
Swush! Swush! Dua orang mata-mata yang menjaga selalu mengawasi perbatasan kerajaan Dari Bangsa Elf dan Bangsa Orc, kini terbang dengan kecepatan cahaya. Mereka sangat cepat untuk mengabarkan suatu berita kepada raja.
Di depan istana raja, mereka berdua mendarat dengan sempurna dan tidak dihentikan oleh penjaga, sebab penjaga tahu bila dua orang ini datang, kemungkinan dalam keadaan genting.
Mereka mendorong pintu aula istana. Dan pintu terbuka dengan lebar.
Raja Elf yang agung tengah berbincang dengan bawahan yang lainnya malam itu dan dikejutkan oleh terbukanya pintu tanpa ketukan ataupun suara.
Dua orang segera masuk. Ketika melihat dua orang itu raja Elf memandang dengan serius.
"Ada berita apa, sehingga kalian datang kesini?"
Dua orang itu berlutut setelah dekat dengan raja dan menyampaikan berita.
"Ini tidak bisa dibiarkan, kita harus menghadang mereka sebelum masuk ke dalam kota, ayo kumpulkan semua orang yang bisa bertarung dan pasang jebakan di berbagai tempat" kata Raja Elf yang agung, dia segera memerintahkan bawahannya untuk mengatur semua orang.
Kegaduhan terjadi dalam militer kerajaan, Panglima dan Raja Elf memimpin langsung pergerakan itu.
Seorang pelayan yang ditugaskan untuk memberitahu Penasehat kerajaan bahwa ada hal darurat langsung bergegas masuk kedalam rumah dan memanggil Deffin yang kini tengah membantu Long Chu berlatih terbang.
"Ada apa, mengapa kau tergesa-gesa?" Tanya Deffin.
"Raja meminta tuan untuk berkumpul di aula, karena ada keadaan darurat! Raja Orc memimpin pasukannya untuk menyerang kita" Ucap pelayan itu.
"Baiklah, aku akan segera kesana!" Ucap Deffin, lalu dia menatap Long Chu yang sudah bisa mengeluarkan sayap transparan dan saat ini sudah mulai bisa mengepakkan sayapnya dan mengangkat tubuh.
Walau sering terjatuh, tapi ini adalah buah hasil dari kemauan yang kuat. Tidak ada yang sia-sia jika kita melakukan semua hal dengan sungguh-sungguh. Seperti Long Chu sekarang, dia terus berjuang untuk bisa terbang, karena dengan terbang dia akan mendapat suatu hak keistimewaan melawan lawan yang tidak bisa terbang.
"Nak Long Chu, bisakah kamu membantu kami, kekuatanmu akan sangat diperlukan kerajaan ini!" Kata Deffin menatap Long Chu.
"Aku akan ikut, aku juga berhutang kepadamu tentang latihan ini!" Kata Long Chu seraya tersenyum membalas tatapan Deffin.
Segera Long Chu mengikuti Deffin bergegas berlari dengan cepat, kecepatannya hampir menyaingi kecepatan terbang Deffin, dikarenakan keadaan darurat, maka diperbolehkan terbang di kota. Dan itu juga menjadi suatu pertanda bagi penduduk kota bahwa keadaan sekarang genting.
Long Chu tiba dengan nafas yang tetap teratur, meski sudah berlari bak dikejar banteng. Kini dia mengikuti Penasehat Deffin masuk ke dalam Aula istana kerajaan.
Banyak sudah para petinggi kerajaan yang hadir berkumpul tengah membicarakan strategi untuk bertahan dan menyerang.
Long Chu yang tidak mengerti apapun bahasa mereka hanya memperhatikan apa yang ada dihadapan mereka tentang peta dunia yang mencakup tiga bangsa, antara Elf, iblis dan juga Orc.
Panglima perang memberikan tanda bendera di atas peta, dimana mereka berencana memberikan serangan gerilya yang artinya pasukan akan dibagi dalam beberapa kelompok, meski beresiko besar, namun hal ini terkadang efektif untuk menyerang musuh, sebab pemikiran seseorang terkadang yang meremehkan lawan menjadi pemicu kekalahan.
Setelah cukup lama dan yakin dengan semua rencana, Panglima perang bertanya kepada Deffin. "Bagaimana penasehat tentang rencana ini?"
"Ini cukup bagus, kita menggunakan umpan dan akan menjerat mereka dalam penyergapan. Kemungkinan menang akan mencapai 50%, tapi kita tetap harus waspada, karena mereka memiliki tubuh kuat dan fisik kokoh yang sulit dikalahkan!"
Setelah mendengarkan apa yang disampaikan oleh penasehat kerajaan, mereka bergerak cepat.
Sebagian pasukan sudah menanti di ujung perbatasan, menanti isyarat yang akan dilakukan dan rencana matang yang diterapkan.
Mereka tidak yakin bisa menahan pasukan kerajaan Orc, meski populasi Elf melebihi para Orc, namun kuantitas saja yang diandalkan akan kalah dengan kualitas, apalagi Orc terkenal dengan kekuatan tubuh, perlu dua orang untuk membunuh satu Orc pada level yang sama. Dan hal itu menjadi momok menakutkan di pikiran para pasukan.
Rombongan raja Elf tiba ketika matahari sudah tenggelam di ufuk barat.
Long Chu dibawa terbang oleh Deffin, banyak orang yang memandang hal itu hanya merepotkan.
"Untuk apa memiliki ranah pendekar raja bintang dua jika terbang saja tidak bisa? Anakku yang berada pada ranah pendekar emas saja sudah bisa terbang, tapi ini ckckck"
Nyinyiran orang dari jauh itu dapat didengar oleh Long Chu, namun karena dia tidak mengerti bahasa mereka, jadi tidak masalah.
Namun jika orang itu tahu bahwa di dunia manusia pada alam rendah tidak bisa terbang ketika belum mencapai ranah suci. pasti orang itu akan mengerti
Perbedaan itu sangat mencolok. Namun soal kekuatan mereka tetap berimbang, hanya kekurangan dan kelebihan yang terlihat, satu bisa terbang, satu tidak. Namun itu juga sebuah keuntungan, bagi yang memiliki serangan jarak jauh akan efektif.
Panglima perang langsung mengarahkan pasukan dengan semua perencanaan.
"Hidup Bangsa Elf!" Teriak mereka.
Setelah itu pasukan berpisah dan berada pada tempat yang sudah diarahkan. Hanya tinggal menunggu pasukan raja Orc yang berkemungkinan akan datang ketika fajar menyingsing.
Long Chu duduk di kegelapan bersama Deffin, dia tidak mungkin jauh darinya, karena hanya penasehat Deffin yang bisa berbicaranya dengan normal, selebihnya akan menggunakan isyarat tangan.
"Penatua!" Long Chu memanggil Deffin dengan panggilan itu, "apakah menyerap aura spiritual di tempat ini tidak menjadi masalah?" Tanya Long ChuÂ
"Tentu tidak, hanya saja, jika ada sekelompok Orc yang berada di sekitar sini, maka mereka akan dapat merasakan tarikan itu, mereka dapat mencium bau dari bangsa lain yang ada disekitar mereka. Itulah mengapa kita menempelkan tanah di pakaian kita, ini untuk mengecoh penciuman dari Orc"
"Kalau begitu aku akan bermeditasi saja! Jika hal mendesak, sentuh bahuku!" Pesan Long Chu, segera dia bermeditasi dan memindahkan jiwanya ke dalam cincin dunia.
Long Chu menghamburkan lagi material batu yang tersisa pada cincin penyimpanan para Orc sebelumnya. Batu itu dibuat dalam bentuk lingkaran, kemudian dia masuk kedalam lingkaran tersebut. Gunanya untuk menyerap semua dengan maksimal.
Memejamkan mata untuk mengisi kekurangan Qi pada lautan dantiannya. Long Chu sangat berambisi kuat dan menjadi dewa pedang yang dihormati oleh setiap kalangan, dan mengukir namanya sebagai seorang legenda tak terkalahkan di seluruh alam.
Naga merah memicingkan mata, dia dapat merasakan energi gelap yang kini mengganggu hibernasinya.
"Dimana sekarang, mengapa energi gelap ini begitu kental?"
Saat dia membuka mata sempurna, akhirnya dia menyadari suatu hal, Long Chu tengah menyerap batu iblis.
"Dasar manusia bodoh!" Gumam Naga Merah, dia terbangun sempurna, berubah bentuk menjadi naga kecil yang tidak terlalu memiliki kekuatan. Hanya bisa menggeliat seperti cacing. Namun dia tetap tidak mengganggu apa yang dilakukan oleh Long Chu, dia hanya memperhatikan apa yang akan terjadi kepada keturunan dewa itu jika menyerap batu iblis...