Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 47 - Hukuman Lagi


Pagi.


Hari ini adalah hari pertama Aileen dan Havana kuliah di Imperal College University (ICU).


Aileen masuk pagi sementara Havana masuk siang. Tapi khusus untuk hari ini Havana akan tetap datang ke kampus di pagi hari, mengantar Aileen kemudian dia akan bermain.


"Aileen, Havana! Cepatlah!" teriak Hansel dari ruang tengah, sudah jam 7 tapi kedua gadis kecil itu belum siap juga untuk pergi.


Tiap ada jam pagi Hansel akan mengantar mereka berdua. Jika kuliahnya siang maka supir yang akan mengantar.


"Aileen, Havana, cepat!" suara Hansel lebih tinggi karena dia takut di perjalanan nanti malah akan terjebak macet.


"Iya Kak sebentar!" Havana yang menyahuti.


Tapi Hansel tetap saja berdecak kesal, di hari pertama kedua gadis itu kuliah mereka malah kesiangan seperti ini.


"Ai_"


"Iya iya iya!" sahut kedua gadis itu bersamaan. Sedikit berlari dan menghampiri sang kakak yang berada di ruang tengah.


Havana memimpin langkah sementara Aileen seperti sendang bersembunyi di balik tubuh sang calon adik ipar.


Dan melihat kedatangan kedua Gadis itu Hansel langsung menyipitkan mata dan menatap tajam pada keduanya.


Sontak saja Hansel melenggangkan kedua tangannya di pinggang, lalu salah satu tangannya kembali naik dan merenggangkan dasi yang sudah dia pasang.


"Ganti baju sebelum Aku marah," ucap Hansel dengan suaranya yang penuh penekanan.


Havana mencebik dan Aileen dibelakang diam takut-takut.


"Kenapa harus ganti baju sih Kak? ini kan sopan pakai baju panjang!" bela Havana, tiap dia bicara selalu bernada tinggi dan menggebu-gebu. Bukan berarti dia sedang marah tapi memang seperti itulah caranya bicara.


"Aileen," panggil Hansel yang tidak peduli dengan pembelaan sang adik.


Dan Aileen yang namanya dipanggil jantungnya langsung seperti mendapatkan serangan mendadak.


Perlahan dia keluar dari balik tubuh Havana dan menampakan diri dengan jelas.


"Ganti baju mu, mengerti?"


"Iya Kak," cicit Aileen. Saat ini dia mengunakan rok diatas lutut. Pahanya yang putih mulus bisa dilihat dengan jelas.


Havana juga menggunakan baju senada, mereka berdua persis seperti gadis kembar yang sangat cantik. Hanya berbeda di tinggi badan dan potongan rambut.


Awalnya Aileen tidak ingin menggunakan baju ini dan memilih memakai celana jeans panjang seperti biasa, tapi Havana memaksa. Mengatakan jika baju seperti inilah yang sedang trend di kampus.


"Kak Hansel tidak asik!"


"Kan aku sudah bilang, lebih baik kita pakai celana."


"Itu tidak keren Ai."


"Lebih baik tidak keren daripada dimarah."


"Sekarang kamu pintar menjawab ucapanku ya?"


Aileen terkekeh.


Dengan cepat mereka ganti baju dan akhirnya pergi menuju kampus.


Di dalam mobil yang terus melaju, Hansel terus memasang wajahnya yang kesal. Membuat suasana di dalam ruang kecil ini jadi sedikit mencekam.


Aileen yang duduk disampingnya jadi membeku, sementara Havana yang duduk di kursi tengah malah asik sendiri dengan ponselnya.


15 menit kemudian, mereka sampai di gedung perkuliahan.


"Hav," panggil Hansel, tatapannya masih lurus kedepan.


"Apa Kak?"


"Berikan ponsel mu."


"Untuk apa?"


"Berikan." titah Hansel lagi, membuat Havana mencebik dan mulai sadar jika tengah di marah.


"Aileen tidak akan menggunakan rok sependek itu andai bukan gara-gara kamu. Jadi hari ini ponsel mu ku ambil."


Havana makin mencebik, seraya menyerahkan ponsel itu ke depan.


"Turun," titah Hansel.


Aileen juga ingin turun, tapi pintu milik dia masih dikunci.


Jadi hanya Havana yang keluar.


Semangat Aileen, cium lebih dalam agar pria tua itu tidak marah. Batin Havana, seraya menutup pintu mobil dengan pelan.


Lalu menyingkir dan menunggu di sudut parkiran.