Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Pembicaraan


Hening!


Tidak ada suara ketika itu terjadi. Seolah semua kata tercekat dan tersimpan dalam tenggorokan saja.


Hingga ketika pihak dari sekte fajar senja bertepuk tangan dan menyebut nama Long Chu beberapa kali. Barulah semua orang tersadar.


Namun masih tidak ada yang bersuara. Karena mereka masih tidak percaya dengan kemenangan yang dianggap mustahil itu.


Leng Kai langsung melesat melompat seolah terbang mendatangi anak semata wayangnya yang kini terbaring di lantai setelah mendapatkan pukulan keras. Sambil berteriak dia meminta tabib untuk datang dan memeriksa keadaan anaknya.


"Ayo tabib cepat!" Dia mendapati jalan darah anaknya terhenti dan itu bisa mengakibatkan kematian jika terlambat mengantisipasi serta mengobati.


Dia menatap pemuda yang kini berdiri di samping pengadil arena. Namun tidak berkata sepatah katapun. Sebab ini sudah disepakati. Asalkan tidak ada yang mati.


"Bawa dia ke tempat nyaman!" Perintahnya kepada tetua sekte pedang ilahi yang kini ikut membantu tabib memberi pertolongan pertama.


"Baik patriark!" Sahut tetua itu.


Long Chu langsung berkata kepada pengadil arena itu. "Mana taruhan yang kudapatkan?!" Tanyanya.


"Eh baiklah" pengadil itu langsung mengeluarkan kedua harta berharga yang menjadi barang taruhan itu dan menyerahkannya. "Jaka baik-baik nak! Dan hati-hati sepertinya ini akan berbuntut panjang!" Ucap Pengadil arena itu pelan.


"Pemenangnya adalah perwakilan Sekte Fajar Senja!" Teriak pengadil arena itu sambil mengangkat tangan kanan Long Chu.


Semua penonton pun mulai menerima kenyataan dan memberikan tepuk tangan yang meriah mengiringi langkah pemuda itu menuju stand tempat Sekte Fajar Senja yang disediakan oleh panitia.


"Kuda hitam yang luar biasa!" Salah satu dari ribuan orang itu berkata dan ada orang yang menyahut, orang itu berada di sampingnya.


"Aku tidak menduga bahkan tidak percaya dia memenangkan pertarungan yang ku anggap berat sebelah itu. Mungkin kau dan semua orang juga memiliki pemikiran yang sama" katanya.


Di sebuah ruangan Vip, tiga raja saling berbincang dan menganalisa pertandingan yang baru saja berakhir sekarang.


"Sekte Fajar Senja ini ternyata memiliki kuda hitam yang luar biasa " ucap Raja Bai Saluang. 


[Kerajaan Bai yang ada di dunia manusia. Berbeda dengan kerajaan Bai yang ada dunia siluman]


"Kerajaan Lei memang pandai menyimpan rahasia besar" tambah Bai Saluang dengan tersenyum.


Raja Lei hanya tersenyum kecut mendengar apa yang dikatakan oleh Bai Saluang. Dia tau itu bukan pujian yang tulus.


"Mungkin anak Ini akan menjadi lawan terkuat pangeran Chu Yang!" Timpal Raja Chu Lei sambil mengelus jenggot yang mulai tumbuh.


"Aku belum melihat pertarungan Pangeran Chu yang digadang-gadang akan menjadi yang terkuat pertama karena dilatih oleh seseorang yang berasal dari benua barat dan ku dengar pula isu dia tengah mengejar Putri kaisar Qing yang terkenal dengan kecantikan dan kekuatannya yang cukup menggemparkan itu"


"Kau terlalu memuji raja Lei Guang. Tapi itu memang benar adanya, sebentar lagi pemeran utama akan bertanding" ucap Chu Lei penuh percaya diri.


Dia memang meyakini kekuatan yang didapatkan oleh Chu Yang sangat kuat, hanya berlatih dengan Tang Rui ketua sekte pedang bintang yang telah didatangkannya dari benua barat. Chu Yang dapat bersaing dengan satu bintang di atasnya. Tapi ada sedikit kekhawatiran dibenaknya. Dimana sekarang muncul jenius baru yang bahkan bukan hanya satu bintang dikalahkan. Melainkan satu ranah di atasnya. Ini menjadi tanda tanya besar. Jika Chu Yang kalah. Maka dia pun akan malu.


Sebagai tuan rumah dia harus memikirkan cara untuk membuat hanya tuan rumah yang menjadi juara satu….


Di sisi yang berbeda. Dalam stand Sekte pedang Bintang yang hanya diwakili oleh satu orang, yaitu Pangeran Chu Yang. Dia sedang berbicara kepada gurunya atau Patriark sekte pedang bintang itu sendiri mengenai orang yang baru saja mengakhiri pertunjukan luar biasa menurutnya.


"Itu orang yang pernah mengalahkanku guru!" Ucap Chu Yang kepada Tang Rui.


Tang Rui menatap lekat pemuda yang tidak begitu tua bahkan seumuran dengan muridnya itu. "Berusia tiga belas tahun sudah memiliki kekuatan yang bisa mengalahkan lawan yang berada pada ranah berbeda, ini seolah mimpi. Jika benar dia yang kau katakan bisa menggunakan Teknik dari kitab pedang dewa. Maka aku tentunya harus bertemu dengannya secara langsung. Untuk mengetahui kebenarannya!" Kata Tang Rui.


Sebenarnya dia dan kakaknya, Tang Gui! Tidak pernah belajar langsung tentang kitab pedang dewa. Tapi kecerdasan mereka berada di atas rata-rata tentang melihat dan mengingat gerakan yang pernah dicuri pandang ketika gurunya, Sang dewa Pedang berlatih gerakan dari teknik itu. Sehingga dia dan Tang Gui dapat membuat satu gerakan dari gerakan pertama walau tidak sempurna. Itulah mengapa mereka sangat ingin mendapatkan kitab itu hingga harus membunuh sang guru sendiri dengan racun ganas.


Akan tetapi, mereka sudah terlambat. Kitab itu serta sebuah cincin milik gurunya itu sudah diserahkan kepada adik seperguruan.


Sejak saat itu. Dimulailah pertarungan yang memperebutkan kitab itu hingga mereka terdampar di dunia ini dengan luka dalam yang tak kunjung membaik. Karena tidak disangka. Adik seperguruannya itu sudah menguasai dengan baik satu teknik yang ada dalam kitab itu hingga mampu melawan Tang Rui dan Tang Gui secara bersamaan, meskipun pada akhirnya mereka jua yang menang. Namun mereka kehilangan jejak. Sebab Adik seperguruannya itu menghilang seperti ditelan bumi. Yang mereka yakini bersembunyi pada cincin dunia ciptaan guru mereka itu.


Terlebih mereka kehilangan Profound Ark hingga tak bisa kembali ke dunia dewa.


"Tapi guru! Untuk apa guru menemuinya. Aku tentu lebih jenius darinya. Buktinya sekarang aku sudah mencapai pendekar prajurit bintang empat dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Tidak ada yang bisa disandingkan denganku dalam segi kekuatan dan umur, tentunya aku lebih jenius darinya. Meskipun saat itu aku pernah dikalahkan. Tapi sekarang berbeda!"


"Aku akan menantikan pertarungan mu dengannya dan desak dia hingga menggunakan teknik yang kau katakan sama dengan yang aku ajarkan. Aku akan bisa menilainya nanti" ucap Tang Rui.


"Baik Guru! Aku tidak akan mengecewakanmu!" Kata Chu Yang penuh percaya diri.


Dia menatap pemuda yang sekarang berpelukan dengan kawan-kawannya dan menerima ucapan selamat atas kemenangan dari kejauhan. Meskipun tidak dapat mendengar apa yang dikatakan secara spesifik. Tapi ucapan selamat adalah hal umum bagi seorang pemenang.


'Hemm sekte fajar senja, bukankah sekte itu adalah milik seseorang yang telah mencuri Profound Ark milik Kakak. Sepertinya aku akan menangkap dua kijang sekaligus!' Gumam Tang Rui sambil menyipitkan mata menatap Wen Hao dari kejauhan. Untuk memastikan ciri-ciri dari orang itu.


'Sesuai dugaanku, dia cukup berani sekarang menunjukan diri. Apakah karena yakin aku tidak akan memburu! Kau tunggu saja. Kekuatanku memang tidak sekuat kakak, saat ini dan hanya berada pada pendekar Kaisar bintang satu akibat luka dalam yang mengharuskan ranahku turun drastis dari ranah Dewa. Tapi untuk menghancurkan ranah pendekar raja bintang lima itu mudah' Tang Rui tersenyum setelah menemukan orang yang begitu lama dicarinya..