
Hari itu entah hari apa dan tanggal berapa. Yang pasti di dalam sebuah istana yang berdiri tegak dengan keindahan bangunan serta hiasan aksesoris dengan penuh bebatuan yang berkilauan. Jika itu didunia manusia maka orang yang memiliki rumah seperti akan disebut seorang yang sangat kaya raya tiada bandingnya.
Ketegangan masih terjadi di antara orang-orang yang ada disana. Tatapan mereka begitu ingin memangsa seorang bocah yang kini berbicara kasar kepada Ratu mereka.
"Kau benar-benar tidak tahu tempat!" Seorang yang sebelumnya berbicara. Kini tidak dapat lagi menahan kuasa amarahnya. Segera dia bergerak dari tempatnya. Menghilang dari pandangan dan muncul di beberapa hembusan nafas Long Chu. Akan tetapi, Long Chu bergeming dari tempatnya semula. Dia tak bergerak bukan karena tak mampu untuk menghindar. Namun tidak ingin menambah masalah yang tidak penting dan dia yakin bahwa sangat ratu akan menahan kembali. Jika tidak terpaksa dia harus melawan.
"Jing! Apa yang kau lakukan? Mengapa kau melanggar perintahku?!" Ratu berteriak marah dengan lambaian tangannya. Dia menghempaskan panglima perang bagi kaum siluman itu.
Long Chu menggelengkan kepala melihat hal itu. Dia juga tak paham mengapa ratu itu terlihat membelanya. Entah karena apa? Itu yang saat ini dia ingin cari tahu.
Bai Jing menggertakan giginya. Dia bangkit dengan amarah yang ditahan dalam dadanya. Gemuruh rasa begitu menyiksanya. 'Tunggu saja kau ratu sialan. Aku akan menyiksamu di ranjang kehangatan!' Bai Jing membatin pilu.
"Maafkan aku ratu. Aku hanya tidak ingin dia berkata kasar kepadamu!" Kata Bai Jing membungkuk, setelah itu dia izin untuk keluar dari ruangan dengan alasan takut tidak bisa menahan emosi.
"Apa yang dipikirkan oleh Ratu sialan itu! Mengapa dia seperti terus membela pemuda itu? Bahkan dia lebih diistimewakan. Apakah ratu menyukainya atau….. ah entahlah?!" Di sepanjang perjalanannya. Bai Jing menggerutu dan terus berpikir dalam hatinya. Tentang kemungkinan hal itu. Bagaimana tidak sangat kesal mendapati ratu yang memihak kepada bangsa manusia dan malah menyerang bangsanya sendiri. "Sepertinya aku harus mempercepat rencana. Aku harus meminta Ye Niu untuk menyerang dan membuat perangkap agar ratu sialan itu tertangkap" gumamnya lagi.
Segera setelah itu dia memulai rencananya.
Sedangkan di tempat aula istana. Long Chu yang masih dihadapkan dalam situasi menegangkan tak bisa berkata banyak lagi. Membela diri salah. Tak membela akan dihukum.
"Kalian semua! Tolong tinggalkan kami berdua. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya!" Ucap Ratu Bai Lin, dia berkata tapi tidak menatap semua orang yang ada disana. Karena setiap katanya adalah sebuah keharusan yang tak bisa untuk ditolak. Sebab dia adalah ratu dan yang terkuat di antara mereka.
Terlihat keengganan dalam tatapan mereka. Tatapan yang memberikan rasa permusuhan yang nyata. Sebab tak pernah ada bangsa manusia yang tak diadili jika memasuki wilayah mereka apalagi telah membunuh beberapa siluman dari kalangan mereka.
Setelah semua orang pergi. Tempat itu menjadi hening dalam seketika. Diibaratkan ada jarum yang jatuh, maka akan terdengar dengan jelas bunyinya.
Akan tetapi, ada satu kerajaan yang berdiri kokoh dan tak tersentuh walau sehelai benangpun. Mereka berdiri sendiri tanpa perintah dari kekuatan lain selain kekuatan kerajaan mereka dan dalam sebuah ramalan. Masa kejayaan kerajaan milikku akan hancur jika kerajaan itu bergerak untuk memulai peperangan dengan kami. Entah ramalan itu benar atau tidak? Yang pasti aku sudah menyelidiki bahwa mereka berencana untuk mengadakan peperangan. Yang artinya jika itu dimulai maka kau bisa menebaknya sendiri"
"Lalu apa alasanmu membawaku kesini? Bukankah tidak ada hubungannya denganku?" Long Chu merasa dia tak ada urusan di tempat itu lalu meminta "Lepaskan ketiga temanku dan biarkan kami pergi! Soal kerajaanmu yang akan berperang itu bukanlah urusanku!" Ucapnya tidak suka dipermainkan.
"Aku telah melihat seorang lelaki dengan pedang berwarna merah di punggungnya dalam bola Kristal ramalan masa depan. Meskipun aku sulit mempercayai hal itu, karena lelaki itu masihlah bocah. Akan tetapi sebuah ramalan yang diramalkan oleh bola kristal ajaib sering terjadi dan sulit dihindari dan jika bukan karena kristal ramalan itu. Kerajaan ku tidak akan bertahan begitu lama dan itu juga sebab kemenanganku dalam peperangan panjang.
Namun kali ini bola kristal menjabarkan hal yang lain, dimana kekalahan kami akan datang jika seseorang yang menggunakan pedang berwarna merah pada punggungnya tidak membantu kami"
"Lalu apa yang membuatmu yakin bahwa aku yang ditunjuk oleh bola ramalan yang kau maksud?" Tanya Long Chu. Sampai saat ini hatinya belum tergerak. Dia pun masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu, sebab siluman bisa menipu bangsa manusia.
"Aku sudah melihat ciri-cirinya. Pedang itu jika dicabut dari sarungnya akan memancarkan cahaya kuning yang menyilaukan. Dan kau sudah membuktikannya dengan tubuhmu yang bercahaya kuning waktu itu. Yang artinya kau memiliki pedang itu. Meskipun aku tidak tau kau menyimpannya dimana. Tapi yang pasti bola ramalan tidak akan salah. Bola itu terus bergetar bila berada didekatmu" kata ratu Bai Li. Dia mengeluarkan bola Kristal berukuran kepala bayi dengan warna bening dan ada beberapa kilatan listrik di dalamnya.
Ketika berada di telapak tangan ratu. Bola Kristal itu memang bergetar dan kilatan Listrik bergerak ke arah Long Chu.
Swoosh! Bola itu memasuki tubuh Long Chu. Hal yang tak terduga terjadi. Keduanya terkejut menyaksikan bola Kristal itu seolah hidup.
Namun tarikan nafas selanjutnya Long Chu dengan tubuh lemah dan kehilangan kekuatan berusaha berkata. "Apa yang kau lakukan padaku?" Tanya Long Chu dengan terbata, dia terbaring di lantai dengan tubuh lemasnya
"Aku juga tidak mengerti!" Sahut Bai Lin dengan panik.
Seketika kekuatan besar merangsak masuk kedalam tubuh Long Chu. Membuatnya berteriak. Teriakan yang membuat parau suaranya. Bahkan membuat beberapa penjaga yang berada di luar segera masuk untuk mengetahui kondisi yang terjadi.
Mereka melihat seorang pemuda yang kesakitan. Dengan teriakannya yang kencang. Dengan air matanya berlinang dan gigi yang terdengar bergesekan..