen kehilangan keseimbangan tubuh, nyaris saja dia jatuh terdorong ciuman itu.


"Kaakk!" rengek Aileen, Hansel selalu saja membuatnya kesulitan untuk membalas.


"Lain kali kamu yang harus membuat ku kalah."


"Mana bisa, tenaga kak Hansel lebih kuat."


"Berarti kamu harus lebih cerdik."


Aileen mengerucutkan bibir dan Hansel langsung menarik istrinya untuk duduk di sofa.


Duduk dengan Aileen di pangkuan.


"Bagaimana kuliah mu? apa ada kesulitan?"


"Tidak, semuanya baik-baik saja. Teman-teman ku baik dan aku juga tidak kesulitan untuk memahami materi."


"Tidak ada pria yang mendekati mu?"


"Mana berani mereka melakukan itu, semua orang tahu jika aku adalah istri mu. Jangan lupa, pernikahan kita tidak di tutup-tutupi, jadi semua orang bisa tahu."


Hansel terkekeh pelan.


"Tidak juga, aku tidak buat salah kan?"


"Tidak, karena itu aku punya tugas baru lagi."


"Ha? ada lagi?"


Hansel mengangguk.


"Apa?" tanya Aileen.


Hansel lalu mengambil berkas di atas meja sofa itu, meminta Aileen untuk membuka nya.


"Clarke Super Mall sedang mengalami krisis, tingkat kepercayaan konsumen berkurang dan para pemegang saham ingin pengembalian modal. Itu karena Freya tidak memimpin CSM dengan baik. Ada beberapa fasilitas yang harusnya diperbaiki, namun Freya mengabaikan itu, lalu menggunakan semua keuntungan untuk hidupnya pribadi."


Telinga Aileen mendengar ucapan Hansel itu, sementara kedua matanya fokus membaca isi dokumen, tertera jumlah kerugian yang sangat besar.


Bahkan jika tidak ditangani dengan baik bisa jadi CSM akan gulung tikar, para konsumen pun enggan untuk mendatangi CSM.


Menyadari itu ada sesak di hati Aileen, mengingat bagaimana ayah dan ibunya yang bersusah payah untuk membangun Clarke Super Mall.


Mereka berdua bekerja sama, penuh cinta membangun perusahaan ini.


Tapi kini seolah perjuangan panjang kedua orang tuanya tidak ada arti, karena Freya dengan mudah menghancurkannya.


"Pharsa datang kesini dan meminta bantuan padaku untuk meminjam kan uang."


Aileen masih diam, dadanya yang sesak menciptakan embun di kedua matanya. Kini wanita kecil ini tengah menahan diri agar tidak menangis.


"Aku meminta sebuah syarat untuk memberikan pinjaman."


"Syarat?" tanya Aileen lirih, Hansel tahu wanitanya ingin menangis.


Lantas dengan segera Hansel menyingkirkan berkas di tangan sang istri dan memeluk Aileen erat.


Lalu menjelaskan secara rinci syarat itu dengan terus memeluk Aileen.


"Ini kesempatan mu untuk menunjukkan diri sayang, tunjukan bahwa kamu nona muda keluarga Clarke. Darah ayah dan ibu mu hanya mengalir pada mu saja, bukan Pharsa ataupun Freya."