
"Coba ya Mami makan, kalau cocok besok belikan lagi pempeknya!" Ujar Adelia sambil membuka bungkus pempek yang di letakkan Zenira di meja makan.
"MMM, enak!" Seru Adelia yang puas dengan rasa pempek yang dibelikan Zenira ini.
"Papi cobalah. Rasanya enak, besok kita ke cafe Rei untuk beli ini lagi, ya!" Ajak Adelia yang sedang menikmati makanan khas daerah itu.
"Wah, iya ini enak. Padahal harganya juga tak terlalu mahal, ya!" Ujar Ramon membandingkan harga pempek yang di beli Rei ini dengan harga pempek yang biasa dia beli.
"Fix besok Mami akan ke kantormu untuk beli pempek ini!" Ujar Adelia semangat.
"Mmmm, Mami sekalinya ke kantor Rei bukan buat liat anaknya kerja eh malah buat jajan!" Goda Rei pada Maminya.
"Mami kan biar ada alasan liat kamu Rei!" Ujar Adelia membesarkan hati putranya itu.
Rei tersenyum senang akhirnya ada juga alasan agar Maminya mau datang ke cafenya walaupun sebentar.
Setelah acara mengantarkan pempek selesai, Rei dan Zenira akhirnya pulang ke rumah.
Sesampai di rumah akhirnya Rei meminta Zenira untuk memijatkan kakinya yang pegal.
"Aku lelah!" Ujar Rei dengan manja.
Zenira menuruti permintaan Rei dan karena dia sangat lelah akhirnya dia tidur dengan lelap.
"Kasian kamu, Rei. Kamu pasti lelah sekali!" Bisik Zenira sambil memeluk Rei yang sudah tertidur lelap.
Zenira tau suaminya bekerja sangat keras belakangan ini namun bagaimana pun dia tetap ingin suaminya menjaga kesehatannya selama bekerja.
Zenira berjalan menuju kamar mandi untuk berendam sesaat. Mandi air hangat memang sangat menyegarkan dan akan bisa mengembalikan staminanya lagi setelah seharian bekerja.
Zenira menyalahkan kran air hangat dan memasukkan beberapa sendok garam untuk di tambahkan ke dalam air mandinya.
Zenira mulai merendam sebagian tubuhnya hingga ke leher dan dia mulai menikmati sensasi mandi air hangat ini.
Saking enaknya, Zenira sampai hampir tertidur di dalam bathtube namun dia segera terbangun karena suara telepon genggamnya yang berbunyi.
Kriiing..
Zenira segera mengangkat panggilan teleponnya dan ternyata dari Adelia yang menghubunginya.
"Malam Mami, ada apa?" Tanya Zenira yang khawatir terjadi sesuatu pada mertuanya itu.
"Nggak ada apa-apa, sebenarnya Mami cuma mau bilang kalau misalnya Mami besok tidak datang bisa ya Mami titip saja pempeknya!" Ujar Adelia.
"Oh iya, Mami tenang saja. Besok kita bicarakan lagi ya!" Jawab Zenira kepada Adelia.
Mendengar Zenira berbincang di malam hari, Rei terbangun dan bertanya kepada Zenira.
"Siapa yang meneleponmu malam-malam begini?" Tanya Rei sambil berusaha membuka matanya.
"Mami, tadi bilang kalau besok misal tidak bisa ke cafe, dia minta titip beli pempek yang tadi kita belikan saja!" Ujar Zenira yang masih membungkus tubuhnya dengan handuk.
Rei tersenyum manja dia kemudian meminta Zenira yang tubuhnya setengah basah itu memeluk tubuhnya.
Zenira menurut kemudian membiarkan Rei memeluknya erat sambil mengendus aroma tubuhnya yang memang baru mandi.
"Kamu suka?" Tanya Zenira.
Rei tak menjawab dia hanya terus memeluk tubuh Zenira yang mulai, kedinginan karena masih polos.
"Aku mengantuk!" Seru Rei bersandar di bahu Zenira kemudian kembali terlelap.
"Lepasin dulu, aku belum pakai baju!" Ujar Zenira sambil tangannya bergerak melepaskan pelukan Rei.
Bukannya melepaskan pelukan eratnya, Rei justru membaringkan Zenira di bawahnya dan mulai beraksi dengan gerakan andalannya.
"AHHH!" Desah Zenira saat Rei dengan tepat mengarahkan pedang panjangnya masuk ke dalam gua milik Zenira.
Mereka akhirnya mulai bergerak bebas menikmati suasana malam itu dengan penuh gerakan kenikmatan.
"Nikmat banget, Zenira!" Bisik Rei sambil terus menggerakkan tubuhnya dan menciptakan sensasi rasa yang benar-benar membuat Zenira merem melek.
"Uh!" Ujar Rei kemudian mempercepat gerakannya dan akhirnya mereka mencapai puncak kenikmatan di malam itu.
Rei langsung terbaring tepat di atas Zenira dan tak bisa bergerak lagi.
Rei akhirnya melanjutkan tidurnya karena kelelahan.
*****
Keesokan harinya.
Zenira buru-buru bangun dan mempersiapkan hari ini, dia segera pergi mandi dan membersihkan tubuhnya sisa semalam bersama Rei.
"Tak usah buru-buru, khusus hari ini kita datang terlambat saja!" Bisik Rei yang masih mengantuk.
"Oh, jadi tak apa kan kita terlambat datang?" Tanya Zenira yang membuat Rei tertawa.
"Zenira, kamu ini. Cafe itu kan punya kita jadi ya terserah kita mau datang jam berapa, kenapa kamu jadi bingung begitu!" Ujar Rei sambil menarik tubuh Zenira ke dalam pelukannya.
Zenira menghela napas panjang dia kembali memeluk Rei dan tak mau lagi beranjak, saat waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi barulah Zenira dan Rei berdandan untuk pergi ke cafe.
Setiba di cafe, suasana sedang sepi, Rei kemudian mempersiapkan secangkir teh hangat untuk Zenira minum siang itu.
Ternyata secangkir teh ini bagus sekali untuk mengembalikan stamina Zenira yang habis setelah bersama Rei tadi malam.
Setelah meminum habis dengan teh buatan Rei barulah Zenira mulai memesan pempek pesanan Mertuanya.
Baru saja memesan pempek pesanan Mertuanya, tiba-tiba Adelia nampak memasuki cafe Rei.
"Mami, baru saja aku pesankan pempeknya!" Ujar Zenira yang seperti sehati dengan Mertuanya itu.
Adelia tertawa kecil.
"Kok bisa gitu ya?" Ujar Mami tertawa terbahak-bahak karena perkataan menantunya itu.
Tak lama pesanan Zenira akhirnya tiba juga, segera saja Adelia dan Zenira menyantapnya.
"Punya aku jangan di habiskan ya!" Pinta Rei menggoda Zenira dan Maminya.
Zenira yang mendengar perkataan suaminya itu tertawa dan melanjutkan makan siangnya.
"Wah, benar ini enak sekali, kita harus sering-sering membelikannya!" Ujar Adelia memberi Zenira ide yang bagus.
Rei hanya tertawa, dia dan Adelia memang suka sekali makanan ini sayang sulit sekali untuk saat ini menemukan pempek dengan rasa yang nikmat seperti ini.
"Besok kalau Mami mau aku belikan lagi deh!" Ujar Rei.
Mami langsung mengacungkan jempolnya, dia tak dapat menolak makanan seenak ini.
Kriiing..
Telepon genggam Adelia kembali berbunyi, kali ini Tora yang menelepon. Tora berkata dia sedang ada di sekitar cafe Rei dan mengajak ibu Adelia pulang bersamanya.
Tentu Adelia sangat setuju untuk pulang lagi pula apa yang dicarinya sudah terpenuhi.
21++
18+
Happy Reading π
TBC ππ₯°
Don't forget for like, vote, comment and subscribe ππ Thank You β€οΈπ€