Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 76 - Kesepakatan


Hari ini Hansel mulai kembali bekerja. Aileen membantu memasangkan dasi untuk sang suami.


"Kamu jam 2 sudah pulang kan? nanti langsung ke kantor saja ya?" tanya Hansel bertubi dengan kedua mata yang menatap lekat wajah Aileen. Wajah sang istri yang tengah serius memasangkan dasi untuknya.


"Iya, nanti aku sendiri yang kesana, Havana selesai jam 4."


"Tidak apa, nanti biar Denis yang jemput Havana, ku rasa dia lebih suka seperti itu."


Aileen mengangguk, selesai pembicaraan mereka selesai pula dia memasangkan dasi.


Sampai di kantornya, Hansel langsung di sambut oleh senyum lebar Pharsa.


Wanita ini sudah datang sejak pagi, karena sebelumnya sudah membuat janji jadi Pharsa dipersilahkan untuk menunggu di ruangan sang CEO.


"Kak Hansel," sapa Pharsa, dia ingin berjabat tangan lalu cium pipi kiri dan kanan, tapi sikap dingin Hansel membuat rencananya itu buyar. Bahkan Hansel masuk ke dalam ruangan ini bersama dua karyawannya yang lain, asisten Denis dan sekretaris Siska.


Senyum lebar Pharsa bertahan sirna, hilang sudah kesempatannya untuk berdua dengan Hansel dan hal ini cukup membuat hatinya jadi buruk.


Bagi Hansel saat ini mereka bertemu untuk membicarakan bisnis, jadi tidak perlu membuang waktu untuk basa basi.


Mereka semua duduk di sofa ruangan itu.


"Aku sudah membuat dokumen kesepatakan, jika kamu setuju aku akan segera memberikan uang yang kalian minta," ucap Hansel, memulai pembicaraan ini.


Denis pun langsung menyerahkan dokumen yang Hansel maksud, Pharsa menerima itu dan membukanya.


"Jika ada yang perlu diperbaiki, Siska akan mencatatnya."


"Rapat direksi? Proposal?" tanya Pharsa, dahinya berkerut ketika membaca 3 kata itu.


Tidak menyangka jika Hansel akan sedetail ini membuat kesepatakan, mengingat bahwa kini mereka adalah keluarga.


Bagaimanapun Hansel adalah adik iparnya.


"Benar, aku ingin kalian melakukan rapat direksi. Lalu mengumumkan pada semuanya jika ada 3 pewaris yang berhak mengelola Clarke Super Mall, Kamu, Freya dan Aileen."


Mendengar itu Pharsa terdiam, menunggu apa sebenarnya maksud Hansel. Meski dia mulai kesal ketika membawa-bawa nama Aileen disini.


"Aku tidak ingin modal yang ku keluarkan hilang begitu saja seperti milik para pemegang saham. Aku juga tidak percaya kamu bisa memimpin CSM dengan baik, apa lagi kamu datang kesini hanya dengan tangan kosong. Tidak ada solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi di CSM ..."


"Jadi adakan rapat direksi dan lakukan pemilihan suara untuk memilih siapa yang paling pantas menduduki posisi Direktur Utama..."


"Kamu, Aileen dan Freya harus punya proposal baru untuk mengatasi krisis dan membangun CSM lebih baik, setelah para dewan direksi memilih, barulah aku akan mengeluarkan berapapun uang yang kalian butuhkan."


Pharsa terdiam seribu bahasa, dia tidak tahu harus bagaimana. Seolah apapun keputusan yang akan dia ambil jadi salah.


Tidak, aku tidak boleh ragu. lagipula Aileen dan Freya tidak akan mampu mengalahkan aku. Tentang proposal itu jelas nanti milik ku adalah yang paling sempurna. Ya, Aileen ataupun Freya tidak akan punya solusi untuk ini semua. Batin Pharsa.


"Baiklah, hari ini juga aku akan membuat pengumuman. Lalu satu minggu lagi kita adakan rapat direksi itu," balas Pharsa dengan kepercayaan diri yang luar biasa.


Baginya Aileen terlau bodoh dan Freya terlalu ceroboh, hanya dia yang paling bersinar.