Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Rencana Jitu, Menyogok!


🌺🌺🌺


"Si dedek udah enam bulan di perut, kamu kapan balik, Yang? sudah empat bulan kamu disana." ucap sendu yang keluar dari mulut Bulan, mengelus perutnya yang telah membesar. ia sangat mengharapkan sang suami segera keluar dari tempat itu


Guntur menggelengkan kepala, "Aku nggak tahu, Yang. entah sampai kapan disini."


"Hmmm ..." Bulan tertunduk lesu mendengarnya. "Padahal aku ingin saat dedek lahiran nanti, kamu ada disisiku, menemaniku untuk berjuang keluarin anak kita." pintanya


Guntur pun sama, jauh didalam lubuk hatinya sangat ingin menemani sang istri saat melahirkan. jangankan itu, ia ingin menemani hari-hari wanita tersebut saat mengandung, menjadi suami posesif yang melarang ini dan itu kepada sang istri, apalagi turut andil dalam memperhatikan tumbuh kembang sang jabang bayi. tapi takdir berkata lain, tidak mengijinkannya untuk memerhatikan janin tersebut. jiwa seorang bapaknya turut sedih jika mengingat hal ini.


"Nanti aku minta izin sama petugas untuk menemani kamu, ya? pasti boleh." ucapnya dengan penuh yakin, walaupun tidak yakin sama sekali. namun hanya demi menyemangati isterinya saja


"Benarkah boleh??" mata Bulan berbinar-binar melihat wajah suaminya yang tampan dilayar ponselnya


"Iya, jika tidak boleh, tinggal aku suruh Papa buat nyogok. percuma jadi orang kaya kalau nggak manfaatin harta." Guntur tergelak


"Is, dasar! ada-ada saja ide kamu, tapi bagus juga." Bulan mengacungkan jari jempolnya, hingga keduanya tertawa bersama-sama


"Berisik, uy! lagi tidur juga." tegur teman sekamar Guntur yang merasa terusik oleh tawa pria calon beranak satu itu


Guntur memutar bola matanya, ia mengecilkan volume tawanya yang cukup menggelegar, sampai membuat waktu istirahat orang merasa terusik.


"Sssstt! temanku bobok." bisik Guntur pada layar ponsel yang menampikkan wajah Rembulan yang sedang duduk berselonjor dengan rambut basah acak-acakan dan kimono yang dikenakan


"Kamu sih, tawanya nggak difilter." ledek Bulan yang masih cekikikan


"Kau ini! rasanya ingin ku cium." geram Guntur


"Cium lah," Bulan memanyunkan bibir seksinya yang menggoda


Si*l! buatku tegang, batin Guntur


"Sudahlah! kapan check up lagi?" Guntur mengalihkan pembicaraan sebelum hasrat gairahnya terus menanjak, apa lagi melihat pemandangan diseberang sana sangat menggoda


"Yasudah, kamu berpakaian sana, sengaja banget ingin menggodaku." geramnya


"Hahahahaha! kasihan sekali, kamu istirahatlah, byeeee ... muaach!" pamitnya sembari melambaikan tangan, Guntur mengangguk dan turut membalas hingga panggilan tersebut diputuskan oleh Rembulan.


Guntur menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan kasar. ia tertunduk kebawah, melihat adik kecilnya tampak menonjol dibawa sana.


"Si*l! dia sudah bangun!" umpat Guntur, pria itu bergegas ke kamar mandi untuk bersolo ria. terkadang seperti itulah yang ia lakukan jika baru saja melihat sebagian tubuh sang istri yang tampak terbuka dan berpenampilan sangat seksi.


***


Guntur mendengarkan ceramah agama didalam Masjid seusai sholat Isya, ia menyimak setiap kalimat yang masuk ke dalam telinganya. tema yang disampaikan yaitu pentingnya seorang kepala keluarga membimbing anak dan istri menuju jannah-Nya Allah, dan ini termasuk tema yang menarik baginya.


Selain menarik, juga sangat penting untuk dirinya ke depan yang akan menjadi sosok kepala keluarga untuk anak dan istrinya. Guntur memiliki tanggung jawab yang besar kepada Allah, berkewajiban untuk mengatur dan membimbing anak dan istri dalam menuntun agama. Ia juga akan menanggung dosa atas keduanya jika saja terdapat larangan yang dilakukan.


Ia begitu menyimak, dan terkadang mencatat poin penting ke dalam sebuah buku.


Ceramah agama yang dilaksanakan seusai sholat Isya, serta wajib melaksanakan sholat lima waktu lainnya, adalah terapi spiritual yang wajib dilakukan untuk seluruh pasien pengidap gangguan jiwa. sebab--dengan cara mendekati diri kepada sang Pencipta, membuat jiwa dan raga ini akan merasakan ketenangan yang sesungguhnya. dan benar saja--Guntur merasa tenang setelah melakukannya, dan tidak ingin menambah dosa yang akan mendatangkan kemudharatan bagi diri sendiri dan orang lain.


Ternyata banyak sisi positif yang dilakukan ditempat Rehabilitasi ini, alih-alih adalah sebuah terapi psikis dan spiritual yang akan membentuk sisi baik didalam diri kita.


Guntur sedang duduk termenung diatas ranjangnya, memikirkan cara agar bisa keluar dari tempat ini hanya satu malam saja. Ia begitu merindukan Bulan dan juga ingin menjenguk buah cinta mereka. sekelebat bayangan seksinya wanita itu kembali menguasai pikirannya, sisi normal dalam kelakiannya oun meronta setelah berbulan-bulan tak disentuh sedikit saja.


"Sepertinya aku harus berkeliling untuk memeriksa tempat yang ada celahnya agar bisa keluar." gumam lelaki tersebut


Guntur mengedarkan pandangan, teman-temannya sedang sibuk bermain game online dan ada pula yang sedang melakukan video call. ini kesempatan terbaik untuk mulai menjelajahi tempat yang ia tinggali.


"Aaah ... gimana sogok petugas saja?" Ia tersenyum menyeringai, sebuah ide masuk ke dalam pikirannya


"Ya, dari pada pergi diam-diam akan riweh urusannya. mending aku sogok saja, sama-sama untung, bukan?"


🌺🌺🌺