
Di dalam mobil tak henti-hentinya Andre mengungkapkan kebahagian yang tiada tara pada Anita yang kini tengah mengandung. Sesampainya di rumah sakit Andre sudah mereservasi spesialis dokter kandungan yang masih berada di bawah naungan Hongli Group di mana Nelson adalah pemilik dari rumah sakit itu. Keduanya menunggu dengan gugup di kursi tunggu.
“ Nyonya Anita, silahkan masuk.” Perawat memanggilnya dengan tenang dan sopan.
Anita dan Andre segera berdiri keduanya saling menguatkan dan memasuki ruangan Dokter. Selagi Dokter menjelaskan tentang kehamilan dan usia kandungan Anita, Andre memperhatikan monitor USG yang memperlihatkan setitik kehidupan yang beberapa bulan akan semakin besar dan berkembang seiring bertambahnya bulan.
“ Selamat Tuan, istri Anda sedang mengandung dan usia kandungannya menginjak delapan minggu.”
“ Nyonya, Anda harus banyak beriistirahat jangan bekerja terlalu berat. Karena kandungan Anda masih rentan. Saya akan meresepkan obat dan beberapa vitamin.”
“ Baik Dok, terima kasih.” Andre terus menggenggam tangan Anita, ia bahkan tidak melepaskan sedikit pun sembari mengelus perut datar Anita. Orang-orang yang melihatnya begitu iri kala Andre begitu sayang dan perhatian pada wanita yang ada di sampingnya.
Anita begitu bahagia ternyata benar seperti yang dikatakan oleh Bella bahwa Andre adalah pria yang bertanggung jawab akan perbuatannya. Anita senyum-senyum sendiri melihat Andre begitu lembut padanya.
“ Ada apa? Mengapa kau menangis?” tanya Andre.
“ Tidak apa-apa. Aku hanya bahagia karena kau mau menerima anak ini.” Anita mengusap air matanya dengan kasar. Andre yang melihatnya segera meraih tangan Anita, tangannya yang besar dan sedikit kasar itu mengusap lembut air mata yang berjatuhan di pipi Anita.
Andre dengan setengah berlutut di hadapan Anita merogoh saku jasnya dan mengeluarkan kotak.
“ Aku memang tidak bisa seromantis orang lain. Tapi aku akan selalu membuatmu tertawa saat bersamaku. Aku tahu aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanya pria acak memasuki hidupmu tanpa sengaja. Aku tahu mencintaimu adalah sebuah tantangan terbesarku untul terbebas dari kenangan masa laluku. Aku ingin kau selalu ada di sampingku, menemaniku di saat aku susah dan senang, di saat aku sakit dan sehat.” Andre membuka kotaknya, terlihat cincin berlian sederhana begitu berkilau kala tersorot cahaya.
“ Aku mohon menikahlah denganku.” Andre menatap Anita dengan tatapan yang lekat, Anita tersenyum sumringah terpancar kebahagian di wajahnya. Semua orang yang berada di lobi rumah sakit menatap keduanya. Mereka semua memberikan suaranya untuk mendukung agar menerima lamaran Andre.
“ Terima! Terima !” Semua orang bersorak secara bersamaan. Membuat keduanya tersipu atas perhatian yang mereka luangkan untuk menyemangati Andre.
Anita menatap Andre dengan penuh cinta ia mengulurkan jari manisnya kehadapan Andre, dengan hati-hati Andre memasangkan cincin berlian itu pada jari manis Anita.
“ Sangat cocok untukmu, itu terlihat sangat indah di jarimu.” Andre mencium punggung tangan Anita yang putih.
Semua orang bersorak kala Anita menerima lamaran Andre. Raut wajah bahagia terlukis di wajah keduanya. Andre memeluk Anita dan memberikannya sedikit sentuhan di bibirnya yang ranum. Semua orang begitu iri pada mereka berdua. Para suster yang berjaga di meja resepsionis begitu mengimpikan mendapatkan pasangan seperti Andre.
Berita Andre melamar Anita dengan sekejab sudah tersebar, teman dan sahabat Andre juga mengetahui berita gembira yang datang darinya.
Satu bulan kemudian. Andre dan Anita melakukan pernikahan di sebuah hotel bintang lima, mereka mengadakan Wedding Gardent Party sesuai seperti keinginan mempelai wanita. Gaun berwarna putih itu melekat dengan indah membalut tubuh Anita yang sedikit berisi. Kecantikannya tidak berubah ia tetap seperti Anita sebelumnya, yang memiliki tubuh langsing.
Dean dan Dion menjadi pengiring pengantin Anita. Mereka terlihat sangat tampan sembari menaburkan bunga sebelum Andre dan Anita melangkah menuju Altar. Semua orang bertepuk tangan dengan meriah saat pintu di buka menampilkan sepasang pengantin telah berjalan masuk.
Wajah Anita begitu cantik dan bersinar dari sebelumnya, Andre juga tak kala tampan, mereka pasangan yang sangat serasi berjalan perlahan menuju Altar yang akan mengubah hidup mereka menjadi awal yang baru lagi. Semua orang berdiri menyambut kedatangan mereka.
Seusai mengucap janji suci keduanya saling berciuman di tengah khalayak ramai. Hingga saat yang di tunggu adalah melemparkan buket bunga pengantin dan yang lebih tidak terduga adalah Yohan yang mendapatkannya.
Nelson tersenyum ketika Yohan terus ditanyai kapan akan melangsungkan pernikahan. Rasa bahagia dan sedih menjadi satu, keinginan untuk meminang Gisel hanyalah cinta sepihak dirinya. Yohan merenung.
“ Aku menginginkannya, cintaku tak lebih hanya sebagai pelindungmu tanpa bisa memilikimu.” Yohan menatap langit yang cerah, burung-burung beterbangan dengan bebas di atas sana.
Satu tahun setelah pernikahan, Anita dan Andre hidup bahagia bersama malaikat kecilnya yang telah mengisi hari-hari keduanya. Suasana rumah Andre begitu hangat kala suara tangis memenuhi seisi rumah. Walau Andre sibuk urusan pekerjaan ia tidak pernah mengabaikan putrinya kecilnya yang cantik bernama Liani Lau.
Dean dan Dion turut berperan penting dalam pekerjaan Nelson, perusahaan Hongli Group makin berkembang di seluruh negara.
Mereka menjadi keluarga yang saling mendukung dan berkumpul di momen-momen penting dalam perjalanan bisnis dan kehidupan pribadi mereka.
Sedangkan Robin pergi membawa Gisel meninggalkan kota Jincheng tanpa memberitahu keluarga mereka, sesekali dia hanya menghubungi Nelson bahwa dia mengadopsi seorang anak perempuan untuk menemani Gisel.
Kehidupan terus berjalan, dengan cobaan dan kesuksesan yang datang silih berganti. Namun, Nelson, Bella dan kedua Putra kembarnya telah memahami pentingnya keluarga dan persahabatan yang saling mendukung dalam menghadapi semua hal tersebut.
Bersama-sama mereka terus berjalan maju dalam perjalanan hidup yang penuh warna dan tantangan, menemukan makna dalam setiap langkah yang diambil, dan saling mengingatkan betapa berartinya memiliki orang-orang tercinta di sisi mereka.
Setelah melalui banyak peristiwa dan intrik dalam hidupnya, Bella menemukan cara untuk mencari keseimbangan antara kegiatan sosial, kehidupan keluarga, tanggung jawab sebagai donatur. Dia menjadi donatur tetap untuk beberapa panti asuhan dan organisasi lainnya tanda syukurnya karena putranya Dean sembuh dari penyakitnya. Tetapi dia juga menyadari bahwa keluarga adalah prioritas utamamya.
Bella dengan bijaksana mengelola waktu dan energinya untuk terlibat dalam kegiatan sosial tanpa mengabaikan keluarga. Dia menyediakan banyak waktu untuk suami dan anak-anaknya, mendukung pertumbuhan dan kebahagiaan mereka.
Ketika dia hamil lagi, Bella memutuskan untuk rehat dari aktivitas sosialnya dan fokus dengan kehamilannya dan kehidupan keluarganya. Dia menjalani masa kehamilan dengan bahagia, merasakan sentuhan dan kasih sayang dari suami dan dukungan keluarga. Dia juga memberikan perhatian lebih pada anak-anaknya, dan menciptakan momen berharga bersama mereka.
Bella tetap berkomitmen untuk membantu orang lain, dia dan putranya Dean membuat rumah sakit gratis di rumah peninggalan orang tua Bella, di danai oleh usaha fashion milik Dean dan Dion yang makin maju.
Ketika bayi mereka lahir, suaminya Nelson merayakan kehadiran anggota baru dalam keluarga mereka dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Mereka terus bersama dalam perjalanan kehidupan. Melewati segala tantangan dan peristiwa, tetapi selalu menjaga cinta dan dukungan sebagai pondasi kuat dalam kehidupan mereka.
Dean dan Dion sangat bahagia ketika di usia mereka yang dua belas tahun mendapat adik perempuan yang cantik, wajahnya mirip si kembar tapi manik matanya berwarna cokelat seperti Bella, yang di beri nama Destin Belinda Hongli. Mereka merasa bangga dan antusis dengan kehadiran adik baru dalam keluarga mereka. Dean dan Dion sangat perhatian terhadap Destin dan selalu berusaha melindunginya.
Destin tumbuh dengan penuh kasih sayang dari kedua kakaknya. Mereka selalu bermain bersama dan menjaga keselamatannya, Dean dan Dion mengajak Destin bermain, membacakan cerita, dan membantunyaa dalam hal-hal yang dia butuhkan. Mereka sabar membantu Destin belajar dan menghadapi tantangan hidup. Walaupun Dean melanjutkan pendidikannya di negeri paman Sam, mereka selalu datang mengunjungi menggunakan Jet pribadi Ayahnya di setiap liburan, begitu pun sebaliknya.
Dean, Dion, dan Destin membentuk ikatan yang kuat sebagai saudara, dan keluarga mereka menjadi kesatuan yang penuh cinta dan dukungan. Mereka menghabiskan waktu bersama, berbagi tawa dan kesenangan, serta dukungan satu sama lain dalam setiap fase kehidupan mereka.
Ketiga saudara ini tumbuh menjadi pribadi yang berbeda namun saling melengkapi. Dean menjadi programmer dan Dokter hebat, Dion ahli teknologi yang cerdas dan mengantikan Ayahnya Nelson di perusahaan tapi kadang kakaknya Dean ikut membantunya. Sementara Destin menunjukkan bakat dalam bidang seni dan hacker handal. Mereka saling menginspirasi dan mendukung satu sama lain dalam mengejar impian masing-masing. Kebersamaan keluarga ini selalu di isi dengan cinta, kepedulian, dan harapan masa depan cerah bersama.
Dean, seorang Dokter jenius yang dingin. Namun, akan hangat jika dia bersama dengan keluarganya.
Karena kejeniusannya dia mampu mengobati penyakit yang sudah tidak bisa di obati dokter lain sehingga namanya terkenal di mana-mana, tapi walau nama itu memboming di mana-mana. Kenyataannya tidak banyak yang tahu bagaimana Dokter Dean itu. Bagaimana wajahnya? Bagaimana kepribadiannya? Dan uniknya dia selalu membawa Oliver ke mana-mana.
Senyum ini khusus Ayah, Ibu, Dion, Destin & pasien yang di obatinya. Termasuk para pembaca setiaku. Sehat dan Happy sll yah! 😇❤️🌹💪
Visual Destin Belinda Hongli
❤️Tamat❤️
Mohon maaf jika ada bagian Novel ini yang tidak berkenan di hati pembaca🥰😍❤️
Terima kasih banyak atas dukungan dari kalian semua. Salam sayang dan sehat selalu dari Author💪🥰❤️🌹