
Dalam dantian Long Chu, setelah dia memakan buah yang belum diketahui namanya itu..
Sebuah bola kristal bercahaya dan menderak memunculkan energi petir, dia seakan mendapat nutrisi yang luar biasa hingga berloncatan kesana kemari memperluas dantian dan terus saja memperluasnya hingga bola kristal itu pecah menjadi lautan yang luas berkabut serta sambaran petir yang terus menyambar, dantiannya terisi energi seluas lautan.
Tanpa terasa waktu dalam cincin dunia, karena tidak ada matahari untuk mengukur waktu. Long Chu tersadar dari pingsannya, dia merasakan hangat pada sekujur tubuhnya, tidak ada rasa sakit seperti yang sebelumnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi kepada tubuhku!?" Dia bergumam, namun tidak mendapat jawaban. Dia memeriksa tubuhnya dengan kesadaran jiwa, dan menemukan ada yang berbeda pada dantiannya. "Mengapa ada lautan dan juga petir, kemana bola kristal ramalan milik Ratu Bai Lin?"
Kebingungan menyerang! Tapi tetap tidak menemukan jawaban, yang pasti dia sangat senang karena kini dantiannya sangat luas dan bisa untuk menampung banyak energi Qi.
Long Chu segera keluar dari cincin dunia, masih seperti saat sebelum dia masuk ke dalam cincin, tidak ada yang berubah secara signifikan pada kamarnya. Gang sekarang ada hanya sarang dari laba-laba kecil di depan pintu sebagai penanda tidak ada yang masuk selama dia menutup diri.
Segera dia mandi lebih dulu dan berganti pakaian setelah mungkin setengah batang dupa, pintu yang sudah lama tertutup itu kini dibuka. Dan matahari memberikan cahaya yang langsung menyeruak kedalam.
Long Chu mengangkat tangannya mentupi silau matahari siang itu. Dia melihat ada empat penjaga yang berlutut satu kaki menyapa.
"Salam hormat pangeran!" Ucap ke empatnya.
"Berdirilah, kalian sebaiknya istirahat dan salah satu di antara kalian sampaikan kepada ibuku, bahwa aku sudah keluar dari kamar"
Long Chu langsung berjalan setelah mengatakan apa yang dipintanya untuk disampaikan. Para penjaga itu pun setelah membungkuk langsung pergi tanpa bertanya lagi.
Long Chu memakai pakian biasa saja, dia melompati pagar dan keluar dari wilayah istana tanpa sepengetahuan orang-orang.
"Subing! Apa kau sudah mendengar bahwa Pangeran Long Chu sudah keluar dari penutupan dirinya?"
Shen Subing menggeleng "Benarkah ayah?" Dia bertanya dengan wajah yang gembira, sebelumnya dia sudah berburuk sangka kepada Long Chu ketika dia melihat hal yang tidak sesuai dengan sangkannya, ketika Cai Muning datang dan menceritakan segalanya, dia baru mengerti duduk perkaranya.
Tentunya sekarang dia akan lebih terbuka, karena ada banyak wanita yang mengincar pemuda tampan tersebut.
ta yang nantinya menjadi saingan.
"Tadi penjaga mengabarkan kepada ibu ratu Ling Hua, menyampaikan bahwa pangeran Long Chu sudah keluar dari kamar, carilah dia dan minta maaf atas kesalahpahaman sebelumnya!"
Shen Zhi Ran memberikan kesempatan kepada anaknya untuk bertindak cepat, "jangan malu mengakuinya nak!" Katanya lagi sambil terkekeh.
Sumbing yang mendengar begitu malu dan tak menghiraukan ayahnya itu, dia segera berlari keluar dan ketika sudah diluar rumah, dia berjalan cepat mencari sosok yang dipujanya.
Dia melihat ada anak kecil yang berjualan, dua orang satu laki-laki dan satu wanita, keduanya berteriak menjajakan dagangannya yang berada di atas tikar. mirisnya sang kakak yang laki-laki terlihat hanya memiliki satu kaki dan harus dibantu dengan tongkat kayu, melihat hal itu Long Chu membatin 'betapa hidupku lebih baik darinya' ada rasa haru ketika itu. Cukup lama memandangnya hingga memutuskan untuk melihat lebih dekat apa yang dijual dua anak tersebut.
Sebagian orang tentu tidak mengenal identitas Long Chu, rakyat hanya mendengar bahwa pangeran Kerajaan Chu itu masih muda, tentunya tidak mungkin mengira bahwa yang berjalan di antara mereka adalah pangeran kerajaan, hanya wajah tampan dan kulit bersih, namun pakaian biasa yang tidak mencerminkan pakaian bangsawan dikenakannya.
"Halo dik! Apa yang kalian jual?"
Anak lelaki itu mendongak, karena dia masih kecil dengan kisaran ukur tujuh tahun. "Hanya beberapa barang bekas yang tidak terpakai Kak!" Jawabnya jujur, Long Chu pun dapat melihat benda-benda apa saja yang ada di lapak tersebut, memang seperti yang dikatakan oleh anak itu, tidak ada barang baru, dan semua bekas, namun bersih. Mungkin selalu dibersihkan dan dirawat dengan baik.
Long Chu menyentuh satu benda yang menurutnya unik "apa nama benda ini?"
Anak lelaki itu menggeleng, dia bahkan tidak tahu benda apa yang dijual itu "itu ku dapatkan secara tidak sengaja di hilir sungai kak! Entah bermanfaat atau tidak, tapi kami menjualnya karena perlu makan, ibu kami juga sedang sakit dirumah menunggu kami membawa uang!" Anak lelaki itu terlihat sangat jujur dan Long Chu dapat menilainya dengan baik.
"Aku akan membeli ini!" Long Chu mengambil koin emas di kantong penyimpanan miliknya, lalu memberikan itu pada telapak tangan anak kecil itu secara sembunyi. "Jangan kau perlihatkan kepada orang sekitar, lekaslah pulang dan belikan obat untuk ibumu!" Dia mengelus pucuk kepala anak lelaki itu, lalu juga mengelus kepala anak perempuan yang terlihat manis itu.
"Terima kasih banyak" anak lelaki itu bersujud, meski dia belum membuka telapak tangannya, namun dia tau bahwa itu adalah koin emas, sebab dia merenggangkan jarinya untuk mengintip, pantulan cahaya kuning terlihat jelas.
"Sudahlah! Ayo bangun, tidak nyaman dilihat oleh orang, hati-hati pulangnya!" Pesan Long Chu.
Dia meninggalkan tempat itu sambil membawa sebuah piringan berwarna perak. Lalu berlindung di balik pohon besar yang ada di dekat sana dan memperhatikan kemana arah jalan pulang kedua anak tersebut.
Cukup lambat dua anak itu berjalan, karena memang anak lelaki memakai tongkat. Mereka singgah di warung makan untuk membeli makanan, meskipun pelayan menatap sedikit jijik dengan dua anak itu, namun dia tetap melayani. Anak itu memberikan satu koin emas untuk makanan yang dibungkus. Namun malah dituduh mencuri. "Hei, dari mana kau mendapatkan uang sebanyak ini nak, kau mencuri dimana?"
Seketika saja semua orang yang ada di dalam warung makan cukup besar itu melihat ke arah pelayan wanita yang menuduh dua anak itu sebagai pencuri.
"Apakah kalian ada yang kehilangan uang?" Pelayan wanita segera bertanya nyaring kepada pengunjung.
"Kami tidak mencuri kak, itu dari hasil kami berjualan barang!" Anak perempuan itu menangis sambil mengelak, karena memang mereka bukan mencuri.
"Aku sudah sering mendapati anak-anak seperti kalian ini yang mencuri"
"Tap kami benar-benar tidak mencuri Kak, coba lihat. Ini jualan kami" anak lelaki itu mengulurkan buntalan kain yang ada di punggungnya lalu membuka memperlihatkan isinya.
"Mana barang rongsokan seperti ini bisa menghasilkan koin emas, kalian jangan mengada-ngada. Pergilah! Aku akan menyimpan koin ini kalau-kalau ada yang mengaku kehilangan nanti!" Ucap pelayan itu melototkan matanya.
Kedua anak itu pun pergi, tanpa membawa makanan dan malah kehilangan uang, sungguh nasib yang menyedihkan. Yang miskin tambah miskin kalau begitu caranya, yang kaya tambah kaya dari hasil merampas rakyat jelata…