Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 46 - Satu Detik


Masih saling memeluk, tiba-tiba perhatian Aileen dan Hansel teralihkan ke arah televisi, saat di dalam sana tengah menampilkan adegan sepasang kekasih yang sedang berciinta.


Aileen mendelik, sungguh tidak menyangka jika di episode ini akan ada adegan seperti itu. Dia baru 3 hari ini menonton dengan Havana.


Mana tau jika cerita ini juga adalah cerita dewasa.


Suara decapan dari televisi itu terdengar jelas, membuat Aileen dan Hansel jadi mendadak canggung.


Tidak! canggung itu hanya dirasa oleh Aileen. Sementara Hansel masih mencoba biasa saja, tidak ingin terpengaruh dengan adegan itu.


Hansel tidak ingin, karena hal itu membuat hubungannya dengan Aileen jadi canggung dan renggang.


Hansel sudah sangat nyaman dengan pelukan ini.


"Saat sudah menikah nanti, kita akan tidur berdua," ucap Hansel, mengalihkan pembicaraan.


Tapi pembicaraan seperti itu malah semakin membuat Aileen gugup.


"A-apa nanti kita akan me-me_"


"Me apa?" potong Hansel dengan bibirnya yang tersenyum. Membuat Aileen urung untuk mengatakan tentang melakukan hubungan suami dan istri yang sesunghuhnya. Seperti yang dia lihat sedari kemarin.


"Apa kamu ingin melakukan seperti Itu?" goda Hansel sambil menunjuk televisi dengan dagunya.


Aileen yang sungguh merasa malu langsung saja memukul dada pria ini. Membuat Hansel tertawa cukup keras.


Ternyata menggoda Aileen sangat menyenangkan.


"Aku tidak akan melakukannya sebelum kamu lulus kuliah, jadi jika ingin segera melakukan itu. Cepat-cepatlah lulus."


"Iihh kenapa kesannya jadi aku yang sangat ingin."


"Memang iya kan? dari kemarin kamu belajar seperti itu terus."


"Itu Havana yang ajak, drama ini juga gara-gara Dia."


"Tapi kamu jadi belajar juga kan? apa ingin mempraktekkan nya dengan Ku?"


"Kak Hansel!!"


Tawa Hansel semakin pecah.


Havana tersenyum, sangat bersyukur karena kebahagiaan sang kakak telah kembali.


Dan lebih merasa bersyukur lagi karena wanita yang berhasil mengobati luka kakaknya adalah Aileen.


"Sudah lah aku mau tidur!" kesal Aileen, sedari tadi Hansel terus menggodanya. Membuat kedua pipinya merah merona dan jadi salah tingkah sendiri.


"Tidak ingin memberikanku ciuman selamat malam sebelum pergi?" tanya Hansel, yang lagi-lagi menggoda gadis kecilnya.


"Tidak mau!"


"Sedikit saja," ucap Hansel, seolah merengek padahal hanya ingin menggoda. Lagi pula Hansel yakin jika Aileen tidak akan berani melakukan itu.


Tapi ternyata dugaannya salah besar, dalam sekejap saja Aileen yang sudah berdiri tiba-tiba jatuh ke dalam dadanya dan mengecup bibirnya sekilas.


Cup! satu detik kemudian gadis kecilnya ini berlari menuju kamar, meninggalkan dia yang jadi membatu duduk di atas sofa itu.


"Astaga! Gadis kecil itu benar-benar minta di hajar," gumam Hansel. Dia menyentuh bibirnya sendiri yang terasa kebas. Hanya kecupan singkat namun berhasil membuat seluruh tubuhnya bergetar.


Sementara Aileen buru-buru berlari dan menutup pintu kamarnya dengan cepat, hingga tanpa sadar seperti membanting.


"Astaga Aileen! kamu membuatku terkejut!"


Aileen tidak menjawab, gadis ini malah langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan menutup wajahnya menggunakan bantal.


Sumpah, saat ini dia sangat malu! tapi Hansel terus menggodanya. Membuat dia bingung. Antara perintah atau hanya meledek.


"Aileen, apa yang kamu lakukan?" tanya Havana, matanya mulai menyipit, curiga.


"Kamu dan kak Hansel habis berciuman ya?" tanya Havana langsung, makin membuat Aileen malu sampai ke ubun-ubun.


"Aileen!!" Havana yang gemas menarik bantal itu dan melihat wajah Aileen yang merona.


Tawa Havana langsung pecah 🤣


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa vote dan hadiahnya y 💋