Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Menggoda


🌺🌺🌺


Guntur membaringkan tubuhnya diatas ranjang bersiap-siap untuk terlelap menuju alam mimpi. mengharapkan tubuh Bulan yang hanya angan-angannya saja, lebih baik ia tidur untuk menyambut hari esok. disisi lain, Bulan berada di lantai bawah, tepatnya di kamar yang ia tempati beberapa waktu lalu. dengan ragu-ragu ia membuka lemari pakaian yang tampak kosong, hanya ada kotak kado yang diberikan sahabatnya saat pernikahan. Bulan sudah membukanya sejak beberapa hari lalu, alangkah kagetnya ia jika kotak tersebut berisi baju kurang bahan untuk memikat pak suami yang kurang belaian.


Bulan menoleh ke arah pintu yang telah ia kunci, kemudian beralih kembali pada baju yang ada didalam kotak. Bulan mengambilnya, ia menimbang-nimbang model apa yang ingin ia kenakan.


"Yang mana, ya?" Bulan bingung, ia berpikir sejenak hingga memutuskan mengenakan model chemise lingerie. Modelnya mirip baby doll dengan potongan A-line yang melebar ke bawah. Bagian atas biasanya bertali tipis atau halter.


"Ah, yang benar saja aku pakai ini?" ia menatap tak percaya pada penampilannya di pantulan cermin


"Ah, aku jadi ganjen." ia tersenyum, pipinya merona merah menatap tampilan dirinya sendiri


"Yasudah lah, saatnya menyenangkan suami. kasihan dia berharap banget." wanita itu mengendikkan bahunya, selepas itu ia kembali keluar kamar untuk bertemu dengan suaminya itu


Bulan mendongak menatap ke atas, dengan yakin dan penuh semangat ia bergegas melangkahkan kaki menuju ke kamar mereka. Bulan meraih handle pintu, menekannya lalu mendorong daun pintu tersebut sedikit saja. ia menyembulkan kepala terlebih dahulu, entah kenapa jantungnya berdebar kencang tak karuan dengan berpenampilan seseksi ini.


Bulan menarik nafasnya perlahan lalu ia hembuskan, berusaha melegakan perasaannya sendiri. ia masuk setelah sangat yakin, mendapati suaminya berbaring miring menghadap sisi tidur miliknya.


Apa dia sudah tidur? batin Bulan


Ia melirik jam di dinding, pukul sembilan malam dan tidak mungkin lelaki ini telah terlelap, bukan?


"Sayang ..." untuk pertama kalinya ia mengucapkan kata sayang untuk sang suami, yang masih ia belum tahu apakah telah mencintai lelaki itu atau belum.


Ah ya ampun, dia nggak dengar. batinnya


"Sayangku ..." Bulan mencoba dengan memasang suara sensual diselipkan sedikit *******, seperti tengah menggoda bagaikan jal*ng. namun ia tidak peduli, yang ia goda adalah suaminya sendiri, bukan? dan ini adalah hak nya.


"Kamu sudah tidur? kalau kamu tidur, ya rugi dong. dan aku pun percuma." katanya, yang masih betah bersandar didepan meja rias, sedikit membusungkan dadanya dengan kedua tangan berpegangan pada tepi meja rias yang terletak tepat didepan ranjang itu


Guntur mengerutkan dahinya, ia memang belum tidur dan masih memejamkan matanya. sejurus itu ia membuka matanya, pikirannya berusaha mencerna kalimat Bulan barusan.


"Is! kamu benar-benar pria yang rugi!" decaknya, tersenyum seringai. Bulan merasa pria itu memang belum terlelap


"Rugi apanya siii---


"Bul ...." Guntur menelan salivanya dengan kasar, ia benar-benar langsung bangkit tatkala pemandangan itu sungguh menghipnotisnya


"Tidur saja." ucap Bulan, lelaki itu dengan cepat menggeleng dan langsung menghampiri sang istri


Bulan merinding, lelaki ini akan melahapnya dengan rakus. gadis itu pun berlari keluar kamar ingin menghindar darinya.


"Hei! mau kemana hm?" teriak Guntur


"Hahaha ... aku iseng, tau! kamu tidur aja gih!" ledeknya, sedikit menoleh ke belakang sembari menuruni tangga


"Mana bisa aku tidur dengan kecentilan kamu itu. kau sangat seksi, Bulan! berhentilah!" Guntur terus mengejar


Sedangkan wanita itu masih tergelak, ini menyenangkan bermain kejar-kejaran demi mendapatkan tubuhnya. hingga saat langkah kaki Bulan telah menginjak lantai dasar, sontak saja tangannya langsung diraih oleh pria itu yang langkahnya lebih cepat darinya.


"Dapat kau!" Guntur tertawa renyah menangkap tubuh mungil yang begitu seksi ini, ia menarik tangan sang istri hingga membentur badannya dengan cukup kuat


"Aaaakh!" Bulan mencengkram kedua pundak kokohnya, wajah mereka begitu sangat dekat hampir tidak berjarak. tatapan keduanya saling mengunci satu sama lain, memerhatikan kilatan bola mata yang langsung menghipnotis keduanya


Guntur tertegun merasakan debaran jantungnya yang berdetak sangat kencang, dua kali lebih cepat dari biasanya. begitu pula Bulan yang juga merasakan hal yang sama, lututnya terasa lemas tatkala baru pertama kali merasakan debaran ini. walau keduanya saling dekat dan intim, tapi debaran itu belum pernah mereka rasakan seperti saat ini.


Apa ini? batin Bulan dan Guntur bersamaan


Tatapan keduanya masih mengunci, tidak bisa menghindar sedikit pun untuk sekedar menoleh ke arah lain.


Dia sangat cantik dan ceria, batin Guntur


Ternyata dia sangat tampan, aku bahkan tak berkedip sedikit pun. batin Bulan


Hanyut dalam buaian tatapan ini, tanpa sadar Guntur memajukan wajahnya ingin mencicipi bibir ranum yang menggoda itu. Bulan meremat pundak sang suami yang kemudian ia pejamkan mata saat bibir mereka hampir bertemu.


🌺🌺🌺