
"Kerahkan semua pasukan yang tersisa! Kita tidak boleh mundur dari perang ini. Aku yang akan memimpin langsung!" Ye Niu bersiap, dia berdiri dan memasang peralatan perang yang sudah lama tak digunakan.
Setelah keterkejutannya atas kematian Jenderal terbaiknya. Kini dia begitu tenang seolah air yang tenang tapi bisa menghanyutkan.
Tidak ada yang menduga hasil yang seperti ini. Bahkan kehilangan salah satu orang terbaik miliknya.
"Baik Raja! Aku akan menggantikan Jenderal Hong untuk sementara mengatur pasukan!" Sahut salah seorang yang ada disana. Kemudian dia berdiri dan pergi keluar dari kemah tersebut.
Di tempat lain, setelah kematian Jendral Ye Hong, semua pasukan bersukacita menyambut keberhasilan itu. Tidak ada yang tidak bahagia dari pasukan kerajaan Bai, sebab itu adalah awal dari kemenangan. Meskipun belum dapat dipastikan kemenangan yang sebenarnya sebelum raja Ye Niu mati. Akan tetapi, hal itu cukup untuk membangkitkan semangat para pasukan yang sebelumnya sudah redup akibat menerima banyak luka dan kerugian bagi kerajaan.
Penasehat kerajaan Bai berjibaku dengan pengaturan pasukan. Mengarahkan para tabib untuk mengobati yang terluka, terlebih mengatur pasukan yang gugur.
"Kau mau kemana?" Tanya ratu Bai Lin menghentikan langkah Long Chu.
"Aku tak bisa terus disini, aku harus kembali ke duniaku! Guruku akan mencari jika aku terlalu lama tidak pulang. Jadi sebelum itu aku akan memenuhi ramalanmu, membunuh raja Ye"
"Kau sendiri takkan mampu, aku harus ikut denganmu" kata Ratu Bai Lin. Dia sudah merasa akan naik tingkat sebentar lagi. "Tapi tunggu aku sebentar saja. Sepertinya aku akan naik tingkat! Dan aku bisa membantumu"
"Baiklah jika begitu!" Long Chu menarik nafas yang dalam, setelah itu dia duduk bersila dengan perasaan yang tenang. Memasuki konsentrasi jiwa.
Ratu Bai Lin duduk pula, Energinya sudah merembes hendak pecah dan jika itu dibiarkan maka akan sia-sia. Segera dia mengambil sikap Lotus dan memasuki pencerahan.
Siluman berbeda dengan manusia dalam segi menaikan tingkatan. Para siluman cinderung akan bertarung untuk menembus tahapan selanjutnya dari ranah mereka, namun tidak jarang juga bagi mereka mengkonsumsi bahan herbal dan obat-obatan untuk mempercepat laju kenaikan.
Seperti yang kini tengah dilakukan oleh Ratu Bai Lin, sebelum pergi berperang dia telah mengkonsumi banyak Herbal, sebab dia tau lawan sangat kuat, perbedaan jarak satu bintang. Seperti langit dan bumi yang terpisah jauh. Namun dia yakin dengan dorongan perang dan semangat juang. Itu akan mampu membuatnya naik tingkat menjadi pendekar Raja bintang lima.
Tidak semua orang bisa menembus tahapan walau melakukan seperti yang dilakukan oleh Ratu Bai Lin saat ini. Terkecuali dalam tanda kutip, orang itu benar-benar sudah akan menembus tahapan dan memerlukan kesempatan dan dorongan untuk secepatnya menembus tahapan yang dimaksud.
Energi besar menyeruak dan dapat dirasakan oleh Long Chu, hingga dia kehilangan konsentrasinya. 'Seperti yang dikatakannya. Dia benar akan menembus tahapan itu' Long Chu tersenyum dan berkata dalam hati. Lalu dia berdiri dan berjaga. Takutnya masih ada penghianat yang belum dibersihkan tuntas.
Cahaya berpendar naik keatas. Cahaya itu adalah sebuah pertanda bahwa seseorang memasuki ranah pendekar raja bintang lima. Segera sorak sorai dari pasukan terdengar dari luar kemah. Begitu pula dengan senyum para pejabat yang ada didalam kemah tersebut.
Duaar! Ada gelombang kejut yang menghantam beberapa orang disana ketika kenaikan dari tahapan itu.
"Kekuatan yang luar biasa"
Para pejabat kerajaan yang ada disana berkata.
'Beginikah jika memiliki kekuatan raja bintang lima seperti Guru!' Long Chu memiliki mata yang berbinar. Semangatnya selalu terbangkitkan ketika mendapati orang yang kuat. Sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan lagi kekuatannya. Padahal jika di katakan dengan jelas perbedaannya. Long Chu adalah sesuatu dari sedikitnya manusia yang bisa mencapai pendekar Raja di usia muda dalam dunia itu.
Dia sukses menjadi yang terbaik. Tapi perjalanannya masih panjang. Entah apa yang akan dilakukannya setelah membalas dendam. Yang pasti sekarang dia harus keluar terlebih dahulu dari dunia siluman dan melihat perkembangan dunia yang terus berjalan.
Ratu Bai Lin membuka matanya. Senyum cerah dia tampilkan. Ada kebahagian yang terpancar dan dia segera berkata.
"Tetua! Kita akan maju kemedan perang dengan beberapa pendekar raja bintang dua keatas yang kita miliki. Ini agar mengurangi kematian dan juga kemunduran kerajaan kita nantinya!" Ucap ratu Bai Lin menatap Bai Gong.
"Baik Ratu! Aku akan segera memerintahkan beberapa orang yang berada pada tingkatan itu untuk berkumpul"
Segera Bai Gong keluar dari Kemah. Lalu ratu Bai Lin memerintahkan yang lainnya pula untuk bersiap dan dia kemudian menatap Long Chu.
Pemuda yang sudah menempati hatinya. 'Aku tidak tau apakah kau mau denganku? Tapi aku ingin kembali ke alam dewa untuk menemui leluhurku para binatang dewa, apakah aku harus menunggu kau dewasa dan kembali ke dunia siluman ini. Ataukah aku harus menggunakan cara licik?' Dilema dalam hati Ratu Bai Lin. Dia mendekati Long Chu dan berkata. "Ayo kita juga bersiap!" Katanya.
Long Chu memberikan anggukan kepala.
Lalu keduanya juga keluar dari tenda besar tersebut dan segera pergi dari tempat itu.
……..
Raja Ye tak menyangka bahwa pasukannya kini dihadang oleh hanya seratus orang dan yang terkuat hanyalah Ratu Bai Lin yang sekarang berada di barisan depan. Dia pun tersenyum dan memberhentikan pasukannya. Dia memilih maju sendiri. Memang ini adalah keputusan yang tepat. Saatnya seorang yang terkuat yang maju.
"Kau berkembang lebih cepat dari dugaanku Bai Lin!" Ucap raja Ye Niu. Dengan jirah emas ditubuhnya dan sepasang pedang di kedua sisinya. Dia berjalan seolah tidak ada yang dapat mengalahkannya. Jelas dia sangat percaya diri. Sebab meskipun ratu Bai Lin berada pada ranah yang sama kini dengannya, akan tetapi dia dapat merasakan kekuatan itu belum stabil sepenuhnya.
Ratu Bai Lin pun maju kedepan.
"Ratu! Biarkan kami yang maju!" Ucap pasukan yang dibawanya.
"Tidak perlu, sebab ini adalah pertarungan dari orang yang kuat lebih dulu. Jika aku kalah, kalian harus menyelamatkan diri, apa kalian mengerti!" Ratu Bai Lin bertindak tegas hanya untuk mengetahui bagaimana mereka akan bersikap setelah ini. Namun dia tidak akan menyalahkan siapapun.
Terkadang hidup lebih utama daripada harga diri. Namun tidak jarang juga ada yang lebih memilih mati demi harga diri.
Ratu Bai Lin mencabut pedang ditangannya. Pedang yanh seperti sebuah taring. Dia sudah terbiasa melewati banyak pertarungan dengan para raja yang ditundukannya. Dan setelah sekian lama hidup dalam ketenangan dan kedamaian. Pada akhirnya pedang taring harimau tercabut dari sarungnya kembali. "Selamat datang pedangku, aku meminjam kekuatanmu untuk menghancurkan Raja Ye dihadapanku sekarang!"
Pedang itu bergetar dan mengeluarkan cahaya kebiruan..