Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 96



Axila berjalan di lobby kantornya, ia berjalan dengan penuh percaya diri. Aura nya sangat anggun dan terasa dingin, dibelakangnya menyusul asistennya yang sudah tiba dari 3 Minggu lalu sejak ia mengambil alih perusahaan itu.


Yap, Asisten Kang. Pria asal Korea Selatan itu telah berpindah penduduk ke Indonesia demi pekerjaan nya. Lagi pula, dia merasa nyaman dengan profesi nya saat ini, dan itu juga menguntungkan baginya.



Matanya yang tajam terus mengarah kedepan, berjalan satu langkah dibelakang Axila.


Mereka memasuki lift dan berakhir di lantai paling atas, dimana ruang kerja Axila berada.


Tepatnya dilantai 20.


"Apa jadwal hati ini." ujar Axila.


"Jam 11 nanti kita akan menjalin kontrak kerja sama dengan perusahaan Light Grup, sekaligus makan siang bersama Presdir perusahaan itu.


Lalu akan ada meeting dengan klien dari kota XT." balas Asisten Kang dengan detail.


Perusahaan Light Grup? Sepertinya Axila tahu siapa itu.


"Lanjutkan pekerjaan mu." balas Axila.


"Baik, Nona. Saya permisi." balas Asisten Kang, ia berlalu dari ruang kerja Axila lalu masuk kedalam ruang kerjanya sendiri.


Perusahaan yang Axila ambil alih adalah perusahaan yang bergerak di bidang Game online, fashion, perhiasan dan makanan. Itulah mengapa ada beberapa perusahaan kecil yang bekerja sama dengan perusahaan nya.


Axila mulai menghidupkan komputer yang berada diatas meja kerjanya, jemarinya dengan lincah berlarian diatas keyboard, sesekali matanya menatap pada dokumen yang berada disampingnya.


Sedangkan di Sekolah.


Sementara Azka di sekolah kini sudah akrab dengan beberapa siswa. Ia sangat populer dikalangan siswa, ditambah Azka anak pindahan dari Korea Selatan. Membuat para siswi semakin tergila-gila padanya, kemanapun Azka pergi. Sudah dipastikan, semua perhatian ia dapatkan.


Bahkan bukan hanya para siswi saja namun para guru wanita juga ikut memperhatikan nya.


Azka menyesuaikan diri dengan mereka semua, ada kejadian-kejadian lucu yang dialami olehnya.


Seperti saat hari pertamanya masuk sekolah.


Gosip sudah menyebar disekolah jika ada siswa baru lagi disekolah mereka, dan ada yang sudah pernah melihat wajah Azka ketika datang untuk mengurusi perpindahan sekolah nya.


"Annyeonghaseyo.... I'm Azka, I'm a transfer from South Korea, nice to meet you." sapa Azka didepan seluruh siswa dikelasnya.


"Annyeonghaseyo Azka." balas beberapa siswi dengan tatapan kagum karena ketampanannya.


"Bisa bahasa Indonesia nggak?" tanya salah satu siswa.


"No, I still have to learn." balas Azka.


"Emangnya kalo kita ngomong, Lo ngerti?" timpal siswa yang lain.


Azka tampak bingung, ia menatap kearah wali kelasnya saat ini.


Pria itu seakan mengerti apa yang dimaksud oleh Azka hanya lewat tatapan itu.


"If they talk, do you understand what they're saying?" (Jika mereka berbicara, apakah kau mengerti apa yang mereka katakan?) ujar Gurunya.


"No." balas Azka, dia menggeleng dengan cepat.


"Jadi, kita harus ngomong make bahasa Inggris gitu? apa make bahasa Korea segala?" lanjut yang lain lagi, mereka penasaran harus dengan bahasa apa agar mereka bisa berbicara dengan sosok tampan itu.


"Can I sit down now?" (Bisakah aku duduk sekarang?) tanya Azka pada pria itu, sepertinya ia malas menghadapi pertanyaan dari teman sekelasnya.


"Oh, yah. Duduklah di bangku yang kosong sebelah sana." (anggap aja ini make bahasa Inggris.)


Pria itu menunjukan pada bangku yang kosong paling ujung, dimana terdapat seorang siswi yang sejak tadi acuh dengan keadaan didalam kelasnya.


Azka melirik kilas teman sebangkunya, ia meletakkan tasnya diatas meja lalu mengeluarkan buku baru yang tak ada isinya.


Semua perhatian masih tertuju padanya, namun setelah mendengar ucapan wali kelas, mereka segera melanjutkan pelajaran yang tadi tertunda sebentar.


Saat pandangan Azka mengarah ke jendela luar kelas, ia melihat banyak siswi yang menatap nya dengan menempelkan tangan dan wajah mereka dikaca untuk melihat siapa siswa baru itu.


Saat jam istirahat tiba, banyak siswi yang masuk kedalam kelas itu hanya untuk melihat wajah tampan Azka, dan itu membuatnya sangat risih.


Mungkin saja teman sebangkunya juga merasakan hal yang sama sehingga menarik tangannya dan membawa Azka keluar dari kelas itu.


Keduanya berkenalan, dia bernama Reyna. Dilihat dari penampilannya, sepertinya gadis itu adalah anak yang tomboi. Sikapnya sedikit kasar, dingin dan acuh.


Dia membawa Azka ke atap sekolah lalu pergi dari sana dan kembali setelah beberapa menit kemudian dengan membawa sesuatu ditangannya.


"Makanlah, ini sudah memasuki jam makan siang." ujarnya dingin, ia duduk dengan jarang yang cukup jauh dari tempat Azka duduk.


"Entahlah. Aku tak pernah peduli dengan sekitarku, namun sepertinya kau memang akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dari mereka." balas Reyna.


Dari sanalah keduanya mulai sedikit akrab, ada beberapa siswa yang juga berkenalan lalu berteman dengan Azka. Namun Reyna seakan menjauhi mereka semua dan hanya berbicara dengan Azka.


Ketika kelas terlalu ribut dan tak bisa tenang, suara lantang Reyna lah yang akan membuat mereka semua terdiam. Mereka seakan takut pada gadis itu, entahlah. Karena Azka juga tak terlalu dekat dengan gadis itu.


Sama seperti saat ini, Azka dan Reyna saling oper bola di lapangan sepak bola. Gadis itu lumayan gesit juga, Azka merasa menemukan lawan yang seimbang baginya.


"Hei... Kau curang." protes Reyna, sedangkan Azka hanya terkekeh saja.


Banyak siswi yang berada disekitar lapangan sepak bola, menonton Azka dan Reyna yang sedang bermain sepak bola.


Reyna keluar dari lapangan karena ada beberapa siswa yang ikut bergabung dengan merekam Ia juga sedikit lelah dan haus sehingga membiarkan Azka dan siswa yang lain saja yang lanjut bermain.


Reyna pergi ke kantin, membeli dua botol air mineral lalu kembali ke lapangan untuk menonton seperti yang lainnya.


"Gila... Si Azka mainnya keren banget..."


"Tambah ganteng aja tuh anak."


"Fiks... Pacar gue yang paking keren."


"Yah kali dia mau pacaran sama Lo."


"Hehehee.... Lo Gimana sih, harusnya Lo tuh dukung gue."


"Ogah.... Orang gue juga suka sama dia."


Reyna tersenyum miring mendengar ucapan mereka, matanya sempat melirik para gadis yang memegang botol air sama sepertinya.


Saat Azka sudah kelelahan dan memutuskan untuk keluar dari permainan, ia mencari dimana Reyna berada, ia berkeliling sambil mencari sosok gadis tomboi itu diantara para kerumunan siswi yang menyodorkan nya air mineral. Namun tak menemukan dimana gadis itu berada.


Saat itu Reyna juga melihat kilas kearahnya, ia duduk terpisah dari siswi yang lainnya. Melihat kearah Azka yang sepertinya mencari seseorang.


Saat mata Azka menyapa sekitar, ia menemukan sosok yang ia cari. Berjalanlah sambil tersenyum pada beberapa siswi yang menyodorkan botol air namun tak ia terima, saat sudah mendekati Reyna, ia memberikan kode dengan tangan yang dikepal lalu diarahkan pada mulutnya.


Reyna mengangkat botol air yang sudah ia beli, Azka berjalan kearahnya mengambil botol air lalu duduk disampingnya. Meneguk air itu hingga habis tak tersisa.


Para siswi yang melihat hal itu merasa sangat kesal, namun tak bisa melakukan apapun karena Azka tak membiarkan mereka mendekatinya.


Kembali pada Axila, ia sudah berada disalah satu restoran mahal yang berada di ibukota.


Menunggu kedatangan orang yang akan menjalin kerjasama sama dengan perusahaan nya, dengan ditemani oleh sang asisten. Siapa lagi jika bukan asisten Kang.


"Axila..."


Suara itu terdengar di indera pendengarannya, Axila langsung berdiri begitu juga dengan asistennya.


"Sudah kutebak." gumam Axila.


Yap, orang yang akan bekerja sama dengan perusahaan nya adalah Levi Alexander. Presdir Light Grup yang sangat terkenal dan berkuasa.


...--------...


...Note........


Hai raider ku tercinta....


Aku harap kalian baik-baik saja dan belum bosan dengan novel aku yang ini.


Ada yang request buat kehidupan Azka di sekolah. Boleh banget sih, tapi ini jalan ceritanya udah mau berjalan ke akhir cerita.


Dan ada juga yang minta Part Militer lagi.


Boleh banget, aku juga mau buat lagi part militer nya.


Kemungkinannya di episode 97/98.


Akan ada konflik yang melibatkan Azka didalamnya, dan inilah awal dimana Levi berhasil merebut hati Axila.


Pokoknya bakalan tambah seru.


Aku harap kalian nggak bosan sama novel aku yah.


Dan ada juga yang udah tahu kan endingnya Gimana lewat novelnya Azka?


Aku nggak perlu jawab lagi deh aku rasa.


Zero^-^