
"Aku tau kamu masih kesal kepadanya, tapi jangan terlalu keras juga. Kita susah lo mencari asisten rumah tangga baru kalau sampai dia berhenti!" Tutur Zenira kepada Rei yang masih menikmati sarapannya.
"Iya, aku cuma mengetes kesungguhan kerjanya saja!" Ujar Rei membela diri.
Zenira yang paham akan apa yang sedang di rasakan Rei memilih diam dan membiarkan Rei sampai selesai sarapan.
Rei yang telah selesai sarapan memilih untuk bergegas pergi menuju cafenya karena tak nyaman dengan suasana rumah semenjak pertengkarannya dengan Zenira karena Sopiah.
Zenira memilih tidur di kamarnya sambil menonton televisi. Memang semenjak sudah tak membantu Rei bekerja di cafe kerjanya hanya makan, tidur dan menonton televisi saja.
Sopiah yang melihat Rei masih kesal kepadanya menceritakan kejadian hari ini kepada Tora, dia berharap jika Tora membantunya Rei akan lebih baik memperlakukannya di rumah ini.
Tak lama Tora nampak tiba di rumah Rei dan segera menemui Sopiah.
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Sopiah kepada Tora yang kebingungan.
"Sudahlah, ini sebelumnya bukan salahmu. Yang penting Rika tidak sampai datang ke rumah ini!"
"Aku bisa di pecat kalau Rika sampai berani datang menemui Rei!" Keluh Sopiah menghela napas panjangnya.
Zenira yang melihat Tora datang berjalan menghampirinya.
"Tora, untung kamu datang. Bantu aku memperbaiki lampu kamar mandiku, ya!" Pinta Zenira bergegas berjalan menuju kamar mandinya.
Tora berjalan di belakang mengikuti langkah Zenira dan meninggalkan Sopiah sendiri di dapur.
Tak membutuhkan waktu lama Tora kembali lagi ke dapur dan betapa kagetnya dia karena dia tak berhasil menemukan Sopiah di tempat duduknya tadi.
"Sopiah!" Panggil Tora berjalan mengelilingi area sekitar rumah Rei untuk mencari keberadaan Sopiah.
"Kenapa, ada apa Tora?" Tanya Zenira yang baru turun dari kamarnya.
"Sopiah kok ngilang!" Ujar Tora yang membuat Zenira kaget mendengarnya.
Mereka akhirnya berkeliling mencoba mencari Sopiah.
"Sopiah!" Teriak Tora saat melihat Sopiah sedang tergeletak di lantai kamarnya entah karena apa.
Tora terkejut dan segera memberikan minyak angin di lubang hidung Sopiah, setelah beberapa menit akhirnya Sopiah sadar dan mulai di ajak berbicara.
"Kamu kenapa?" Tanya Zenira lembut.
"Maaf Nyonya saya dari kemarin belum makan sehingga lemas dan akhirnya pingsan."
Zenira yang mendengar perkataan Sopiah bergegas menyuruhnya untuk makan, tentu tak lucu jika dia sampai pingsan karena tak makan sedang di rumah ini banyak makanan yang bisa di makan kapan saja.
Sopiah akhirnya menurut perintah majikannya itu, dia mulai menyantap sepiring nasi dan sop ayam yang sudah di hangatkan oleh Zenira.
"Kamu juga jaga kesehatan, Sopiah!" Pesan tora kepada Sopiah.
Sopiah tersenyum dia senang sekali bisa bekerja di tempat yang sangat menyenangkan dan selalu mau menjaganya.
"Kalau kamu butuh apapun katakan saja, kita di sini akan berusaha memberikan apapun yang kamu butuhkan!" Ujar Zenira sambil mengusap-usap bahu Sopiah.
"Terima kasih, Nyonya. Maaf kalau saya terus merepotkan!"
Sopiah diminta beristirahat oleh Zenira, dia tak mau Sopiah sampai sakit karena di paksa kerja dalam keadaannya saat ini.
"Nyonya, boleh ya saya menginap di rumah ini sampai Sopiah, cukup sehat!" Pinta Tora yang masih memandang lekat ke arah Sopiah yang terlihat masih sangat lemah.
"Silahkan, jika itu tak menggangu pekerjaanmu di rumah mertuaku!" Ucap Zenira begitu bijak.
Karena ada Tora, Zenira begitu sangat senang dan berharap bisa berbincang dengan Tora lebih lama.
Sore harinya Rei datang dengan wajah sangat lelah dan meminta Zenira istrinya untuk memijatkan kakinya yang terasa sangat pegal.
"Ada cerita apa hari ini di cafe?" Tanya Zenira sambil memijat lembut kaki Rei.
"Tak ada yang istimewa sama saja seperti biasa!" Jawab Rei dengan mata mengantuk.
"Makan dulu ya, Tora tadi datang untuk menggantikan Sopiah, dan dia terlihat sudah sibuk di dapur dari tadi."
Belum lagi ada beberapa gorengan seperti tempe mendoan, tahu isi, dan bakwan udang yang membuat makan malam hari ini terlihat lebih istimewa walaupun dengan menu sederhana rasa bahagia bisa makan satu meja dengan pasangan itu nikmat tiada duanya.
"Sering-sering ya masak di rumahku!" Canda Rei kepada Tora yang masih sibuk dengan pekerjaan dapurnya.
Tora tersenyum sumringah mendengar candaan dari majikan mudanya itu, dia memang terbilang cukup rajin dan tau apa saja yang di sukai Tuan mudanya itu. Karena itulah kehadiran Tora sangat di rindukan oleh Rei.
"Mas Rei, kalau boleh besok pagi saya ikut mas Rei ke cafe ya?" Ujar Tora sambil menyajikan sepiring ayam goreng tepung yang baru saja dia masak.
"Kenapa kamu ingin ke cafeku?" Tanya Rei bingung.
"Saya ada perlu ke Jakarta kota, mas Rei. Beli barang-barang kebutuhan adik saya setelah belanja mau saya kirim langsung lewat stasiun!" Papar Tora.
Rei mengangguk setuju, Tora memang sering belanja untuk di jual lagi di kampung halamannya tempat keluarganya tinggal, sudah hampir 2 tahun adiknya berjualan.
Barang yang dijual pun ber aneka ragam, mulai dari pakaian, makanan snack kecil hingga keperluan rumah tangga lainnya. Produk yang memang untuk kebutuhan sehari-hari.
Setelah selesai makan, Rei berjalan menuju kamarnya. Zenira yang melihat Rei bergegas tidur dan segera menyelimuti suaminya.
Belakangan Rei memang sangat sibuk di cafe sehingga kadang kelelahan setiba di rumah, tapi Zenira senang jika Rei bekerja dengan giat. Karena dengan begitu dia tak ada waktu untuk melakukan hal nakal seperti dulu yang sering dia lakukan.
Pagi menjelang dan Rei pun pergi mandi, setelahnya Rei bergegas turun untuk sarapan. Saat tiba di ruang makan Tora sudah siap menyajikan sarapan untuk Tuan mudanya itu.
Semangkok bubur kacang hijau dan ketan hitam sudah di siapkannya lengkap dengan santan kental yang di siramkannya di atas bubur kacang hijau tersebut.
Rei bergegas menyantap menu sarapan paginya itu dan bergegas pergi ke cafenya.
"Hati-hati di jalan!" Ucap Zenira saat Rei pamit untuk pergi kerja.
Zenira menghampiri Sopiah yang masih belum keluar dari kamarnya, saat Zenira masuk ke kamar Sopiah, gadis muda itu sudah terlihat lebih sehat dan siap untuk bekerja kembali.
... ❤️❤️❤️...
Ingatkan lagi ya 🙏
Love / Favorit ❤️
Like/ Jempol di setiap bab 👍
Kopi ☕
Bunga 🌹🌸
Rating / Bintang 🌟
Vote doong 🥰
Komen bebas asal santun 💭
Novel dengan judul 'TAWANAN CEO AROGAN ' sudah ganti baju nih, mampir lagi yuk📌