Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 61 - Terima Kasih


Hansel bangkit lebih dulu dan pergi dari meja makan itu, tak peduli pada Angeline yang tergugu dengan wajah pias.


Angeline hanya mampu menatap punggung Hansel yang pergi menjauh lalu hilang di balik dinding.


Dia mengepalkan tangannya kuat, dalam benaknya kembali berandai-andai.


Andai waktu bisa diulang, andai Hansel memilih Freya atau Pharsa dan andai tidak ada Aileen diantara mereka.


Tidak, aku tidak akan menyerah Han. Aku akan dapatkan kamu kembali bagaimanapun caranya. Batin Angeline.


Dia sungguh tak terima jika semuanya jatuh di tangan gadis buruk rupa itu, Aileen tidak pantas mendapatkan kesempurnaan ini. Suami tampan dan kaya raya.


Sementara Dia?


Tidak, Angeline berulang kali tak terima takdir ini.


Di ruang tengah.


Hansel ikut duduk bersama Aileen dan Havana, dia duduk di kursi lain tidak bersebelahan dengan kedua wanita itu.


"Ganti berita," ucap Hansel, di jam pagi seperti ini pasti banyak tontonan tentang dunia bisnis.


Dan mendengar kedua kata itu membuat Aileen dan Havana sama-sama mengerucutkan bibir.


"Kak Hansel liat berita di lantai 2 sajalah, aku masih mau lihat ini," jawab Havana, dia dan Aileen sedang menonton acara gosip. Di lantai 2 juga ada ruang keluarga dan televisi.


Hansel tidak menjawab, dia malah menoleh dan menatap sang adik.


"Yang kamu tonton itu tidak ada gunanya untuk masa depan, apa manfaatnya mengetahui hidup orang lain. Lebih baik perluas wawasan, liat apa yang terjadi di negara ini. Perekonomiannya, masyarakatnya." ceramah Hansel panjang kali lebar hingga membuat Havana panas telinganya.


Sedangkan Aileen memilih diam, dia mau menonton apapun tidak masalah.


"Aileen," panggil Hansel setelah puas menceramahi Havana dan membuat adiknya itu memindah saluran televisi jadi berita.


"Apa Kak?"


"Tidak! kalau ada aku Aileen harus duduk di sebelah ku!" tolak Havana.


"Tapi aku mau duduk di dekat kak Hansel."


"Hiiihh!!" kesal Havana, dia mengepalkan kedua tangannya gemas, ingin menjambak-jambat rambut Aileen itu.


Namun belum sempat Aileen pindah di dekat Hansel, tiba-tiba terdengar suara bell rumah ini berdenting.


Aileen dan Havana jadi sama-sama melihat ke arah luar, penasaran siapa yang datang sepagi ini.


Kedua mata Aileen membola saat melihat siapa yang datang. Tanpa peduli rasa sakit yang masih bersemayam di inti tubuhnya dia langsung berlari menghampiri tamu itu.


"Bibi Rose!" teriak Aileen dengan Kedua tangan melebar dan mata berkaca-kaca.


Rose menyambut sang Nona, membuat mereka akhirnya bisa saling memeluk erat.


"Nona Aileen."


"Bi." Aileen akhirnya menangis juga, memeluk Rose baginya sudah seperti memeluk sang ibu dan ayah sekaligus.


Mereka berdua sama-sama merasa bahagia, sama-sama haru akhirnya bisa kembali bertemu.


Pelukan itu terlerai saat Aileen merasa punggungnya ada yang menyentuh, Hansel dan Havana sudah berdiri di belakang.


"Kak Hansel yang memanggil bibi Rose kesini?" tanya Aileen dengan sesenggukan pada sang suami.


Dan Hansel jawab dengan senyum di bibir dan anggukan kepala.


"Bibi Rose akan tinggal disini, menjadi pelayan pribadi mu," jelas Hansel.


Aileen tak mampu berkata-kata lagi, dia terlalu bahagia untuk semuanya. Tidak menyangka jika Hansel akan mengabulkan keinginannya secepat ini. Setelah tadi malam dia meminta dan sekarang bibi Rose sudah di depan mata.


"Terima kasih Kak." Hanya itu yang mampu Aileen ucapkan, diantara bibirnya yang tersenyum dan air mata bahagia yang kembali mengalir jatuh.