Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 113


Azka yang mendengar hal itu tiba-tiba merasa bersalah, saat ini remaja itu sedang mengemudi mobil kakaknya dengan kecepatan sedang, tak peduli apakah umurnya sudah pas atau belum, ia tetap mengemudikan mobil itu.


Levi menyusul dibelakangnya, ia tak akan membiarkan anak itu pergi sendirian apa lagi Azka belum memiliki surat ijin mengemudi.


Itu sedikit berbahaya dan akan berurusan dengan polisi lagi, Levi memang tak peduli dan semuanya bisa diselesaikan nya dengan mudah.


Namun sekarang bukan disitu masalahnya, jika terjadi sesuatu pada Azka, itu akan merepotkan.


Apa lagi dia melihat bagaimana Azka yang tiba-tiba terlihat panik dan khawatir karena ucapan dari asisten Kang.


"Nona terdengar kesal saat ia menelpon saya. Nada yang terdengar saat itu membuat saya merasa jika telah terjadi sesuatu dan saya hanya mengikuti perintah dari Nona.


Dan satu lagi, Nona menitipkan pesan pada Tuan muda jika 'Nona sangat menyayangi Tuan muda seperti Adiknya. Meskipun awalnya Nona hanya menjalankan permohonan dari kakak Tuan muda namun berjalannya waktu Nona Sangat menyayangi Tuan muda seperti Adiknya sendiri.' "


Azka yang saat itu mendengar nya langsung melemas, ia merasa bersalah karena tak mendengarkan penjelasan dari Axila.


Jika itu benar maka, kakaknya masih hidup didalam diri Axila dan tubuh itu juga milik kakaknya.


Axila yang sekarang telah menjaga nya dengan sangat baik, membebaskannya dari pembulian di sekolah, haknya kembali diambil, memberikan pelajaran pada ibu dan kakak tirinya, membawanya kembali ke Indonesia dan bahkan....


Sangat menyayangi nya dan memanjakan nya.


Membawa dirinya kedalam bahaya untuk menyelamatkan dirinya.


Membuatnya bahagia dan tak berada dalam Kekangan lagi.


Semua itu ia dapatkan dari kakaknya yang sekarang.


Tak peduli itu kakaknya atau bukan.


Yang ia tahu, itu adalah kakaknya.


Azka kembali menginjak pedal gas dan mempercepat laju mobil itu.


Sementara itu.


Axila yang saat ini sedang berada dipantai (Ancol) menikmati waktunya.


'Aku telah menjaga adikmu dengan baik seperti permitaan mu. Hanya tersisa satu lagi dan apakah aku bisa kembali?


Sama seperti dirimu, aku juga merindukan keluargaku.


Meskipun aku akui, aku telah nyaman berada di duniamu.' batin Axila, untuk pertama kalinya air matanya menetes. Untuk pertama kalinya ia begitu menyayangi orang lain selain keluarga nya (keluarga Liu Mei di zaman kuno)


Ini sudah hari kedua ia pergi dari rumahnya, membiarkan Azka disana.


Saat itu, setelah ia keluar dari kamar Azka. Ia langsung bergerak ke bagasi rumahnya, mengambil motor sport nya dan keluar dari rumah meninggalkan semua orang disana.


Axila memacu motornya kearah pantai, ia ingin menenangkan dirinya disana.


Axila menyewa satu kamar di hotel yang berada disekitar pantai (Ancol) untuk satu Minggu kedepan.


Setelah tiba disana, Axila (Liu Mei) segera menelpon asisten Kang, menyuruh nya untuk mengalihkan sebagian hartanya pada Azka, ia berpikir.


Jika suatu hari nanti ia akan kembali ke dunianya, ia bisa memberikan hartanya pada Azka dan sebagian lagi akan ia berikan pada panti asuhan yang tak terurus.


Mendonasikan hartanya bagi anak-anak yang tak mampu, yang berada di panti asuhan tak terurus.


Axila yang saat ini sedang berada dipantai mulai meninggalkan tempat itu, ia sebaiknya kembali ke kamar hotelnya untuk beristirahat.


Namun baru dua langkah, ada seseorang yang tiba-tiba memeluknya dengan erat.


Bahkan saat ini sedang menangis diperlukan nya.


Azka, itulah dia.


Asisten Kang memberitahu nya jika Axila saat ini sedang berada di Ancol, ia menginap disana untuk beberapa hari kedepan. Bahkan pria itu juga akan kesana untuk memberikan barang Axila.


Saat tiba, Azka segera berlari masuk kedalam hotel. Ia menanyakan dimana kamar kakaknya namun resepsionis itu mengatakan jika Axila sedang keluar beberapa saat yang lalu, mereka juga tak tahu Axila pergi kemana.


Salah satu resepsionis memberi saran untuk pergi ke Caffe karena Axila tak memesan sarapannya, mungkin saja gadis itu pergi ke Caffe untuk sarapan disana.


Azka dan Levi berkeliling, memasuki setiap Caffe yang ada untuk mencari Axila namun setelah usaha mereka tak menemukan apapun.


Azka sangat kecewa dengan dirinya, ia melangkah kearah pantai.


Namun siapa sangka, jika dari kejauhan ia melihat kakaknya disana.


Langsung saja Azka berlari kearah Axila, saat hampir sampai ia melihat gadis itu bangun dari duduknya, mengibas pasir yang menempel di pakaiannya dan mungkin saja akan pergi dari sana.


Saat Axila berbalik, Azka menabrak tubuh itu dan menarik Axila kedalam pelukannya. Ia merasa sangat lega, akhirnya ia bisa menemukan Axila juga. Meskipun tenaganya terkuras tapi hasilnya tak mengecewakan.


"Noona... Noona maafkan aku... maafkan aku..." ucapnya sambil mengeratkan pelukannya, ia mengecup rambut kakaknya berulang kali.


Azka tak merasakan respon dari gadis itu, ia pikir Axila kecewa dan tak mau lagi bertemu dengannya.


Namun siapa sangka jika Axila malah membalas pelukannya.


"Kau tak salah, akulah yang telah membohongi mu selama ini." ujar Axila