Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Welcome Baby And Daddy


🌺🌺🌺


Hari demi hari Rembulan selalu menemani putranya didalam ruang NICU untuk memantau perkembangan si mungil. suka duka ia rasakan diruangan tersebut, menatap bayinya yang lemah hingga menjadi sosok bayi normal disetiap pertumbuhannya. tak ayal Bulan juga mengAsihi Galaksi, mengajaknya bercerita, berdongeng, mendekapnya dalam pelukan lembut nan penuh cinta. terkadang ia tertawa, menangis haru, tak luput rasa bahagia lebih mendominasi perasaannya.


"Sayang."


Deg!!


Itu--suara sosok yang selalu ia rindukan, terdengar dekat seolah berasal dari tempat ini. Bulan tertegun dan ia pun tercenung, hingga panggilan sekali lagi membuatnya tersentak dari lamunan. Bulan memutar balikkan tubuhnya ke belakang, ia terpaku menatap sosok Guntur berada tepat diambang pintu bersama kedua mertuanya.


"Mas Guntur!" ia terkesiap


Guntur dan keluarganya datang mendekat, Bulan beranjak berdiri sembari mendekap putranya. jarak mereka semakin dekat, rindu yang membuncah dan tak bisa ditahan lagi menuntun sepasang insan ini untuk saling berpelukkan


"Aku sudah selesai di rehab dan aku bebas." ucap Guntur, ia kecup pucuk rambut sang istri


"Serius??"


Guntur mengangguk. kemudian pandangannya teralihkan kepada sosok bayi yang ada didekapan Rembulan. "Putra kita??"


Bulan menganggukkan kepalanya sembari mengulum senyum. "Maaf, kalau kami semua menyembunyikan kabar ini kalau Galaksi lahir prematur." ucap sendu Rembulan


"Yang penting dia selamat. aku ingin menggendongnya?" pinta Guntur, Bulan dengan senang hati memberikannya kepada sang Daddy Guntur


"Anak Daddy ... Daddy sudah pulang dan sehat, kita bisa sama-sama lagi sekarang. maafin Daddy ya, jarang sekali berada didekat Mommy." ucap Guntur kepada sang putra yang sedang menatap wajahnya tanpa kedip sedikit pun


***


Hari ini Bulan telah siap untuk meninggalkan Rumah Sakit yang selama satu bulan lebih ia singgahi bersama baby Galaksi. bersyukurnya sang putra telah tumbuh menjadi anak yang sehat walaupun terlahir prematur oleh kecelakaan kecil itu.


Guntur yang sudah tiga hari ini dinyatakan telah bebas dan sehat layaknya orang normal, cita-cita untuk bersama mulai terjalin kepada dua orang yang sangat ia cintai.


"Perlengkapan semuanya udah siap, Yang?" tanya Bulan yang sedang mengAsihi Galaksi melalui dot


"Udah, Yang."


"Baby Gala masih mimik? lapar banget ya, Nak." Mama Anna mengelus rambut tipis sang cucu


"Iya, Oma, Gala masih haus, Asi Mommy enak banget soalnya." seru Bulan menirukan suara bayi


"Aaah ... Daddy juga pengen rasain Asi Mommy" sahut Guntur, berjalan mendekati dua wanita itu


Bulan dan Mama Anna mendelik mendengarnya, "Apa sih, malu-maluin." gerutu Bulan


Seketika itu Baby Galaksi melepaskan pagutan bibirnya pada dot botol Asi, kembali tertidur pulas didekapan sang ibu yang telah mengandungnya selama delapan bulan dan rela menemaninya didalam inkubator selama satu bulan ini.


Tanpa berlama-lama, keluarga kecil yang berbahagia ini beserta Mama Anna, bergegas kembali pulang ke kediaman Perkasa pada tengah hari yang tampak terik dari luar jendela kamar inap.


"Papa kerja, Ma?" tanya Bulan


"Iya, ada rapat hari ini, begitu pula sama Mami Vega."


Bulan membulatkan bibirnya seolah paham akan pekerjaan penting yang tidak mungkin bisa ditunda.


Beberapa menit kemudian, mereka telah tiba di kediaman Perkasa. rumah besar yang selama beberapa bulan terakhir Bulan tempati tanpa kehadiran suaminya. Bulan mengulum senyum kepada Guntur, sungguh ia rindu tinggal bersama keluarga suaminya lagi.


"Welcome Baby Galaksi and Daddy Guntur!"


Bulan dan Guntur terperangah melihat banner penyambutan yang bergambar baby Gala dan sang Ayah beserta tulisan welcome untuk keduanya. dan terdapat pula sebuah cake yang dibawa oleh Bintang untuk Mahmud dan Pahmud yang menggemaskan ini itu.


"Ya ampun, surprise??" Bulan terkesima


"Huf, untung saja Baby Gala tidak terganggu sama keberisikan kalian." gerutu Mama Anna, mereka malah cengengesan, hanya Mentari yang masih canggung sama keadaan, apa lagi ada Guntur yang sempat ia benci.


Guntur dan Mentari saling bertatapan, namun hanya sekilas saja dan kembali membuang wajahnya menghadap Rembulan, wanita yang sangat ia cintai.


Bulan mengulum senyum. "Nanti aku jelaskan."


"Aku mau sekarang, ayo kita ke kamar."


"Tapi--"


"Kak, aku pengen gendong Gala dong." begitu antusiasnya Clara menghambur mendekati kakak iparnya, dan langsung meminta baby Galaksi untuk ia dekap


"Hati-hati!" peringat Guntur


"Iya."


Setelah Baby Galaksi telah berpindah tangan, Guntur langsung menarik tangan sang istri menuju tangga, di mana kamar mereka berada. namun, langkahnya terhenti sebab Bulan menahan langkah sang suami. Guntur membalikkan tubuhnya.


"Ada apa?"


"Kamar kita disitu, bukan diatas lagi. aku udah lama pindah ke kamar bawah."


"Oh, yasudah." Guntur kembali menyeretnya


"Emang harus ya, bicaranya di kamar?" tanya Bulan


Guntur tidak menjawabnya, ia langsung masuk ke kamar baru mereka dan segera mengunci pintu setelah sang istri turut menyusul.


"Ceritalah, kenapa dia bisa disini? apa dia sudah baikkan sama kamu?"


"Sudah, sejak beberapa minggu yang lalu. Mami sempat menceramahinya, aku pun tidak terlalu tahu apa yang dikatakan Mami, sejak itu Kak Tari nggak menampakkan diri selama satu minggu. dan setelahnya dia kembali hingga langsung menghambur memelukku. aku sempat bingung, ada apa dengannya? ternyata dia sudah sadar sama sikapnya padaku. kami pun saling memaafkan dan akur layaknya saudara."


Guntur diam menyimak penjelasan sang istri


"Tenang aja, Kak Tari udah insaf kok."


"Semoga saja." ucap Guntur


Bulan mengulum senyum, senyum yang manis terlihat indah dibibir seksi itu. melihat suasana ada dikamar hanya berdua, seketika rasa gairah mulai bergejolak menguasai pikirannya. Guntur menghapus jarak diantara mereka, ia memajukan duduknya mendekati sang istri yang tampak mulai gundah.


"Mau ngapain! aku masih nifas lho." Bulan menahan dada Guntur, ia dapat membaca apa yang dipikirkan suaminya


"Hanya mimik susu, Sayang. dan--mengecap bibirmu." ucapnya dengan nada sensual


"Edan!! aku mau ke depan!" Bulan bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu kamar. saat akan memutar kunci, tiba-tiba tubuhnya mengerang merasakan geli pada ceruk lehernya


"Eeeemh ... Gun."


"Hanya sebentar, aku tidak melakukan itu. aku tahu kamu juga ingin merasakan apa yang kurasakan." lirih Guntur sembari membalikkan tubuh Bulan menghadap padanya.


Tanpa mengijinkan Rembulan mengeluarkan suara, ia langsung meraup bibir manis itu dalam buaian ciuman yang membara. saling menyesap, menelusuri rongga mulut dengan lihainya, sampai sepasang insan ini terbawa suasana oleh sensasi yang ditimbulkan.


Tok tok tok!


"Kalian ngapain!! belum waktunya, Woi!"


...----------------...


...TAMAT...


...****************...


Terima kasih sebanyak-banyaknya udah baca si gila Gledek dan Rembulan ... aku TAMAT kan disini saja ya ...


Mau ekstra part? tenang aja, nanti aku kasih bonus babnya kalau ide lancar kembali πŸ˜ŠπŸ™πŸ˜’


Yang belum FAVORITE, tekan love nya ya ... bagi yang udah di fav, jangan di unfav, agar kalian bisa mengetahui kabar terbaru dariku.