Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 114


Kini mereka berada di dalam salah satu restoran, Axila mengambil privat room agar pembicaraan mereka tak didengar oleh orang lain.


Dan sudah pasti Levi juga berada disana.


Suasana didalam sana terasa canggung, terlebih lagi Azka.


Sarapan bagi Axila dan makan siang bagi Azka dan Levi terasa sangat canggung, bahkan sampai malam itu habis pun seperti itu.


"Aku tak tahu harus menceritakan dari aman, aku akan menceritakan siapa aku sebenarnya." ujar Axila, matanya menatap pada Azka dan Levi.


"Namaku adalah Xian Liu Mei, seorang Putri Mahkota dari kekaisaran Kuno, aku sudah mencarinya disejarah kerajaan-kerajaan China tapi tak menemukan tentang sejarah kerajaan kami. Jika aku tak salah tebak, mungkin kerajaan kami berada di dalam dunia paralel." ujar Axila, ia sedikit tersenyum melihat Azka yang sedikit penasaran.


"Sejak kecil aku sudah belajar berpedang, bertarung dan lainnya yang dilakukan oleh seorang anak laki-laki. Aku mempunyai alasan tersendiri, kerajaan kami dijajah ketika usiaku menginjak 7 tahun.


Ayahku harus pergi berperang, membuatku juga termotivasi untuk membebaskan kerajaan kami dari musuh.


Apa lagi saat melihat begitu banyak rakyat kami yang tersiksa karena orang-orang itu.


Saat itu aku mulai nekat untuk mulai belajar berperang, aku dan kakakku belajar bertarung dan berpedang. Nenekku meninggal karena diracuni oleh musuh yang menyusup dan menyamar menjadi pelayan di kediaman nenekku, kakakku kembali dengan keadaan terluka dari peperangan. Membuat ku marah dan semakin membenci mereka.


Saat usiaku menginjak 13 tahun, aku mulai pergi ke daerah konflik, membebaskan desa-desa yang paling parah akibat peperangan itu.


Saat usiaku menginjak 14 tahun, aku mulai membantu pasukan kami berperang, aku membunuh sekitar 100 orang.


Saat usiaku hampi menginjak 15 tahun, aku sudah membunuh begitu banyak orang yang bahkan akutak mengetahui berapa jumlahnya, aku dan pasukanku berhasil memukul mundur mereka hinnga akhirnya mereka mengirimkan permntaan untuk perdamaian. Dari sanalah kisahku dimulai, aku mulaii mengikuti perang dimana-mana, hingga julukan "Dewi Perang" berhasil ku dappatkan.


Tak ada lagi kerajaan yang berani mendekati kerajaan kami, mereka semua mulai gentar saat mendengar namaku yang memimpinpeperangan.


Suatu hari ayahku memintaku kembali ke kerajaan, memintaku untuk pergi ke benua lain karena kerja sama antar kerajaan, namun siapa yang menyangka, diusiku yang menginjak 24 tahun, aku harus menerima kenyataan jika aku meninggalkan dunia ku dan datang ke Zaman ini."


"Tunggu dulu, jadi kau sungguh seorang Putri Mahkota?" potong Levi, tentu saja ia penasaran dan bahka tak menduga jika hal itu bisa terjadi.


"Tentu, namun semua orang mengenalku denga 'Dewi Perang' " balas Axila.


"Lalu, bagaimana kau bisa merasuki tubuh kakakku?" ujar Azka.


"Baiklah, aku akan menceritakan seperti apa dan bagaimana kakakmu bisa meninggal" Axila meneguk minumannya karena dia sedikit lelah berbicara, percayalah. Ini pertama kali Liu Mei bicara sebanyak dan selama ini.


"Axila yang asli, dia adalah gadis yang pintar dan sangat periang. Ia mempunyai sahabat bernama Indri, dan juga seorang pra yang dijodohkan dengannya, dan mereka juga telah bertunangan.


Axila mencintainya dengan tulus karena dia menganggap jika pria itu adalah orang yang akan menjadi suaminya kelak."


"Apakah mereka yang kau temui di mall hari itu?" potong Levi, dan Axila (Liu Mei) membalasnya dengan mengangguk.


"Pria itu adalah Alex, mantan tunangan Axila." balasnya.


"Hari itu adalah hari ulang tahun Alex, Axila berusaha untuk membelikannya hadiah sebagai kado ualng tahun, iajuga membuat kue dengan tangannya sendiri.


Axila bergeges ke apartemen Alex, karena ia tahu jika Alex lebih sering keluar dan bekerja, ia ingin memebrikan kejutan saat Alex kembali. Namun siapa sangka, jika saat ia tiba disana dia yang dikejutkan oleh Alex.


Dia melihat Alex yang sedang berhubungan badan dengan sahabatnya sendiri, Axila sangat kecewa pada mereka berdua namun dia malah kembali disalahkan oleh Alex, pria itu mengatakan jika semua itu salah Axila yang mau diajak ke ranjang padahal dia adalah tunangannya, mereka berdua bertengkar hebat dan memancing amarah Alex.


Denganrayuan Indri, akhirnya Alex melepaskannya, memberikannya katru debit yangberisi 4 Miliar, ia mengatakan jika untuk tak mengganggunya lagi dan jangan pernah muncul dihadappannya lagi.


Mereka melanjutkan keasikan mereka, bergelut diatas ranjang dengan disaksikan oleh Axila. Terlihat juga Indri yang sangat puas karena berhasil merebut Alex dari Axila, gadis itu memang selalu begitu, siapapun pria yang menyukai Axila pasti akan direbutnya hanya dengan tubuhnya.


Jadi tak diragukan lagi jika Alex sendiri bisa tergoda oleh wanita ular itu.


Axila mengambil kartu debit itu, meletakkannya didalam tas yang ia bawa dan pergi dari sana, sepanjang jaln ia selalu menangis.


Hingga langkahnya terhenti di jembatan yang sangat jauh.


Sungai itu tertuju kearah hutan, Axila tak mengetahui hal itu. Karena kekecewaannya, ia melompat kedalam saa, seperti ada dorongan yang membuatnya nekat.


Namun saat itu, janji yang ia ucapkan pada Azka terngiang-ngiang di otaknya, ia juga harus membalaskan dendam nya pada Alex dan Indri.


Namun nya tak terselamatkan, ia ternhanyut dengan derasnya air sungai, tepat sebelum kejadian itu terjadi hijan mengguyur daerah itu dan akhirnya ia harus pergi dengan keadaan itu"


"Dan disaat itulah kau mengabil alih tubuh kakakku, begitu?" potong Azka.


Axila mengangguk, "Kau benar, aku mengambilalih tubuh kakakmu disaat itu, aku bahkan tak tahu bagaimana aku bisa memasuki tubuh kakakmu." balasnya, "aku bahkan sangat bingung, bagaimana bisa ingatanitu tetap melekat ditubuh ini. Namun aku hanya menuruti permintaan terakhir kakakmu, dan tugasku hampir selesai.


Aku hanya perlu memebalaskan dendam tubuh ini, dan kemudiantugasku benar-benar selesai."


"Tunggu dulu, bukankan jika jiwa yang merasuki tubuh seseorang berasal dari tempat yang sama, atau setidaknya mempunyai garis keturuan yang sama?" ujar Levi.


"Axila adalah keturunan dari seorang kaisar, lebih tepatnya kaisar Qin Shin Huang dari dinasti Qin, Axila adalah keturunan ke 15 dari pihak ibu." Balas Axila (Liu Mei)


"Jadi, itulah mengapa kau bisa memasuki tubuh kakakku?" Tanya Azka.


Axila mengangguk, "kau benar."


"Aku tak menyangka jika Noona adalah keturunan seorang Kaisar." Azka berdecak kagum, ini benar-benar mengagumkan.


"Dari mana kau tahu, jika Axila adalah keturunan Kaisar." Tanya Levi penuh selidik.


"Ibunya yang memberitahukan Axila hal itu, semua gadis keturunan hingga ibunya, dan akhirnya sampai pada Axila." Balas Axila (Liu Mei)


...--------...


...Note......


Sampai disini dulu yah crazy up nya, jari ku udah pegel (jempol).


maklum, aku nulis make HP dan bukan Laptop.


Jadi dimaklumi aja yah kalo banyak typo nya.


Aku minta maaf...


Zero^-^