
Jam 4 sore Aileen, Havana dan Siska keluar dari dalam bioskop. Aileen yang masih terbayang-bayang akan film itu pun jalannya tidak fokus.
Jadi dia ditarik oleh Havana dan hanya mengikuti langkah calon adik iparnya ini.
"Kak Siska, setelah ini kita langsung pulang saja. Kakak boleh langsung pulang ke rumah," ucap Havana.
Tapi Siska tidak langsung mengiyakan, dia malah curiga Havana punya rencana lain.
"Baik Nona, tapi saya akan antar Anda dan nona Aileen sampai di apartemen," jawab Siska membuat bibir Havana sedikit mencebik.
Karena memang benar, dia masih ingin melakukan banyak hal bersama Aileen dan akan seru jika hanya berdua.
Tapi Siska terlalu patuh pada Hansel, hingga tidak semudah itu untuk mengusirnya.
Sampai di lobby lantai 1 Clarke Super Mall , tanpa sengaja tubuh Aileen menabrak seorang gadis. Tabrakan cukup keras hingga membuat Aileen dan gadis itu sama-sama terhuyung.
"Kalau jalan lihat-lihat!" kesal gadis itu yang entah siapa, dia terlihat membenahi bajunya yang sebenarnya baik-baik saja. Gadis itu dia tidak sendiri, dia bersama dengan kedua temannya.
Jika dilihat-lihat ketiga gadis ini masih SMA.
"Maaf, apa ada yang terluka?" tanya Aileen sedikit cemas.
"Makanya jangan melamun! memangnya Mall ini milik mu! jalan sembarangan!" kesal gadis itu, entah kenapa melihat lawan bicaranya ini membuat dia marah.
Mungkin karena di matanya Aileen terlihat lemah.
Siska sangat tidak terima calon istri sang Tuan dibentak seperti itu, sama halnya juga dengan Havana.
Apalagi Aileen sudah meminta Maaf, atas kesalahan yang sebenarnya sama-sama mereka berdua lakukan.
Siska dan Havana sudah bersiap untuk melontarkan kata-kata tajam, namun urung karena kalah cepat dengan Aileen.
"Mall ini memang milik ku, apa mau mu?" tanya Aileen dengan nada sombong, satu yang dia tahu, ketika ada orang angkuh maka dia harus membalas lebih angkuh lagi.
"Dasar tidak tahu malu, lihatlah penampilan mu. Seorang gadis yang terlihat seperti laki-laki." Ledek gadis itu.
"Apa salahnya? setidaknya aku tidak berjerawat seperti dirimu. Coba bercerminlah, bedak mu itu terlalu tebal. Kamu masih kecil tapi sudah seperti mama ku!" balas Aileen.
Membuat Havana dan Siska sama-sama terperangah, meski beberapa kata-kata yang diucapkan oleh Aileen sedikit mirip dengan salah satu dialog dari film yang tadi mereka tonton.
"Kurang ajar!" Gadis itu menjambak Aileen dan Aileen pun membalas, hingga terjadilah perkelahian diantara mereka.
Havana tak tinggal diam, dia ikut menarik gadis asing itu hingga terlepas dari Aileen.
Namun hal itu malah memicu perkelahian yang sesungguhnya, 2 lawan 3.
Sementara Siska yang bingung harus bagaimana, akhirnya ikut berkelahi juga. 3 lawan 3.
Mereka semua terlerai saat pihak keamanan Mall mulai ikut andil.
Kini ke 6 wanita itu berada di ruang keamanan Mall, di amankan dan diusahakan terjadi perdamaian.
"Aku akan menuntut kalian!" kesal gadis itu yang tidak ingin damai, namanya Clarisa.
"Tenanglah! jika tidak aku akan panggil pihak kepolisian saat ini juga!" ancam petugas keamanan.
Clarisa diam, berulang kali menyentuh kepalanya yang masih pedih.
Saat ini mereka tengah menunggu para orang tua untuk datang kemari.
"Hav, bagaimana ini? kak Hansel pasti marah," bisik Aileen, karena mereka memanggil Hansel sebagai wali.
Namun belum sempat Havana menjawab, orang yang mereka takuti akhirnya tiba juga.
Hansel datang dengan tatapan yang paling tajam.