
“ Tidak, tidak aku mohon izinkan aku bersamanya, jangan usir aku Nelson,” pintanya dengan pilu.
“ Aku mohon, izinkan aku tetap di dalam,” Bella memohon seraya berlutut di depan kamar yang tertutup.
Sedetik kemudian Dokter Kevin pun datang, dia terkejut melihat Bella yang berlutut di depan pintu kamar.
“ Tuan, tuam muda sudah menunggu di dalam. Silahkan masuk,” ucap kepala pelayan.
Dokter Kevin segera masuk ke dalam, dan menutup pintu kembali. Bella hanya menangis dia takut kehilangan putra sulungnya.
Di dalam kamar Dokter Kevin sedang memeriksa keadaan Dean, Nelson begitu cemas kala melihat keadaan Dean yang terbaring lemah di tempat tidurnya, Nelson bertanya dengan cemas. “ Bagaimana keadaannya?”
Dokter Kevin menjawab. “ Syukurlah lukanya tidak parah. Bila di obati dengan baik, lukanya akan cepat pulih.”
“ Namun sebaiknya Dean melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Aku takut dia mengalami Fraktur tengkorak,” Dokter Kevin menjelaskan situasinya.
“ Aku sudah memberikan infus untuknya, dan sudah mengobati lukanya.”
“ Untuk saat ini kita hanya bisa mengamati pemulihannya, ku harap kau bisa memperhatikan Dean lebih ketat lagi.” Ujar Dokter Kevin pada Nelson.
Setelah mendengarkan penjelasan Dokter Kevin raut wajah Nelson menggelap. Tatapannya begitu dingin. Aura di dalam kamar begitu mencekam sampai Dokter Kevin merasakan kemarahan dari Nelson.
Dokter Kevin berkata. “ Aku akan meresepkan obat untuknya, aku akan memberikannya pada kepala pelayan.”
“ Kalau begitu aku pamit,” ujarnya pada Nelson. Dokter Kevin pun pamit untuk pulang karena pekerjaannya sudah selesai.
Nelson hanya menganggukkan kepalanya tanpa sedikit pun berbicara, Dokter Kevin memberikan sebuah catatan resep obat yang harus di tebus di apotek. Kepala pelayan mengantarkan Dokter Kevin hingga pintu keluar.
“ Terima kasih, Dokter. Anda telah meluangkan waktu Anda untuk memeriksa keadaan Tuan muda Dean,” ucapnya. Seraya membungkukkan tubuhnya di hadapan Dokter Kevin.
Di depan kamar Bella masih menangis, sesekali dia bertanya pada Roy. “ Bagaimana keadaan Dean?”
Roy menjawab. “ Sepertinya kondisinya tidak parah, Dokter Kevin telah pergi.”
” Sepertinya Nyonya sudah bisa melihat Tuan kecil.”
“ Ah, Tuan muda sudah keluar dari kamar Tuan kecil.” Roy membungkuk hormat pada Nelson.
Nelson menghampiri Bella, dia berkata. “ Maafkan aku istriku,” ucapnya
Bella yang mendengar suara Nelson pun segera bergegas menghampirinya, dengan cemas dia bertanya. “ Bagaimana keadaan Dean?”
Nelson memeluk Bella mencoba untuk menenangkannya. “ Tidak apa-apa, dia akan baik-baik saja,” ucapnya.
“ Aku takut, sangat takut jika terjadi sesuatu pada putra kita yang malang,” ucap Bella.
“ Pergilah dan lihatlah keadaannya, mungkin dia sedang menunggumu, selagi Dion sedang bersama Roy, tapi ingatlah jangan membangunkannya.”
“ Dean harus beristirahat, aku akan pergi mandi. Setelah itu aku pergi ke rumah kakek, ada yang harus aku selesaikan,” ujar Nelson pada Bella.
Bella beranjak pergi ke kamar Dean, detik berikutnya adalah raut wajah Nelson berubah menjadi menakutkan, tatapannya yang dingin membuatnya semakin terlihat berbahaya.
Di rumah utama Kenzo masih berdebat dengan Linny istrinya, sedangkan kakek Hongli tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini? Mengingat Nelson adalah cucu yang bisa di andalkan. Sedangkan yang satunya lagi adalah cucu yang penurut namun tidak bisa diandalkan.
Kakek Hongli memijat dahinya yang sakit, dia tidak menyangka jika Linny akan menyinggung Nelson secara langsung. Membuat kerugian yang tidak akan terhitung jumlahnya.
Kenzo dan Linny masih terus berdebat. “ Mengapa kau tidak bisa mengendalikan temperamenmu yang buruk itu?”
“ Lihatlah apa yang telah kau perbuat kali ini!”
“ Kau bahkan berani menyinggung Nelson, aku sudah tidak habis pikir dengan perilakumu yang arogan.” Kenzo memijat dahinya yang sakit akibat ulah istrinya.
“ Mengapa kau menyalahkan aku? Seharusnya kau menyalahkan wanita j*lang itu! Aku ini istrimu.”
“ Mengapa membuatku malu di depan umum?”
Linny begitu marah saat ini, dia bahkan berteriak seperti orang gila saat ini, dia meraih apa pun yang ada di dekatnya, saat dia akan melempar Kenzo dengan sebuah pas bunga. Tiba-tiba terdengar suara.
“ Apa kau belum puas? Sekarang kau bahkan berani melukai Kenzo,” Nelson menyeringai sinis pada keduanya.
Kakek Hongli berkata. “ Tidak biasanya kau datang kemari?” tanya kakek Hongli sedikit heran.
“ Aku hanya ingin meminta pertanggung jawaban dari keluarga Linny Su,” ujarnya pada Kakek Hongli.
Nelson menganggukkan kepalanya. “ Putra sulungku terluka dan itu di sebabkan olehnya,” ucapnya. Dengan penuh amarah.
“ Apa Dean terluka?” ucap Sandra begitu kaget kala mendengarnya.
“ Lalu bagaimana keadaannya?” tanya Leo Hongli.
“ Dokter Kevin sudah mengobatinya. Namun, kami harus memantau keadaannya,” ucapnya.
Linny menyela perkataan Nelson. “ Jangan salahkan aku, itu semua adalah ulah putramu sendiri.”
“ Aku bahkan tidak melakukan apa-apa. Yang di salahkan itu kedua putramu, bukannya aku!” Linny setengah berteriak.
Nelson menghela napas beratnya, darahnya seakan mendidih sampai ke ubun-ubun, jika saja dia bukan wanita Nelson sudah memukulnya hingga puas.
Kenzo yang merasakan aura kemarahan dari Nelson berusaha menghentikan istrinya agar berhenti bicara. Namun, usahanya sia-sia, Linny tidak mendengarkan perkataan Kenzo suaminya.
Nelzon meraih ponselnya dia menekan beberapa nomor dan menghubunginya, setelah bicara sebentar Nelson menutup teleponnya.
Nelson tak banyak bicara, dia duduk di sofa hanya menyeringai, senyuman yang diberikannya penuh tanda tanya.
Sedetik kemudian ponsel Linny berdering, di lihatnya nomor ayahnya yang menghubungi. “ Halo Ayah, ada apa?”
Linny yang mendengarkan perkataan dari ayahnya pun terdiam sejenak, Linny mengalihkan pandangannya pada Nelson. Dia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh ayahnya sendiri.
Seketika Linny menghampiri Nelson dan berlutut di hadapannya, dengan tubuh yang bergetar dia berkata. “ Nelson aku mohon lepaskan ayah dan ibuku.”
“ Aku mohon jangan lakukan pada mereka, jangan biarkan perusahaan kami bangkrut begitu saja. Aku mohon padamu,” ungkapnya. Dia bahkan menangis di bawah kaki Nelson. Kenzo bahkan tidak bisa melakukan apa pun, dia bahkan sangat tidak berdaya melawan Nelson.
“ Ini hanya sebuah peringatan. Barang siapa yang menyinggung atau menyakiti keluargaku. Aku tidak segan-segan membuatnya hancur, sekalipun itu masih saudara,” suara Nelson tegas dan juga lantang.
“ Jika kau pikir kekayaanmu dapat menolongmu kau salah besar. Kau hanya seorang wanita arogan yang berlindung dari nama besar keluargamu.”
“ Sekarang keluargamu bahkan tidak memiliki apa pun yang dapat kau banggakan lagi,” ungkap Nelson dengan sinis
Nelson hendak beranjak dari duduknya. Namun, kakek Hongli segera memanggilnya.
“ Nelson kemarilah,” panggilnya pada Nelson.
Nelson dengan enggan mengikuti kakeknya menuju ruang kerja milik ayahnya. “ Ada apa?”
“ Duduklah,” pintanya.
Nelson duduk seraya menunggu sang kakek membuat teh kesukaannya. Aroma teh yang begitu harum memenuhi seluruh ruangan, Nelson tersenyum seakan terhanyut dalam suasana klasik.
Kakek Hongli berkata. “ Bagaimana keadaan putra sulungmu?” tanya kakek Hongli pada Nelson.
Nelson menyesap tehnya. Dengan dingin dia berkata. “ Untuk saat ini tidak ada yang harus di khawatirkan.”
“ Namun, kami harus mengamati bagaimana proses pemulihannya nanti,” ujar Nelson menjelaskan keadaan Dean saat ini.
“ Aku sangat minta maaf. Tak seharusnya cicitku mengalami hal yang tak mengenakkan seperti itu,” ucapnya dengan sedikit menyesal.
“ Setidaknya untuk saat ini putraku dalam keadaan baik. Namun, jika kesehatannya memburuk aku akan mengejar mereka sampai mereka hancur tak tersisa,” ucap Nelson dengan begitu dingin.
Kakek Hongli tahu masalah ini begitu besar dan membuat sakit kepala. Dirinya juga tahu bagaimana sifat Nelson yang tak kenal ampun pada siapa pun.
Awalnya Kenzo yang mengurusi dan menjalankan perusahaan. Namun satu tahun dia menjabat, Perusahaan dalam keadaan krisis, dan menghadapi kebangkrutan, hingga Nelson yang berada di medan perang pun harus kembali, dan merelakan kariernya di bidang militer untuk membantu perusahaan.
Dan semenjak Nelson yang menanganinya, dalam dua tahun dia sudah bisa mengembalikan kejayaannya kembali. Sehingga membuat dirinya begitu mengagumi sosok Nelson cucunya.
*
*
*
Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹🌹
Bersambung