
πΊπΊπΊ
Tepat dua bulan usia baby Galaksi, perusahaan Perkasa Group akan mengadakan sebuah acara besar yang akan dihadiri oleh seluruh kalangan, baik dari kalangan kolega, investor, maupun kerabat keluarga dan pertemanan. sebuah ide cemerlang dari Tuan Perkasa yang menginginkan pesta pernikahan untuk putra dan menantunya yang belum sempat terlaksana selama pernikahan, begitu pula ingin mengenalkan pewaris nomor dua Perkasa Group yaitu baby Galaksi Cakrasurya, tak lupa Tuan Perkasa juga akan mengumumkan pengalihan perusahaan yang akan diambil alih oleh putra semata wayangnya.
Hiruk pikuk para undangan tamu telah meramaikan Ballroom Hotel yang dipesan oleh Tuan Perkasa sebagai tempat pesta akan berlangsung, musik biola yang terdengar syahdu dimainkan dengan apik oleh kepiawaian Violinis, membuat suasana menjadi tentram dan damai. hidangan makanan dan minuman sudah tertata rapi diatas meja yang berjejer, bisa dinikmati siapa saja oleh para tamu yang hadir.
Beberapa pasang mata mengalihkan perhatiannya ke arah pintu masuk yang dijaga oleh dua orang keamanan, dua sosok tampan dan satu sosok cantik yang berpakaian seragam dengan warna yang senada, melangkah disepanjang red karpet ditengah-tengah para tamu.
Siapa lagi kalau bukan Guntur, Bulan dan baby Galaksi yang begitu imut dengan pipi chubbynya, membuat semua orang yang memandang serasa kagum dengan keserasian keluarga kecil ini.
"Mereka memandang kita? aku malu dilihat sampai segitunya." bisik Rembulan, sembari membalas senyum yang dilemparkan padanya
"Itu karena kamu terlalu cantik dan aku terlalu tamvan." balas Guntur
"Kepedean sekali anda!" gerutu Bulan
Tibalah mereka didekat Papa Perkasa, Mama Anna dan Mami Vega yang sedang mengobrol dengan beberapa Kolega
"Kalian udah sampai?"
"Seperti yang Mami lihat." pukas Guntur
"Syukurlah. acara akan segera di mulai, mari kesini cucu Oma." Mami Vega mengulurkan kedua tangannya ingin menyambut sang cucu pertama
Bulan mengedarkan pandangan menatap ke sekitar, Clara yang sedang mengobrol dengan teman-temannya, termasuk bersama Bintang. sepertinya itu adalah sekumpulan teman SMA yang sedang reuni, Bulan mengulum senyum melihatnya. dan pandangannya beralih ke sisi lain, melihat Mentari tengah mengobrol dengan beberapa rekan model yang tak kalah cantik dengan Kakaknya.
Sedangkan dirinya??
Bugh!
Sontak saja Bulan kaget ketika pundaknya ditepuk oleh sesuatu. ia membalikkan tubuhnya ke belakang untuk melihat siapa yang menyapanya. seketika saja matanya terbelalak, senyum cerah terukir indah dibibirnya dan sontak saja Bulan langsung memeluknya.
"Siska! akhirnya datang juga," ucapnya gembira
"Tentu saja aku datang." Siska turut memeluk sahabatnya, Bulan melonggarkan pelukan dan beralih menatap seorang batita berusia satu tahun lebih digendongan suami sahabatnya
"Hai, Aurel, cantik sekali kamu. mau Tante gendong?" Bulan mengulurkan tangannya ke hadapan bayi perempuan itu
"Nghh!!" bayi tersebut menggelengkan kepala sembari merengek dengam wajahnya yang kusut. sepertinya enggan untuk berpindah tangan ke orang lain
Seketika saja tawa sahabatnya menyembur, tampak lucu sekali raut wajah Bulan yang langsung ditekuk setelah mendapat penolakan dari putri kecilnya.
"Ketawa!" Bulan menepuk lengannya
Acara inti pun dimulai setelah melihat gedung ini dipenuhi banyak tamu. dan Tuan Perkasa tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi. pria parubaya tersebut melangkah menaiki panggung, meraih mikrofon yang disodorkan oleh pembawa acara.
"Selamat malam untuk para hadirin tercinta yang telah menghadiri acara kecil kami, saya Perkasa Laksono, mengucap rasa syukur telah diberikan kenikmatan dan kebahagiaan yang lengkap oleh Tuhan Yang Maha Esa. semoga kita semua diberi kesehatan selalu dan kejayaan. disini saya berdiri, akan memperkenalkan menantu dan cucu pertama saya, istri dan anak dari Guntur Anderson sang pewaris Perkasa Group."
"Kepada Guntur, Rembulan dan baby Galaksi, dipersilakan dengan segala hormat."
Bulan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, ia dipanggil oleh sang mertua untuk naik ke panggung? ah, rasanya ia begitu gugup menampakkan diri dihadapan ratusan orang yang hadir. dirinya akan menjadi objek perhatian semua orang, seketika lidahnya kelu bila saja akan menyampaikan sesuatu
"Ayo." Guntur menggandeng tangan istrinya, Bulan mengangguk pelan
Dan mereka pun telah tiba disamping sang ayah.
"Pasti sebagian dari kita sudah mengetahui sosok wanita tegar, penuh kesabaran dan tangguh, yang sedanng berdiri disamping putra saya. Sinar Rembulan Cakrawala, putri dari Almarhum Cakra dan Nyonya Vega, dari Cakrawala Group. Ia adalah menantu saya sejak beberapa bulan yang lalu, ia pula yang membantu anak saya untuk berjuang sembuh dari segala penyakit yang dialami. ditambah lagi dengan ujian rumah tangga yang mereka hadapi, kesabarannya semakin besar menghadapi kehamilan seorang diri tanpa seorang suami."
"Is, Papa berlebihan sekali! aku kan jadi risih."
πΊπΊπΊ
Jangan lupa like, koment dan hadiah serta vote nya π€§π
Ohya, jika ada yang punya aplikasi KaBeeM, boleh mampir di cerita religi romance punya otor ya...
judulnya: Muadzin, Kiblat Cinta Sang Pendosa
pena: Cece_Virgo
Blurb:
Kagum atas ketaatan sang Muadzin, seorang imigran Turki asal Indonesia, berhasil mengetuk pintu hati Azra Beyza yang telah tertutup dari keyakinannya.
Kamu Muadzin-ku, pria yang berhasil memanggil hatiku untuk menyerukan sholat. Kamu Kiblat-ku, menuntun ku menghadap Tuhan ke arah kiblat umat Muslim.
Kamu pencuri hatiku, apakah aku pantas untukmu? Batin Azra Beyza
Wanita pendosa, apakah pantas mengharapkan cinta dari lelaki religius seperti Aziz Baihaqi? Azra merasa insecure dan mencoba menutup rapat hatinya untuk Aziz.
"Aku pezina, Islam melarang lelaki muslim untuk menikahi seorang pezina sebelum ia bertobat nasuha. Hah, menikah? bahkan aku berpikir sejauh itu, ck!" gumamnya sembari membaca buku pedoman islam
Azra, wanita malam di sebuah Klub, melayani kebutuhan batin pria hidung belang yang haus akan belaian. Tersanjung akan ketaatan Aziz, nasihat dan pula ketampanannya, membuka hati Azra hingga berkembang menjadi lope-lope bermekaran.