Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 66 - Duduk?


"Nanti malam pulang lah kesini, jadi besok pagi kita bisa langsung membicarakan tentang pertemuan mu dengan Tuan Erzan," ucap Hansel, setelah sang istri duduk sempurna di atas pangkuannya. Dia juga memeluk pinggang Aileen agar istrinya ini tidak jatuh.


Erzan adalah pemeran utama di novel lain Author yang berjudul Finding Lost Wife. Kini dia tengah mengalami kehamilan simpatik, dan tiba-tiba membayar mahal Hansel untuk membuatkannya hunian mewah baru sebelum sang istri melahirkan.


Erzan ingin pindah dari rumah utamanya yang menyimpan banyak kenangan buruk, lalu membangun rumah baru dan menciptakan kenangan indah disana.


"Baik Tuan."


"Dan satu lagi, makan siang lah disini. Nanti pergi sekaligus mengantarkan Havana kuliah. Pulang nanti biar aku yang jemput."


"Baik Tuan." Setelah itu Denis pamit undur diri dari sana, meningakjan sang tuan dan nyonya memiliki banyak waktu berdua.


Tadi saat ada Denis, Aileen duduk menghadap asisten sang suami meski dia duduk di atas pangkuan Hansel. Dan setelah Denis pergi, Aileen baru memutar tubuhnya dan menggantungkan kedua tangan di leher suaminya ini.


"Nanti malam kak Denis menginap disini."


"Jangan panggil kak, panggil saja asisten Denis."


Aileen mengangguk, lalu kembali mengulang pertanyaanya ...


"Nanti malam asisten Denis menginap disini?"


"Hem, mungkin selama aku libur Denis akan sering menginap disini. Dia akan tidur di salah satu kamar di lantai 1."


Aileen angguk-angguk paham.


"Kak."


"Hem."


"Nanti sore ayo kita berenang?"


"Kamu bisa berenang?"


"Tidak, tapi kan ada kak Hansel."


"Baik lah. Mau air dingin apa air hangat?"


"Memangnya bisa? kolam itu kan luas sekali."


"Bisa."


"Air dingin saja, tapi aku tidak punya baju renang."


"Nanti aku akan minta Denis untuk membelikannya."


"Tapi jangan bikini, baju renang yang tertutup. Bajunya panjang, terus celananya baru pendek."


Setelah tak ada kata kini mereka saling tatap, dan mendapati tatapan dalam Hansel membuat Aileen seketika gugup.


Apa lagi saat di rasa olehnya jika sang suami mulai mengikis jarak, semakin mendekat ke arah bibirnya.


Akhirnya Aileen hanya bisa pasrah, dia memejamkan mata saat bibirnya mulai dijangkau oleh sang suami. Dilumaati dengan lembut hingga Aileen sedikit melenguh.


Lalu lama-lama membalas ciuman itu dan semakin memeluk suaminya erat.


"Kak, jangan disini," ucap Aileen saat Hansel mulai menurunkan retsleting di balik punggungnya. Saat ini Aileen menggunakan gaun yang sangat cantik, bibi Rose dan Havana tidak lagi ingin melihat bocah laki-laki di tubuh Aileen.


Dan Hansel tidak pernah mempersalahkan itu, baginya bagaimanapun Aileen akan selalu terlihat cantik.


"Lalu dimana?"


"Di kamar," jawab Aileen cepat.


"Kenapa tidak disini? kita kunci saja pintu nya."


"Terus tidurnya dimana?"


"Tidak tidur."


"Lalu?"


"Duduk."


"Duduk?" ulang Aileen membeo, otaknya bahkan langsung coba membayangkan bercinta dengan duduk itu seperti apa. Lalu terbayang salah satu adegan di film Return My One Night Stand yang pernah dia tonton. Saat yang wanita menari di atas tubuh sang pria.


Aileen menelan ludah.


"Iya, duduk seperti ini."


"Su-sudah paham kok," jawab Aileen gugup.


Hansel tersenyum miring dan mulai menggendong sang istri seperti bayi koala ke arah pintu.


Mengunci pintu ini rapat lalu pindah ke kursi sofa yang ada disana.


Hansel duduk dan memangku Aileen, menempatkan sang istri berada tepat di atas intinya yang mulai berubah bentuk.


"Siap?"


Aileen mengangguk.