ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bonus chapter


Pagi yang cerah di mansion. Dean yang berprofesi sebagai Dokter masih bermalas-malasan di tempat tidurnya. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.


Tok… tok… tok. Terdengar suara ketukan dan panggilan ibunya.


Dean yang mendengar itu pun membuka matanya dengan malas. “ Ibu! Biarkan Dean istirahat! Semalam Dean ada jadwal operasi dan itu memakan waktu yang cukup lama. Biarkan Dean tidur sebentar lagi!” ucap Dean pada Ibunya Bella.


“ Yaa! Ibu tahu, Nak! Tapi tidak bisakah kau bangun! Pergi jalan keluar atau kemana! Cari jodoh! Ibu ingin segera punya menantu dan cucu, masa di usiamu yang ke dua puluh tujuh tahun ini belum pernah punya pacar?” dengus Bella.


Dean terduduk dan menghela napasnya panjang.


“ Haahh.. lagi-lagi jodoh.. minta aja Dion nikah duluan!” gumam Dean.


“ Dean jika kamu tidak segera mandi, ibu akan menyuruh adikmu Destin masuk ke kamarmu untuk membangunkanmu.”


Seketika Dean panik. “ Ya.. ya.. Ibu! Dean bangun! Jangan suruh Destin ya.”


Destin adalah adik kesayangannya, yang berusia lima belas tahun, dia kalau membangunkan kakaknya suka menduduki punggung Dean, selain itu dia akan mengacak-acak semua yang ada di kamar Dean, agar dia terbangun.


Dengan langkah malas Dean berjalan ke kamar mandi.


Sekarang Dean berkumpul dengan keluarganya. Disana sudah ada, Dion adik kembarnya, Destin adik bontotnya yang sangat dia sayangi, dan tentu saja kedua orang tuanya Nelson dan Bella.


Sarapan berjalan dengan tenang sebelumnya, tapi ketika Dion membuka suara dan menanyakan topik sensitif bagi Dean.


“ Kapan Kakak mengenalkan pacar kakak ke kami!” tanya Dion pada Kakaknya Dean.


Belum sempat Dean menjawab ibunya sudah lebih duluan bicara.


“ Kamu tahu, adikmu Dion tidak mau menikah kalau kamu tidak menikah duluan, Ibu heran, kenapa kamu bisa memberikan jodoh pada Oliver dan Yohan sedangkan kamu tidak pernah pacaran. Karena kamu tak kunjung punya pacar pikiran gila Ibu muncul, yang menganggap kamu menyukai sesama jenis. Tolong katakan pada Ibu kamu masih normal!”


Perkataan Ibunya sukses membuat mata Dean semakin membulat, dan membuat Nelson, dan Dion tertawa. Bagaimana dengan Destin?


Oh, dia hanya sibuk dengan makanannya, dia tidak peduli dengan perbincangan orang dewasa itu.


“ Oh astaga Ibu! Dean masih normal! Dean masih menyukai perempuan! Lagi pula, Dean masih dua puluh tujuh tahun. Kalau Ibu mau punya cucu, Ibu minta Dion nikah sama Riani, atau ibu beri adik lagi buat Destin.” Jawab Dean sambil mengacak rambutnya kesal.


“ Baiklah, sekarang Ibu ingin kamu buktikan kepada ibu kalau kamu normal!” ucapan Bella sukses membuat semua orang yang di meja makan bingung.


“ Apa perlu ibu mengurungmu dengan seorang perempuan di kamar!”


Nelson terkejut begitu juga Dion dan Destin mendengar perkataan Bella barusan.


“ Sudahlah, istriku. Bagaimana bisa kamu menyuruh Dean seperti itu. Anak kita itu masih normal. Biarkan Dean memilih jodohnya sendiri.” ucap Nelson menenangkan istrinya.


“ Huh.. baiklah.”


Di sebuah dapur restoran, seorang Chef cantik sedang sibuk dengan masakannya.


Perkenalkan, dia adalah Erina Jiang, usianya dua puluh tiga tahun pemilik restoran sekaligus chefnya.


“ Erin!” teriak seseorang saat membuka pintu dapur yang sedang sibuk.


“ Emm. Tidak usah berisik, Sisil!” jawab Erina.


“ Hehehe, maaf ya chef!” tutur nya yang saat ini sudah berada disamping Erin yang sedang sibuk dengan masakannya.


“ Ngapain kesini?” tanya Erin dengan wajah jutek dan plus datar.


“ Jadi aku tidak boleh ke sini?” tanya Sisil balik yang bikin Erin kesal banget. Gimana tidak, di restoran dia lagi rame, terus sahabatnya datang pake acara teriak-teriak.


“ Ya ampun Sisil ku, jangan ngambekkan dong, ini lagi banyak pelanggan, jadi jangan ganggu dulu oke? Ini juga bentar lagi ada tamu VVIP yang datang, jadi mending kau pergi keruangan aku dulu, duduk tenang di sana. Ngadem atau ngapain gitu, asal ruanganku jangan diberantakkin.”


“ Huftt.. iya deh, ngomong-ngomong, bawa makanan ya sekalian. Hehehe, aku pergi dulu, di tunggu kedatangannya!” ucap Sisil yang sudah berjalan ke arah luar.


Erin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Sisil. Setelah cukup selesai dengan pekerjaanya, dia memberikan tugasnya itu kepada bawahannya.


“ Rey, tolong kau kerjakan ini ya. Yang lainnya, jika tamunya sudah datang tolong layani sebaik mungkin. Terima kasih!” ucap Erin tegas.


“ Baik, Chef!”


Setelah itu Erin pergi menuju ruangannya sambil membawa makanan pesanan Sisil tadi.


“ Lah, ini bocah satu kapan datangnya?” teriak Erin saat melihat sahabat lainnya datang.


Alexa Xiang, gadis blasteran China-Inggris.


“ Ada apa, Alex?” tanya Erin ke Alexa yang seketika membuat gadis blasteran itu marah. “ Alex.. Alex pala lo? Kalau mau manggil nama itu yang lengkap. Lah ini? Alex.. Alex! Kamu pikir aku cowok?”


“ Lagi galau masih sempat ngelucu aja? Biar aku tebak, pasti gara-gara atasan kamu itu kan?” Tebak Erin yang dibalas anggukan oleh Alexa.


“ Dia buat kamu nangis lagi? Mau aku labrak dia?” ucap Erin kesal.


“ Jangan, ah! Entar dia bisa pecat aku.” jawab Alexa.


“ Heh! Dia cowok bukan sih? Hobinya bikin anak gadis orang baper terus tiba-tiba di jatuhin aja gitu? Setelah dia bawa anak orang terbang setinggi langit, kemudian dijatuhin sedalam dasar laut?”


Sisil yang mendengar pernyataan Erin menganggukkan kepala pertanda dia setuju dengan Erin.


“ Iya juga sih, aku bingung. Atau dia transgender?” tebak Sisil yang bikin kedua sahabatnya menatap dengan wajah datar.


“ Apa hubungannya dengan transgender, aneh?! balas Alexa.


“ Udah jangan berantem. Udah lah Alexa, mending nolongin aku. Berhenti kerja di sana. Tidak baik untuk kesehatan jantung dan jiwa kamu. Tekanan darahku bisa naik, gara-gara dengar keluhanmu terus. Aku tidak suka sahabat aku nangis gara-gara cowok tidak jelas wujudnya. Termasuk kamu, Sisil. Entar kalau cowok kamu nyakitin, siap-siap aku masak jadi kare.”


“ Huaa… Erin panutanku!” Sisil jadi terharu.


“ Yah. Terus entar aku tidak ketemu dia lagi dong. Lagi pula, aku nolongin kamu ngapain, Rin? Aku tidak pandai masak. Heran, punya teman pada tidak waras. Aneh semua.” Ketus Alexa.


“ Heh, Aneh-aneh gini kan…” belum selesai Erin berbicara tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.


Tok… tok.. tok


“ Masuk” teriak Erin


“ Maaf menganggu Chef, seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan jus sehingga membuat baju tamu kotor. Dan dia ingin bertemu, Chef.”


Lalu Erin menganggukkan kepalanya pertanda dia mengerti. “ Silahkan keluar, saya menyusul!”


“ Berwibawa banget ya kamu, kalau di depan pegawai.” celetuk Alexa.


“ Padahal kalau sama kita, urat malumya kadang suka putus ya Alex.”tambah Sisil.


“ Sisil! Kamu jangan ikutan panggil aku Alex kayak Erin deh.”


“ Silahkan di lanjutkan bertengkarnya. Saya tidak suka kalian akur. Aku tinggal dulu.”


Setelah Erin keluar, kedua sahabatnya itu masih tetap melanjutkan argumennya.


Sekarang Erin ada di tempat kejadian peristiwa. Di sana sudah ada dua orang Pria. Dan, sepertinya pria tampan bermata zamrud dan tinggi itulah yang kena tumpahan jus itu. Bisa dilihat dia marah-marah sambil menanyakan siapa manajer di restoran tersebut.


“ Ini manajer nya mana huh! Saya bisa menutup restoran ini, karena pelayanannya tidak begus.” Semua pelayan hanya menunduk tidak mau menjawab.


Seketika Erin berdecak malas melihat keangkuhan orang tersebut.


“ Tutup saja kalau bisa.” jawab Erin dengan percaya diri.


Dan, bisa di lihat kedua pria tersebut menatap Erin dengan bingung.


“ Anda siapa?” tanya Pria satunya.


“ Saya pemiliknya.” Jawab Erin.


“ Oh perkenalkan, saya Brian dok… “


“ Saya tidak menanyakan nama Anda.” Jawab Erin dengan jutek. Sedangkan pria bermata hijau zamrud itu menatap Erin lekat.


“ Saya hanya ingin minta maaf atas kecerobohan pelayan saya. Tapi Anda juga tidak sepantasnya berkata seperti itu. Jika Anda tidak suka, silahkan keluar dari restoran saya. Pintu keluar ada di sebelah sana.” Jelas Erin sambil menunjukkan di mana letak pintu keluar.


“Ayo menikah.” ucap pria bermata hijau zamrud itu dengan polosnya.


*


*


Kira-kira jodohnya Dean yang mana? Konfliknya yang ringan aja yah, g usah pake berat☺️


Jika suka bantu like, vote dan komen ya readersku sayang. Terima kasih🙏🥰❤️🫶🌹🌹🌹🌹


Bersambung