ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 161


Hari minggu di bulan April merupakan musim semi, adalah hari yang begitu cerah, sebuah pesta pernikahan menggegerkan seluruh kota Jincheng, orang-orang berkuasa dan juga berpengaruh berdatangan menghadiri pesta pernikahan Nelson dan Bella.


Seratus buah mobil Porsche 911 GT3 RS warna hijau mengelilingi kota, yang memimpin di depannya adalah mobil Rolls Royce Phantom putih.


Setelah melewati jalanan kota pusat, akhirnya mobil berhenti di depan Hotel Bintang Tujuh yang berada di bawah anak perusahaan Hongli Group.


Pendamping pengantin turun terlebih dahulu, berbaris di kedua sisi karpet merah hotel, terlihat begitu megah dan juga menakjubkan. Para pelibut berita sudah bersiap di tempat yang sudah di sediakan.


Di tengah alunan musik yang mengiringi kedatangan sang pemeran utamamya, pintu mobil Rolls Royce Phantom terbuka, pengantin pria menggandeng pengantin wanita turun dari mobil. Di ikuti dengan dua pangeran tampan di belakangnya.


Nelson mengenakan setelan jas putih, terlihat begitu tampan dan sempurna, bagaikan pangeran yang ada dalam dongeng.


Bella mengenakan gaun warna peach, terlihat begitu menawan dan memesona, benar-benar membuat iri wanita lain.


Keduanya berjalan di tengah kerumunan dan masuk ke dalam hotel, begitu pula dengan Dean dan Dion yang mengikuti mereka dari belakang.


Di saat ini, ballroom Hotel sudah dipenuhi oleh tamu undangan, Keluarga Hongli merupakan keluarga yang berkuasa, mereka yang memegang kendali atas dunia bisnis, kekuasaan dan kehebatannya tidak diragukan lagi, semua orang yang terpandang dan berkuasa di kota Jincheng hadir dalam pernikahan Nelson dan Bella.


Setengah jam kemudian, pesta pernikahan resmi dimulai, Nelson membawa rombongan pendamping mempelai pria masuk ke ballroom untuk menyapa para tamu undangan.


Bella di dampingi Anita, penata rias juga para pendamping pengantin wanita masuk ke dalam ruang ganti untuk mengganti pakaian dan memperbaiki riasan.


“ Nyonya Hongli, Anda perlu mengganti gaun Anda terlebih dahulu. Lalu aku akan membantu Anda mengenakan hiasan di rambut, dan juga veilnya,” penata rias berkata seraya membantu Bella.


“ Anita, di mana gaunnya?” Bella bertanya.


“ Aku sudah menyerahkannya, apakah tidak ada?” Anita kembali memeriksa gaunnya.


Bella duduk di depan meja rias dengan tidak berdaya, dia menunggu dengan begitu gelisah. Saat Bella menunggu, Anita sudah kembali. Namun, dia tidak membawa gaunnya.


“ Robin yang membawa gaunnya,” Anita setengah berteriak pada Bella.


“ Apa yang sedang terjadi di sini? Mengapa Robin yang membawa gaunku?” Bella berpikir dengan begitu keras.


Saat dirinya tenggelam dalam pertanyaannya sendiri, Nelson datang dengan tangan kosong. Sehingga membuat Bella kecewa.


Bella mengulurkan tangan menopang keningnya. “ Mengapa ini terjadi padaku?” Seraya memejamkan matanya.


“ Suamiku, di mana gaun pengantinku?” Dia bertanya dengan putus asa.


Nelson berkata dengan tidak berdaya. “ Robin membawa gaunnya, aku gagal membujuknya, Yohan sedang mencarinya. Entah ada hubungan apa Robin dengan gaunmu? Aku juga tidak terlalu mengerti. Aku sudah menyuruh Andre meminjam sebuah gaun untukmu.”


Bella benar-benar tidak habis pikir dengan Robin.


“ Mengapa kamu tidak mengejar Robin untuk mendapatkan kembali gaunku? Kamu ini bagaimana? Hanya membiarkannya berlalu begitu saja!” Bella terdengar begitu marah.


Bahkan kedua putranya yang hendak berada di ruangan yang sama, tidak pernah melihat ibunya semarah itu meringis ketakutan.


Nelson merangkulnya, membujuknya dengan lembut. “ Robin tidak akan berbuat yang tidak-tidak. Bersabarlah sebentar lagi. Aku rasa gaun itu pasti punya arti khusus untuknya.”


“ Tidak peduli apa makna gaun itu untuknya? Sekarang gaun itu adalah gaunku, sama sekali tidak ada hubungan apa pun dengannya!” Bella menekankan kembali perkataannya.


Nelson mengulas sebuah senyuman. “ Apa yang kamu katakan tidak salah. Namun, ada barang yang memiliki arti tersendiri bagi seseorang.”


Baru saja Nelson selesai mengatakannya, pintu ruang rias sudah diketuk oleh seseorang. Yohan membuka pintu seraya masuk dengan membawa gaun pengantin, dan gaun yang di bawanya adalah White Rose’


“ Sudah pergi,” ujar Yohan seraya mengedikkan bahunya.


“ Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya?” ucap Nelson.


“ Aku bahkan tidak mengerti dia saat ini!” Yohan berkata dengan tidak berdaya.


Dengan suara sedikit memburu Nelson berkata pada Bella. “ Bergegaslah, kamu harus mengganti gaunmu, acaranya sudah akan dimulai.”


Bella segera mengganti gaun pengantinnya, dia mengenakan veril dan juga aksesoris rambut serta buket bunga, menggandeng tangan Gu Yan , berjalan memasuki ballroom Hotel.


Karena Lian Xia sedang dalam pelarian sehingga dia tidak bisa menghadiri upacara pernikahan putrinya. Di atas altar Nelson telah menunggu dengan sabar, wajah tampannya semakin menawan kala cahaya lampu mengenai wajahnya.


Bella berjalan dengan senyuman yang menghiasi wajahnya yang cantik. Menghampiri Nelson yang sudah menunggunya. Di tatapnya kedua putranya, mereka memberikan senyum yang tulus.


Gu Yan pun menyerahkan Bella untuk bersanding bersama dengan Nelson, di hadapan pastor mereka tersenyum bahagia.


Setelah melakukan janji suci pernikahan dan dinyatakan sebagai suami istri yang sah, Nelson Hongli dan Bella Xia pun bertukar cincin.


Nelson mencium mesra kening istrinya. Senyum bahagia terlihat dari bibir Bella dan Nelson. Para undangan memberikan tepuk tangan yang mengisyaratkan turut berbahagia atas pernikahan mereka.


Di saat kebahagiaan menyelimuti Nelson dan Bella, tersimpan kesedihan yang mendalam untuk Robin. Dia merasa bahagia sahabatnya kini telah menemukan orang yang di cintainya.


Dia yang berada di pojokan pun hanya mengamati dengan baik, dan intens. Memperhatikan gaun yang sedang di kenakan oleh Bella. Dia menampilkan senyuman yang begitu pahit dari bibir tipisnya.


“ Seharusnya gaun itu menjadi gaun pernikahan kita. Mengapa kau merelakan gaun itu, apa kau sudah melupakanku?”


“ Apa kau sudah lupa bahwa gaun itu adalah gaun yang sangat ingin kau pakai saat kita menikah nanti. Aku tidak mengerti jalan pikiranmu selama ini! Mengapa kau selalu menghindar dariku terus menerus?” Banyak pertanyaan terlintas dalam benaknya.


“ Kau ada di mana? Aku sangat merindukanmu,” kedua bola mata Robin berkaca-kaca, air mata telah menggenang di dalamnya. Berusaha untuk tidak meneteskannya.


“ Ini terlalu menyakitkan bagiku,” batinnya. Dia tersenyum dengan begitu pahit seraya menundukkan kepalanya.


Dia memejamkan kedua matanya, mencoba untuk menerima apa yang terjadi. Namun semakin keras dia berusaha untuk melepaskannya, semakin besar pula keinginannya untuk kembali bersama dengan orang yang terkasih.


Di kamar pengantin Nelson dan Bella ada di lantai lima di mana kamar suits president berada.


Suits president merupakan kamar paling besar, kurang lebih memiliki luas 156 meter persegi, di dalam kamar memiliki banyak ruangan; ada ruang serba guna dan ruang kerja di bagian depannya, di bagian dalam ada kamar tidur dan kamar mandi yang dilengkapi dengan jacuzzi yang cukup besar.


Mempelai pria yang mabuk berat dbawa masuk ke dalam kamar pengantin oleh Yohan dan juga Andre, mereka langsung melemparnya ke atas tempat tidur yang besar.


“ Kakak ipar, ku serahkan dia padamu ya, kami pulang dulu,” setelah Yohan menyerahkan Nelson mereka langsung berbalik dan pergi dengan cepat.


*


*


*


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih dukungannya. 🙏🥰🫶🌹🌹🌹🌹


Bersambung