Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Bandit Hutan 2


Bam! Dentuman terdengar beserta teriakan empat orang ranah Raja bintang satu yang terlempar disana sini.


Mereka jelas kalah dalam beradu kekuatan serangan. Karna Wen Hao sudah berada di bintang lima pendekar raja. Jika mereka setingkat mungkin dapat melihat. Namun tidak ada dari mereka yang sama tingkatannya.


Puah!! Semuanya muntah darah. Tak main-main, Wen Hao menggunakan cukup banyak tenaga dalam. Karena harus melawan serangan gabungan dari empat orang. Jika tidak mungkin dia yang akan terkena imbas. Ibaratnya, empat orang di tingkat yang sama jika menggabungkan serangan maka akan menjadi satu serangan terkuat yang setara dengan empat tingkat.


Contoh, seperti pendekar raja bintang satu mengeluarkan serangan bersama dengan tiga orang lainnya. Bisa dikategorikan sebagai serangaN dari pendekar raja bintang empaT begitu seterusnya.


Wen Hao cukup banyak menghabiskan tenaga dalamnya. Dan masih ada lawan tangguh yang belum keluar dari persembunyiannya.


Bandit hutan belantara memang kelompok yang kuat dan dua kerajaan mengadakan misi. Jika bisa menghancurkan Bandit Hutan belantara maka akan mendapatkan dua ratus koin emas. Harga yang fantastis. Namun tidak banyak yang berani mengambil misi itu dan terbukti mereka banyak mengirim orang yang ingin menghancurkan mereka bertemu raja yama.


Dan kini Wen Hao mengambil dua buah misi yang sangat menguntungkan buatnya. Salah satunya adalah menghancurkan bandit hutan belantara. Satunya lagi mengantar putri Jendral Lei Jung ke kerajaan Ch dengan imbalan yang cukup besar pula.


Jalan tercepat dari kerajaan Lei menuju kerajaan Chu hanyalah melewati hutan itu. Hutan yang sering disebut hutan kematian. Bukan karna angker ada setannya. Tapi karena keberadaan bandit itu sendiri.


"Aku tidak akan membunuh kalian, jika bos kalian muncul. Aku hanya ingin kepalanya sebagai hadiah!" Ucap Wen Hao.


"Cih. Berharap bisa mengalahkan ketua kami, kau terlalu sombong pak tua, ketua kami berada pada tingkat kaisar. Tak mungkin bisa kau mengalahkannya. Aku jamin itu" salah satu dari empat orang yang masih bisa bicara menjawab dengan senyuman misterius


Lei Huang yang mendengar lawan berada di tingkat Kaisar langsung bergidik dan dia berkata kepada putri Lei Murong "sebaiknya kita kembali saja tuan Putri. Aku tidak menyangka kelompok bandit ini memiliki tingkat kaisar. Yang hanya pihak kekaisaran yang bisa menanganinya" ucap Lei Huang


"Kita cari aman, ayo putar balik!" Kata Lei Murong.


Segera Lei Huang melompat ke tempat kusir kuda yang telah ditinggal lari oleh sang kusir sebelumnya dan dia memacu kuda itu.


Hyatt!


Suara kuda pun terdengar dengan kaki yang terangkat. Lalu kuda berlari cukup cepat.


Wen Hao hanya menoleh sebentar saja. Dia tidak mungkin menahan keinginan komandan yang lari meninggalkan keduanya. Karena jika benar lawan berada di tingkat pendekar Kaisar. Maka itu keputusan yang sangat baik.


"Long, kemarilah!" Ucap Wen Hao yang sedikit khawatir tentang muridnya itu.


Long Chu tidak menolak karena dia juga mendengar apa yang dikatakan oleh Lawan. Meskipun itu belum dapat dipastikan, namun patut diwaspadai. Pemikirannya bukan pemikiran anak kecil. Bahkan melebihi pemikiran gurunya. Karna dalam segi pengalaman, jelas dia lebih banyak walau segi umur adalah yang termuda.


Ada senyum dibalik orang yang berkata sebelumnya. Bahkan dia tertawa dalam hati. 'Hanya orang bodoh yang percaya' batinnya.


"Kau benar, berarti tidak ada yang perlu ditakuti. Ayo kita habisi mereka. Akan ku beri kau uang seratus koin emas nanti jika bisa membunuh lebih banyak orang" kata Wen Hao mengimingi Long Chu. Dia yakin anak kecil itu akan terpengaruh dengan uang.


"Baik guru! Biarkan aku unjuk kebolehan di depanmu" Sahutnya cepat. Lalu bergerak lebih dulu seraya mengibaskan pedangnya dan melemparkan darah yang melumuri bilah pedang di tangannya. Rumput bergoyang terciprat darah itu.


Angin tiba-tiba saja berhembus dengan cepat. Long Chu memadukan teknik ilusi pikiran dengan teknik pedang dewa.


"Seni pedang mengoyak langit!" Ucapnya.dengan semburan Qi pada bilah pedangnya yang membuat api menyala cukup besar, dengan sekali tebasan ada yang langsung hangus terbakar. Sungguh menjelma menjadi dewa Api yang membawa pedang terbungkus api berkekuataN tinggi. Bahkan rumput yang bergoyang saja, takut hingga melayukan dirinya sendiri hanya karena tidak ingin bersinggungan dengan dia.


Tiga orang berteriak dalam ketakutan mati terpanggang oleh kobaran api merah yang tidak padam. Bahkan pendekar raja tingkat satu saja takut dibuatnya.


Wen Hao yang kagum hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Sungguh dia sudah menjadi orang yang kuat. Sebentar lagi gurumu ini akan terlampaui" gumamnya. Dia pun duduk untuk memperhatikan Long Chu beraksi seraya menunggu lawan yang sebenarnya muncul.


Wush Baaam! Long Chu terpental karena sebuah serangan, tubuhnya di kirim terbang hingga melewati Wen Hao dan menghantam batang pohon. Dia mengusap dadanya yang sakit dan punggung yang terasa remuk.


"Long!" Wen Hao segera mendekati Long Chu "bagaimana keadaanmu?" Tanya Wen Hao. Terlihat wajahnya begitu khawatir.


"Aku tidak apa-apa guru!" Ucapnya sebelum pingsan.


"Istirahatlah Long! Biarkan aku yang membalaskan pukulan itu" ucap Wen Hao.


Long Chu tersenyum di balik wajahnya yang tertutupi oleh rumput yang tidak terbakar.


'Maafkan aku guru berpura-pura pingsan, Qi ku sudah habis. Dan tak mungkin juga aku bertarung terus menerus tanpa henti, untungnya aku sempat mengatur Qi terakhir di tubuhku, jika tidak mungkin aku akan menjadi bubur' batinnya


Wen Hao menatap seseorang yang baru datang. Dia sungguh dapat melihat tingkatan orang itu sudah berada di tingkat tiga dan cukup tua. Sudah sewajarnya dia mencapai tingkatan itu.


"Apakah kau ketua dari Bandit hutan ini?" Tanya Wen Hao.


"Benar, apa maumu?" Tanya orang itu 'sepertinya dia berada diatasku. Atau bisa juga seperti bocah itu yang juga bisa menyembunyikan tingkat sebenarnya, aku harus tetap waspada' batinnya lalu berkata lagi. "Pulanglah. Aku tidak akan membunuhmu pak tua! Cerita hari ini biarkan saja" ucapnya lagi. Lalu meminta anak buahnya untuk kembali ke markas dan sebagian mengambil sisa yang ditinggalkan oleh komandan itu.


"Tunggu!" Teriak Wen Hao yang melihat lawan berpaling. "Aku belum berkata setuju" ucapnya lagi. Lalu menghentakan kedua kakinya dan melompat cukup tinggi dengan berputar badan. Dan mengirimkan serangan tenaga dalam yang dipadatkan menjadi pisau energi.


Wen Hao memang memiliki kemampuan yang jarang dimiliki oleh orang lain yang setingkat dengannya. Jika menelusuri catatan sejarah. Maka hanya tingkat kaisar yang bisa melakukannya.