
Yura terperanjat kaget, manik matanya membelalak sempurna. Ia memberontak ingin terlepas dari kungkungan Zefon, akan tetapi tidak bisa. Karena Zefon justru mengeratkan lilitan tangan dan kakinya.
“Lepas!” ucap Yura dengan ketus.
“Tidak!”
“Lepasin Zefon! Aku tidak bisa bernapas!” sentak wanita itu terlihat kesal.
Barulah Zefon melepasnya. Yura mendudukkan tubuhnya, punggungnya merapat pada headboard kasur. Membuang pandangan ke sembarang arah.
“Aku di sini! Kenapa malah melihat ke sana!” seru Zefon menarik kepala Yura agar menghadap padanya.
Yura menatapnya dengan tajam. Dua pasang netra itu saling bertautan cukup lama. Hingga lama kelamaan, mata Yura mengembun bahkan sampai memerah. Air matanya mulai berjatuhan.
“Ngapain kamu pulang? Dasar tidak bertanggung jawab!” ketus Yura memukuli dada Zefon. “Udah dapet perawanku langsung pergi gitu aja. Dasar lelaki, maunya enaknya doang! Habis manis sepah dibuang!” cecar wanita itu meluapkan kekesalannya, mengayunkan kedua lengannya yang terkepal pada dada bidang sang suami.
Zefon hanya diam saja, membiarkan sang istri melampiaskan kekesalannya. Begitu pun dengan bibir Yura yang terus meracau marah. Sampai akhirnya lelah sendiri. Pukulannya terhenti, tangisannya semakin tersedu-sedu.
“Maaf,” ucap Zefon di sela tangisan istrinya. Jemarinya menyeka kedua sudut mata Yura yang basah, kemudian menarik wanita itu ke dalam dekapannya. Memeluknya sangat erat. Ia juga menjatuhkan ciuman begitu dalam di kening Yura. Dadanya sesak melihat tangis Yura sampai sesenggukan seperti itu. “Maafkan aku, aku sama sekali tidak berniat seperti itu. Hanya saja, aku sangat sibuk mengurus perbaikan markas, para anggota klan yang sakit dan mati, juga .... ” sambungnya menaikkan dagu Yura agar menatapnya.
Bibir Zefon tersenyum tipis, “Ayah sudah mendapat anti-dote dari hasil penelitian Paman Sean. Selama ini aku di Jakarta untuk mengurusnya, dan baru bisa kembali ke sini,” papar pria itu lagi.
Yura tampak terkejut, “Jadi? Ayah akan sembuh? Ayah bisa sembuh?” pekik Yura tak percaya.
“Tentu saja!” sahut Zefon mengangguk mantap.
Yura kembali mengambur ke pelukan Zefon, tangisnya pecah. Ia yang tidak terlalu berharap banyak, karena di kehidupan sebelumnya ayahnya tidak dapat diselamatkan. Tangannya mencengkeram tepi kemeja Zefon dengan sangat kuat.
“Jangan nangis lagi, nanti aku mau menengok markas dulu. Baru kita kembali ke Jakarta ya,” ucapnya panik membelai kepala istrinya.
“Terima kasih, Ze. Terima kasih banyak!” seru Yura yang masih terbenam di dada suaminya, yang kini basah karena ulahnya.
Yura meregangkan pelukannya, mendongak dengan netra yang basah. Masih ada isakan-isakan kecil yang tercipta. “Apa kamu percaya takdir Tuhan?” ucap wanita itu.
“Mmmm, ya!”
“Kalau aku bilang, aku hidup kembali setelah pernah mati. Apa kamu akan percaya?”
“Hah? Ngomong apa sih kamu?” Zefon menangkup pipi Yura dan mencium bibirnya sekilas.
Karena diam saja, Zefon kembali menciumnya berulang. Lama kelamaan ciuman itu menuntut. Tangan besarnya menahan tengkuk Yura. Ia menganggap Yura kelelahan atau terlalu lama ia tinggalkan, sehingga ngomongnya semakin ngawur.
“Zefon aku serius! Aku pernah mengalami yang namanya kematian.” Yura menjauhkan tubuhnya. “Gara-gara Sarah dan Tora, aku mengalami kecelakaan hebat hingga tidak bisa selamat. Tapi tiba-tiba aku terbangun tepat saat Sarah menjualku. Di mana usiaku sepuluh tahun lebih muda,” papar Yura yang sulit dimengerti oleh Zefon.
Pria itu tercengang, bahkan lidahnya terasa kaku sewaktu ingin berucap. Ia masih sulit mencerna semuanya. “Jadi, maksudnya ... kamu hantu?” gumam Zefon dengan dada bertalu kuat.
Yura menepuk keningnya kuat-kuat, “Bukan! Tentu saja aku manusia. Hanya saja, aku menjalani dua kehidupan berbeda. Kehidupan pertamaku sungguh tragis. Aku diperbudak ibu tiriku, ayahku meninggal karena racun itu dan yang terakhir aku dibunuh. Karena itu di kehidupan kedua ini, aku ingin mengubah semuanya! Terima kasih, kamu sangat berperan banyak di sini, Ze. Aku selamat, ayahku juga selamat. Semua karena kamu!” jelas Yura.
Zefon tampak berpikir keras atas semua penjelasan Yura yang menurutnya tidak logis dan tidak masuk akal itu. Tapi tiba-tiba, Yura menarik tengkuknya, membenamkan bibirnya di antara bibir Zefon yang sedikit terbuka. Mendapat serangan tak terduga, Zefon membeliak begitu lebar.
Bersambung~
Marhaban ya Ramadhan. Mohon Maaf lahir dan batin 🙏😘 selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim 💋💋 semoga lancar puasanya ya, Best. Dan kita bisa berjumpa di Ramadhan tahun depan. aamiin