Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Memeriksa hasil rampokan


Sesuai janjinya. Long Chu melepaskan paman mantan bandit itu. Tapi dia juga memberikan sebagian koin emas yang telah dia ambil dari Goa. Untuk paman itu bertahan hidup.


"Guru!" Long Chu memanggil dengan telapak tangan terbuka


"Ada apa?" Tanya Wen Hao bingung melihat muridnya itu menggerakkan telapak tangan.


"Jangan pura-pura lupa. Bukankah guru berjanji akan memberikan aku seratus koin emas" kata Long Chu, dia benar-benar menagih janji yang telah diucapkan oleh Wen Hao.


"Dasar bocah! Apa kau tak bisa sabar. Kita kan bisa ke penginapan dulu" kata Wen Hao seraya mendorong kepala Long Chu dengan ujung telunjuknya.


Long Chu hanya cengengesan saja namun dia tidak menarik telapak tangan yang bergoyang.


Terpaksa Wen Hao mengeluarkan lagi uang yang disimpannya tadi sesuai dengan jumlah yang telah dijanjikan dengan wajah yang terlihat tak rela dia berkata "jangan boros" katanya.


Long Chu mengambil kantong penyimpanan yang ada pada jasad beberapa orang. Lebih dari lima puluh kantong penyimpanan dia kumpulkan. Dia pun menatap Wen Hao yang juga terus menatapnya. "Daripada orang lain yang mengambilnya. Bukankah kita bisa menyelamatkan hartanya?" Kata Long Chu


"Terserah kau saja, aku merasa kau bukan anak kecil, entah mengapa? Hanya saja seperti itu" katanya, lalu mengajak Long Chu untuk meninggalkan tempat itu.


Setelah mengantar Long Chu ke penginapan. Wen Hao mengklaim hadiah di tempat yang mengadakan misi. Setelah konfirmasi identifikasi yang dilakukan oleh pihak pengadaan misi. Wen Hao pun mendapatkan hadiah sesuai yang dijanjikan.


Setelah itu dia kembali ke penginapan menuju kamar. Tentunya mereka tidak berbagi kamar yang sama.


Wen Hao tertawa. "Meskipun memberi bocah itu koin emas yang banyak, tapi aku tetap tidak rugi. Bukan hanya hadiah dari membunuh bandit. Tapi hasil merampok milik mereka juga cukup banyak. Ditambah hadiah dari komandan Lei Huang itu. Aku kaya. Saatnya mencari penghangat malam" gumamnya.


Sedangkan Long Chu dikamarnya. Mengeluarkan kantong penyimpanan berwarna merah seperti miliknya. Dia mengibaskan semuanya dan berbagai koin dari perunggu, perak hingga koin emas ada dalam tumpukan itu. Serta sumberdaya dan beberapa senjata. Segera dia memilah dan memisahkan sesuai kategori barang. Lalu dia menyiapkan tiga kantong penyimpanan yang berbeda dan memasukan tiga macam barang pada masing-masingnya. Kemudian menyimpannya dalam Cincin Dunia yang diberikan Putri Hua kepadanya.


"Sebaiknya aku berlatih membuat pil lagi. Aku masih belum menyelesaikan tahap selanjutnya dari pembersihan bahan" gumamnya.


Swoosh! Long Chu muncul ditempat yang indah yang dipenuhi oleh berbagai tanaman obat. Tapi sayang tanaman obat itu masihlah muda. Jika tidak! Sudah bisa dipastikan dia akan menjadi ahli yang tak terkalahkan.


Obat berkelas tingkat tinggi sudah dihabiskan oleh Putri Hua untuk mengolah Pil dalam mengobati sang guru yang juga telah memberikan kepadanya cincin dunia itu yang kini diwariskan kepada Long Chu. Sayangnya immortal Lan Chang, gurunya Putri Hua harus tetap meregang nyawa karena luka yang sangat parah. Untungnya! Dia menyelamatkan Putri Hua di jurang kematian waktu itu. Jika tidak! Putri Hua atau yang dikenal dengan nama Ling Hua hanya tinggal nama seperti yang semua orang tau.


Cincin Dunia adalah warisan yang diberikan oleh Dewa Pedang kepada Lan Chang sebelum kematiannya karena keracunan. Itu juga salah satu barang yang diperebutkan oleh dua immortal lainnya. Selain kitab Pedang Dewa.


Long Chu mengeluarkan sumberdaya yang dia sudah tau bahan apa yang diperlukan untuk membuat pil tingkat rendah dengan kateGori pil penyembahan.


Dia mengambil tungku yang memang tersedia di dalam Cincin Dunia itu.


Dewa Pedang selain ahli dalam pedang, dia juga sangat terkenal di alam dewa dengan pencapaiannya dalam bidang alkemis. Itu yang membuatnya memiliki banyak tanaman herbal dalam cincin langka tersebut.


Setelah memanaskan tungku dengan api merah yang berada di telapak tangannya. Long Chu kemudian memasukkan satu persatu bahan sesuai dengan resep yang telah diberikan oleh Putri Hua kepadanya. Dengan tangan kanan masih mengontrol api. Dia tau ini akan sangat sulit karena jiwanya masih begitu lemah. Itu dapat dia rasakan. Setelah semua bahan yang diperlukan masuk ke dalam tungku. Long Chu memperbesar api di tangannya untuk membakar semua bahan. Setelahnya dia mengurai energi Qi dalam tubuhnya dan menyuntikan hal itu ke dalam tungku untuk mempercepat prosesnya.


Putri Hua cukup banyak memberikan contoh dalam membuat Pil. Karna Chen Long adalah orang tua yang cukup tanggap dalam pemahaman. Meski berada ditubuh Long Chu sekarang namun hal itu tidak menghilangkan ingatan masa lalu.


Setelah yakin bahwa pil yang pertama kali dibuat tanpa mentor itu jadi! Long Chu menghilangkan api di telapak tangAn dan mengambil tungku itu dengan Tangan kosong, seolah dia tak pernah merasakan panas pada tangannya.


Sebutir pil jadi, tapi tak bisa dikonsumsi karena terlalu besar, sebesar kepalan tangan manusia.


"Aku gagal" gumamnya. Tapi dia tidak menyesal karena bisa membuaT pil dalam jangka waktu sesingkat itu. Andai orang tahu bahwa dia berpotensi menjadi alkemis. Mungkin akan banyak yang datang untuk melamar dia menjadi menantu.


Long Chu menghabiskan lebih banyak waktu disana. Bukan hanya sekedar melatih kecakapannya dalam pembuatan pil. Namun dia juga berlatih tentang keterampilan bertarungnya.


Hingga dia merasa cukup. "Akhir-akhir ini aku tak lagi terlalu kelelahan. Letih, lesu, Itu seakan tidak lagi menghampiri. Sejak aku bisa mengontrol Qi, asupan dalam tubuhku terasa tercukupi. Inikah kelebihan dari Qi?" Dia berbicara sendiri sebelum keluar dari cincin dunia yang dimasukinya.


"Cincin ini memang luar biasa, jika bukan alat dewa mana mungkin bisa dimasuki dengan tubuh kasar seperti ini. Dan ini juga bisa menjadi tempat persembunyian yang aman untukku dimasa depan"


Tidak pernah terpikirkan bagi Long Chu, kehidupan keduanya akan sangaT jauh berbeda dari yang pertama. Dulu dia tidak terlalu menggilai pelatihan. Hanya karena dia menemukan kitab Pedang Dewa. Dia mulai berlatih lagi dengan giat. Itupun umurnya sudah cukup tua. Hingga tidak bisa sempurna atau mencapai gerakan ketiga dari kitab Pedang Dewa. Sekarang kesempatan itu diberikan kepadanya, dengan perlahan mulai semuanya dari awal.


"Aku akan mengukir namaku dalam legenda yang akan selalu diingat oleh semua orang" ucap Long Chu seraya tersenyum senang.


Sebuah ketukan pada daun pintu membuyarkan khayalannya tentang menjadi seorang dewa pedang.


Dengan terpaksa dia berjalan gontai membuka pintu sedikit dan memunculkan kepalanya saja. Dia tau yang mengetuk pintu adalah gurunya.


"Ada apa guru? Ini kan masih sore" kata Long Chu. Dia benar-benar lupa waktu setelah berada pada cincin dunia. Meskipun perbedaan waktu di sana tidak ada bedanya..