Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 80 - Dua Penjaga


Hari berlalu dan Robin telah mendaftarkan perceraian dengan Angeline di pengadilan.


Kabar perceraian itu langsung didengar oleh Hansel, tapi dia diam saja tidak memberikan sedikitpun kepedulian akan hal itu.


Bahkan Hansel memilih untuk berpura-pura tidak tahu juga tidak mengatakan apapun kepada Havana tentang kebenaran ini.


Dulu Robin diam-diam menikah dengan Angeline, dan kini dia pun tidak ingin tahu ketika ayahnya berpisah dengan wanita itu.


Hansel hanya memastikan jika Angeline tidak mengambil sedikitpun harta milik dia dan Havana.


Akhir pekan tiba.


Semakin membuat Hansel tidak peduli dengan perceraian sang ayah.


Hari ini dia akan pergi bersama dengan Aileen, Havana dan Denis untuk pergi ke bioskop.


Menonton salah satu film horor yang sedang booming.


Kata Havana ini akan jadi double date mereka, tapi kata Hansel ini hanya harinya dan Aileen saja.


Jam 5 sore 2 mobil beriringan meninggalkan halaman rumah utama keluarga Braile.


Mobil pertama adalah milik Hansel dan Aileen, sementara mobil kedua adalah milik Denis dan Havana.


"Kakak pacar, bisa tidak senyum sedikit?" tanya Havana, kini mereka tengah berhenti di lampu merah, gadis cantik ini ingin mengabadikan momen mereka dalam sebuah foto.


Namun wajah Denis tidak ada ramah-ramahnya, selalu datar tanpa sedikitpun senyum di bibir. Tatapannya bahkan terus kearah depan, tidak sedikit pun menoleh pada nya.


Dan mendengar pertanyaan Havana itu, akhirnya Denis menoleh melihat ada kamera yang menyala diantara mereka dia pun tersenyum kecil.


Senyum kaku yang membuat Havana langsung tertawa terbahak.


"Ya ampun, sepertinya kak Denis memang ditakdirkan untuk tidak tersenyum. Senyum kakak menyeramkan," ucap Havana, diantara tawanya yang masih tersisa.


"Ayo foto lagi, tapi Kak Denis tidak usah senyum, cukup lihat ke arah ku."


Denis menurut, ketika Havana mengarahkan kamera ke arah mereka Denis langsung menatap gadis cantik ini. Hingga menghasilkan sebuah foto yang sangat di sukai oleh Havana.


"Oh ya ampun, pacarku memang tampan sekali." gemas Havana ketika melihat layar ponselnya, dia gemas sendiri dengan foto itu. Bibirnya bahkan terus tersenyum.


Saking terpesonanya Havana, dia bahkan langsung memeluk lengan Denis erat. Lalu mendongak dan mencium pipi sang kekasih.


Deg! jantung Denis hanyalah jantung milik manusia normal, ketika mendapatkan kecupan itu dadanya pun berdebar. Namun yang terpancar di raut wajahnya tetap saja wajah datar.


Apalagi saat ini mereka tengah kencan, membuat suasana di dalam mobil ini jadi seperti lain dari biasanya.


Seperti lebih banyak bunga-bunga.


Ketika lampu lalu lintas berubah hijau, Denis kembali melajukan mobilnya. Dia biarkan Havana yang terus memeluk lengannya erat, demi gadis ini dia bahkan terus menyetir hanya dengan satu tangan.


Sampai di bioskop, Denis kira Havana akan terus bergelayut manja di lengannya.


Sesuatu yang juga di bayangkan oleh Hansel bahwa istrinya akan terus mendekapnya erat.


Tapi ternyata dugaan kedua Pria ini salah besar.


Aileen dan Havana malah mengacuhkan mereka dan berpelukan sendiri, berjalan dengan saling memeluk lengan dan tertawa bersama.


Sementara Hansel dan Denis lebih mirip dua penjaga mereka.


"Apa ku bilang, Havana hanya menganggu hari ku dan Aileen. Jadi nanti, belilah tiket yang tempat duduknya berjauhan. Mengerti?"


"Baik Tuan."