
"Kalian belum sarapan kan?" Tanya Adelia.
"Belum Mami, kami memang sengaja belum sarapan agar bisa sarapan bersama di sini!" Ujar Rei kemudian membantu Maminya membawakan piring-piring makan.
Zenira mulai menyajikan bubur ayam yang sudah di masak Adelia sejak pagi, dia tak lupa menambahkan kuah kaldunya lengkap dengan bawang goreng dan menyajikannya di depan suaminya.
"Kamu tau sekali apa yang suamimu suka ya?" Puji Adelia kepada Zenira.
Zenira tersenyum dan duduk di samping Rei lalu mulai berbincang tentang rencana kedatangan mereka tadi.
"Jadi bagaimana acara yang mau kita adakan, Mami!" Tanya Rei sambil melanjutkan makan paginya.
"Aku mau mengadakannya di masjid saja, jadi kita tinggal bawa makanan dan membagikannya di sana setelah acara doa!" Ujar Adelia memberitahu rencana-rencananya.
"Baiklah, lalu bagaimana dengan makanan yang akan di bagikan?" Tanya Zenira
"Kita beli saja di warung makan belakang rumah, jadi selain kita berbagi kita juga membantu mereka yang jualan," ujar Adelia memberi ide.
Rei dan Zenira setuju mereka kemudian merencanakan acaranya hari minggu saja agar banyak yang datang.
Setelah sepakat, Rei dan Zenira berjalan menuju warung makan yang sudah mereka rencanakan dan memesan makanan yang Adelia inginkan.
"Syukurlah jika, Tuan mau memesan makanan di tempat saya. Saya sangat senang!" Ujar ibu pemilik warung saat menerima semua pesanan Rei itu.
Setelah sepakat dan memberikan tanda jadi Rei kemudian berjalan pulang bersama Zenira.
Zenira nampak senang meskipun keluarga Rei adalah keluarga kaya raya mereka masih saja mau berbagi dengan warga di sekitar yang lebih membutuhkan.
*****
Hari Minggu.
Seperti rencana hari ini Rei dan keluarganya akan mengadakan acara syukuran, mereka sudah siap di rumah Adelia pada jam 9 pagi karena mereka berencana melakukan syukuran di jam 12.30 siang setelah sholat Dhzuhur.
Zenira dan Rei bergegas menuju warung makan tempat mereka memesan nasi bungkus untuk di bagikan, Tora ikut membantu Rei untuk membawakan sekitar 100 bungkus nasi yang nampak cukup berat.
Nasi bungkus itu berisi sayuran, ayam goreng, mie goreng, telur, buah segar dan tentunya nasi putih, setelah semua di terima Rei mengajak Zenira dan Tora menuju masjid tempat acara di adakan.
Rei nampak senang seluruh anggota keluarganya mendukung acara ini, tak lupa Rei juga berterima kasih kepada para undangan yang ikut dalam acara ini.
Setelah acara doa selesai nasipun di bagikan oleh Rei dan Zenira nampak begitu bahagia melihat semua undangan memakan nasi bungkus yang dia bagikan.
"Semoga berkah ya!" Seru seluruh tamu undangan kepada keluarga Rei yang sejak tadi berkeliling membagikan nasi bungkus itu.
Setelah acara selesai Zenira, Rei dan keluarga pamit berjalan pulang bersama-sama, mereka berharap acara ini bisa sering-sering mereka lakukan karena antusias para undangan yang begitu besar.
"Lain kali kita bisa bikin yang lebih banyak lagi!" Ujar Zenira kepada Rei saat tiba di rumah.
Rei yang nampak kelelahan meminta Zenira menyiapkan es teh manis rasa buah untuknya, tentu minuman dingin ini sangat dia rindukan di saat udara siang hari yang sangat terik.
Zenira bergegas menuju dapur dan membuatkan es teh manis pesanan Rei.
Tak lama Zenira sudah nampak siap dengan es teh buatannya, Rei segera meminumnya dan mulai merasa segar.
Zenira besok pagi temani Mami ke pasar Baru ya, kamu mau ikut kan?" Tanya Adelia kepada Zenira yang nampak belum kehabisan energi.
Tentu Zenira sangat senang dengan ajakan Mami ini, di kepalanya langsung terlihat semua jajanan yang bisa di belinya selama berada di pasar baru.
Adelia yang melihat kegembiraan di wajah Zenira tersenyum bahagia dan berharap hari segera pagi.
*****
Zenira nampak sudah bangun sebelum Rei bangun, dia sudah rapi berpakaian dan berdandan kemudian menyiapkan sarapan paginya.
"Wah kamu bangun jam berapa?" Tanya Rei heran yang baru saja terbangun dari tidurnya dan menemui Zenira di meja makan.
"Aku kan sudah janji kepada Mami akan mengantarkannya ke pasar baru, jadi aku bangun lebih pagi!" Ujar Zenira menjelaskan.
Rei yang lupa akan janji Zenira kepada Maminya mengangguk kemudian memulai sarapannya.
"Kamu terlihat cantik dengan baju itu!" Puji Rei yang bingung harus berkata apa pada penampilan Zenira pagi ini.
Zenira tersipu malu namun tetap berusaha santai mendengar pujian suaminya itu.
"Nanti setelah ke pasar baru aku mampir ke cafe, ya!" Ujar Zenira.
Rei hanya mengangguk dia lebih suka menikmati sarapannya ketimbang melihat Zenira yang terlihat sibuk memakai sepatunya.
"Yang ini bagus!" Tanya Zenira sambil menunjuk sepatu yang di gunakannya.
Rei mengangguk, dia tak mau terlalu memberi respon karena apapun yang di pilih Zenira pasti bagus di matanya.
Zenira yang sudah siap menghubungi Adelia untuk mengatakan bahwa mereka akan menyusulnya ke rumah.
Tapi belum sempat pesan itu di kirimkan, Adelia ternyata sudah berada di depan rumah Rei.
"Mami, baru saja kami akan menyusul ke rumah!" Ujar Zenira yang tak menyangka Maminya datang.
"Tak apa kebetulan Tora, juga ada perlu ke pasar baru jadi kami sekalian menyusulmu saja!" Seru Adelia yang menunggu dari dalam mobil.
Zenira mengatakan kepada Rei tentang kedatangan Maminya itu, mereka bergegas mengantarkan Rei terlebih dahulu menuju cafe sebelum akhirnya menuju pasar baru.
Setiba di pasar baru, Zenira lebih senang membeli jajanan murah ketimbang berbelanja barang-barang kebutuhannya sendiri.
Adelia yang melihatnya meminta Zenira membeli saja apa yang dia mau.
Zenira mulai dengan membeli cakwe, cilok hingga es buah kesukaannya. Belum habis satu jajanan Zenira sudah membeli lagi jajanan yang lain.
"Kamu suka sekali dengan jajanan di sini ya?" Tanya Adelia yang nampak senang dengan Zenira hari ini.
Tora yang sejak tadi ikut juga membeli beberapa jajanan yang ada di sana, tak lupa Tora menambahkan sambal yang pedas untuk jajanan yang dibelinya.
"Jangan pedas-pedas, nanti perutmu sakit." Ujar Adelia mencoba mengingatkan.
Tora hanya tersenyum dan melanjutkan wisata kulinernya bersama Zenira.
Setelah puas berbelanja, Tora meminta ijin kepada Adelia menuju kantor ekspedisi yang berada di stasiun kota Jakarta.
Saat Tora berjalan menuju kantor ekspedisi, Adelia dan Zenira lebih memilih beberapa baju yang nampak bagus jika mereka gunakan.
"Kalau kamu suka, belilah satu mumpung kita di sini!" Ujar Adelia memilih satu baju daster untuk Zenira.
Melihat ibu mertuanya begitu bersemangat Zenira ikut mengambil satu buah daster pilihan Adelia dan bergegas membayarnya.
Happy Reading 🥰
TBC😘
DON'T FORGET FOR LIKE, VOTE AND COMMENT 🌟 THANK YOU ❤️🖤