Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Mengusir dengan halus


"Kalian sungguh kepar@t!" Pekik Mike kesal, dia membuang bantal dan apa saja yang berada diatas kasur king size itu.


Mike saat ini sedang menggeram kesal di dalam kamar hotelnya. Mengapa pria ini menjadi sangat kesal?


Tentu saja karena Shin-Young dan Levi. karena mereka, Axila sampai mengusirnya dari dalam kamar kekasihnya itu. Sebenarnya dia tak repot-repot pergi dari hotel itu, karena Mike dan Jack memang menginap di hotel milik Axila sekarang ini.


Beberapa menit yang lalu...


Axila keluar setelah mengganti bajunya, dia kelihatan lebih fresh dari sebelumnya. Tatapannya tertuju pada Levi yang saat itu masih bersandar di depan pintu kamarnya. Untung saja Levi memasukkan kedalam kamar yang tepat, jika pun Levi memasukkan nya kedalam kamar yang sudah ia sediakan untuk adiknya, Azka. Dia akan mengenakan baju yang sudah ia belikan untuk adiknya itu. Tentu saja Axila tak keberatan mengenakan baju pria, dia malah akan terlihat lebih keren dan mempesona.


Levi yang merasa pintur dibelakangnya terbuka segera menoleh dan menemukan Axila yang berada disana.


Gadis itu mengenakan baju kaos putih yang bertuliskan Gucci, dan celana selutut serta sandal jepit. Bukan terlihat aneh Dimata pria itu, tampilan Axila yang seperti inilah yang membuatnya semakin menyukai gadis itu.


"Hei. Bisakah kau minggir?" Ujar Axila acuh.


Levi menggeser tubuhnya kesamping, membiarkan gadis itu keluar dari dalam kamarnya dan berjalan kearah saah satu sofa singel.


Axila menghubungi room servis, jika dia ingin diantarkan sarapannya beserta milk-Tea tak lupa empat kopi untuk tamunya. Ralat!


Lebih tepatnya tamu tak diundang.


Semua orang diam, tak ada yang mengeluarkan suara sekecil apapun. Mereka sibuk dengan pikirannya masih-masing, begitu juga dengan Axila yang lebih memilih untuk bermain game online yang ia unduh di ponselnya.


Mike melirik Levi dan Shin-Young sebentar, lalu menarik nafasnya dan menghembuskan dengan kasar. Levi melirik sebentar lalu kembali pada majalah yang berada didepannya, Sedangkan Shin-Young fokus dengan ponselnya.


"Sebenarnya apa tujuan kalian menemuiku?" ujar Axila tiba-tiba tanpa mengalihkan fokusnya dari game yang saat itu sedang ia mainkan, membuat keempat pria itu menatapnya.


"Aku ingin mengajakmu sarapan bersama." jawab Shin-Young terlebih dahulu..


"Aku ingin menjelaskan kesalah pahaman diantara kita, Honey." jawab Mike.


"Aku mendampingi tuan." jawab Jack.


Semua sudah menjawab dan mendapatkan anggukan dari Axila, namun Levi tak menjawab dengan satu katapun.


"Lalu kau, Levi?" Axila melirik kilas lalu kembali pada ponselnya.


"Pertanyaan mu sudah dijawab oleh pemilik hotel sebelumnya," jawab Levi, "dan hanya ingin melihatmu saja." lanjut Levi.


Axila mengangguk pelan lalu meletakkan ponselnya saat mendengar bel kamarnya berbunyi.


"Room servis." ujar seorang office boy dibalik pintu.


Saat Axila baru saja akan beranjak dari tempatnya duduk, Jack sudah terlebih dahulu beranjak dari sana dan membuka pintu.


*Ceklek*


Terlihat seorang pria yang mengenakan seragam office boy yang bekerja di Hotel Shin Three dengan name tag yang menggantung disana.


Tiga orang itu menatapnya dengan tatapan dingin, ditambah terlihat Shin-Young yang sebagai pemilik hotel sebelumnya berada didalam sana.


"Masuklah." ujar Axila dari dalam, membuat pria itu mendorong semacam meja troli nya kedalam kamar dan menyimpan satu mangkuk salad buah dengan sedikit sayuran, satu cup milk-Tea dan tiga cangkir kopi diatas meja dengan perlahan.


Terlihat gelas yang dipegangnya sedikit bergetar, sepertinya jantungnya sedang berolahraga.


"Saya permisi dulu, Tuan-tuan. Nona." ujarnya sopan dan mendorong meja troli nya keluar dari dalam sana.


Baru saja dia sampai didepan pintu, Axila menghentikan langkahnya.


"Tunggu sebentar." ujar Axila tiba-tiba.


Office boy itu membalikkan badannya dan melihat Axila yang saat itu sedang mencicipi sedikit sarapannya dan milk-Tea yang dia pesan.


"Ya, Nona?"


Jantung pria itu sudah bergemuruh, tak tahu lagi apa yang akan terjadi, dia terus berdoa semoga tak ada kesalahan didalam sarapan sang pemilik hotel, jika tidak mungkin dia akan ditendang dari hotel tempat ia mencari nafkah.


"Tunggu saja disana." ujar Axila, dia beranjak dari tempatnya duduk dan memasuki kamar lalu keluar setelah beberapa detik kemudian.


Pria itu terus berdiri didepan pintu, kakinya sudah gemetaran. Bagaimana tidak, yang ia dengar dari rumor tentang Axila membuatnya takut.


Dikabarkan jika pemilik baru sangat tegas dan sedikit kejam, dia tak ingin melihat sedikitpun kesalahan dalam pelayanan. Dia bahkan mengusir salah satu pengunjung beberapa waktu yang lalu. Tak tahu benar atau salah, tapi rumor itu terus menyebar.


Axila berjalan mendekat, "beritahu semua orang. Jika sebentar lagi adikku akan datang, aku ingin kalian menyambut dan memperlakukan nya dengan baik." ujar Axila, tangannya terulur dan menyodorkan beberapa lembar uang pada office boy itu.


"tips untukmu." ujarnya.


"Itu tidak perlu, Nona. Saya-"


"Ambillah dan pergi dari sini. Kami sedang bicara" ujar Levi tiba-tiba, sejak tadi dia terus mengamati Axila dan pria itu.


"Ba-baik, Tuan. Terima kasih, Nona. Saya permisi." ujarnya lalu menerima uang uang diberikan Axila padanya, setelah itu pergi dari sana. Jantungnya sudah tak kuat lagi menahan gugup, sekaligus merasa senang karena diberi tips dari Axila, sang pemilik Hotel.


...-------------...


...Note!...


Selamat Tahun Baru 2021 untuk kita semua.


Semoga di tahun ini lebih baik lagi yah, dan semoga Covid-19 di tahun ini menghilang dari tanah air.


Maaf bila ditahun 2020 kemarin author punya salah sama raiders dan sering bolos Update novel.


Sekali lagi, Selamat Tahun Baru