Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 56 - Saling Berdebar


Havana masih ingin menonton drama kesukaannya di ruang keluarga lantai 1, sementara Hansel langsung mengajak Aileen untuk kembali ke kamar.


Hansel ingin menghabiskan banyak waktu bersama sang istri, meski hanya saling bicara dan saling memeluk rasanya jadi begitu berharga jika dia habiskan bersama Aileen.


6 hari kedepan, Hansel memutuskan untuk tidak pergi bekerja. Sedangkan Aileen hanya libur 3 hari, setelahnya akan kembali masuk ke perkuliahan lagi.


Hansel sengaja mengambil libur lebih banyak, agar bisa antar jemput istrinya kuliah. Juga melihat secara langsung bagaimana sang istri saat berada di kampus.


"Kak?" panggil Aileen ketika mereka sudah berada di dalam kamar.


"Hem," jawab Hansel singkat, Aileen yang sudah biasa dengan jawaban singkat seperti itu tidak merasa terganggu sedikit pun.


"Kenapa buru-buru kembali ke kamar? sekarang saja belum ada jam 9."


"Aku ingin berdua dengan mu."


"Kak Hansel ingin melihatku menggunakan lingerie itu?" tanya Aileen dengan malu-malu, bahkan kini kedua pipinya sudah merah merona. Juga berulang kali menurunkan pandangan dan mengigit bibir bawahnya sendiri.


Dalam otak Aileen sudah terbayang saat mereka melakukan sebuah penyatuan.


Hansel tersenyum, dia mengelus puncak kepala Aileen dengan sayang kemudian menarik istrinya untuk duduk di sofa.


Tidak pangku-pangkuan, hanya duduk bersebelahan dan Hansel memeluk pinggang istrinya erat.


"Kamu sungguh ingin melakukannya?"


Aileen mengangguk.


"Kenapa? Rasanya pasti sakit," ucap Hansel lagi.


"Malam pertama tidak akan bisa diulang Kak, hanya ada malam ini dan aku ingin menciptakan kenangan yang indah," jawab Aileen, tanpa ragu dan membalas tatapan Hansel tak kalah dalam.


Seolah saat mengatakan itu Aileen benar-benar telah dewasa dan siap. Bukan lagi gadis kecil yang gampang takut dan gugup.


Hansel lantas mengikis jarak dan mencium bibir istrinya cukup lama, memberi banyak lumataan hingga Aileen memejamkan mata.


"Pakailah lingerie mu, aku akan tunggu disini."


"Benarkah?" tanya Aileen dengan mengulum senyum dan Hansel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Lantas tanpa menunggu lama Aileen berlari mengambil lingerie itu di lemari dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Meninggalkan Hansel yang tersenyum dengan menahan perasaan yang entah di dalam hati.


Sebenarnya dia belum ingin melakukan ini, meski hasratnya pun selalu bergelora namun akal sehatnya masih bisa menahan.


Tapi melihat kesungguhan Aileen membuatnya lemah, dia tidak akan menolak sang istri dan membuatnya murung.


Aku pasti tidak akan bisa berhenti setelah merasakannya. Batin Hansel, lalu membuang nafasnya keras.


Dan saat itu juga dia melihat pintu kamar mandi yang terbuka.


Deg! seketika jantung Hansel berpacu lebih cepat saat melihat Aileen menggunakan baju tipis itu.


Rambutnya yang pendek membuat pundak dan leher putih mulusnya makin terlihat dengan jelas.


Juga dadanya yang kecil menyembul dengan malu-malu.


Hansel menelan ludah saat melihat Aileen mulai berjalan mendekat, seketika tatapan Hansel terkunci pada kain segitiga kecil yang ditutup baju transparan itu.


"Kak," lirih Aileen ketika sudah berdiri di hadapan sang suami. Ditatap intens oleh Hansel ternyata mampu membuat tubuhnya berdesir. Dia bahkan menjepit kakinya sendiri ketika merasakan ada getaran yang tiba-tiba mendatangi intinya begitu saja.


"Sini," titah Hansel seraya menepuk pangkuannya.


Aileen menurut, dia duduk di atas pangkuan Hansel dan menggantungkan kedua tangan di leher sang suami.


"Kak Hansel menyukainya?"


"Sangat," balas Hansel singkat, sesaat mereka hanya saling tatap, saling tersenyum dan saling berdebar.