Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Kecemburuan


Sepasang mata bergerak dan perlahan terbuka dari tidur yang cukup panjang, mata itu melihat langit-langit rumah dan dengan sangat perlahan mengangkat tangannya untuk merasakan keberadaan tangannya.


"Akh!" Suara lirih terdengar meringis, menyadarkan seseorang yang sedang terlelap tidur. Mungkin karena rasa lelah dan kantuk yang menyerang hingga dia tertidur dalam posisi duduk dan menindih kedua tangannya yang berpangku.


Orang itu mengerjapkan matanya dan melihat pemuda yang dijaga berhari-hari lamanya sudah sadar dan berteriak. "Kau sudah sadar! Apakah sakit?" Wanita itu panik dan bertanya sambil memegang tangan pemuda itu.


Long Chu menoleh ke samping, menahan sakit, berusaha kuat agar tidak berteriak lagi. Namun apa daya, tubuh memang terluka parah.


Tubuhnya terlilit banyak kain putih, seperti seorang mummy, bedanya Long Chu masih hidup. Wanita itu yang tidak lain adalah Shen Subing membantu Long Chu untuk bersandar dan memberi bantal pada punggung agar tidak terlalu sakit ketika bersandar, karena gadis itu tahu, tulang ekor belakang Long Chu ada yang retak.


Itu jelas, walaupun pernah diperbaiki oleh kekuatan naga merah sebelumnya setelah dirasuki, tapi ketika dia terjatuh dari ketinggian itulah tulang ekornya mengalami keretakan lagi. Jika bukan karena obat-obatan yang dibuat oleh Ling Hua dan juga tubuh Long Chu sendiri yang bisa membuat perubahan itu. Mungkin perlu berbulan-bulan lagi atau pula bertahun-tahun waktu yang akan di habiskah untuk sembuh dan berjalan normal seperti biasa maupun bergerak bebas, berlatih serta bertarung.


"Terima kasih Subing! Kau begitu baik.." kata Long Chu sambil tersenyum.


Subing membuang wajah ke samping menyembunyikan warna merah dan rasa panas pada pipinya, dia tersipu dengan malu, meski tidak ada kata romantis ataupun pujian, entah mengapa melihat pemuda itu tersenyum ada rasa debar di dada. Denyutnya begitu terasa kencang.


Pintu berderit terbuka setengah tubuh terlihat "Kau sudah sadar anakku!?" Ucap Ling Hua tersenyum bahagia, dia melangkah masuk diikuti oleh seorang gadis di belakangnya.


"Iya ibu, tapi tubuhku masih sakit semua, mungkin perlu waktu lagi untuk istirahat. Bagaimana keadaan diluar ibu?"


"Syukurlah, semua sudah membaik, selama satu bulan ini, kerajaan kita sudah mulai terbangun kembali, kau juga harus berterima kasih kepada gadis cantik ini, dia yang menyelamatkanmu waktu itu dengan ayahnya" ucap Ling Hua, dia menggeser tubuhnya memperlihatkan gadis cantik dengan hanfu berwarna pink, keanggunan yang sebenarnya dapat terlihat, wajah bulat, mata sipit dengan senyuman yang melengkung, terlihat sangat manis.


"Apa satu bulan? Aku merasa baru kemarin bertarung!" Long Chu terkejut dengan fakta itu, bahwa dia terbaring sudah dalam waktu yang lama, lalu dia melihat gadis yang dikatakan oleh ibunya itu "Cai Muning!?" Long Chu menatap orang yang begitu dikenalnya itu dengan sedikit tertegun, membuat Cai Muning jadi salah tingkah.


"Iya ini aku! Kau harus banyak makan agar cepat gemuk dan sehat kembali, kau sudah menjadi idola oleh jutaan manusia di kerajaan Chu ini, kau bahkan menjadi idola semua orang di sekte, lekas sembuh!" Kata Cai Muning.


"Iya, doakan saja, terima kasih banyak kau telah menolongku"


Ling Hua melihat perbincangan itu, namun ada satu orang yang hanya menunduk. Dia pun tersenyum lantas berkata "Kau juga harus berterima kasih kepada subing, karena dalam kurun waktu satu bulan ini dia yang selalu merawatmu!" Kata Ling Hua, dia melihat ada perubahan ekspresi dari wajah Shen Subing, itu pertanda kecemburuan, tentu dia tidak akan mengabaikan hal itu.


Shen Subing langsung mendongak kepalanya, mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Hua, dia merasa ada matahari yang menyinari hatinya setelah mendung yang menggelapkan.


"Iya bu, aku sudah berterima kasih kepadanya"


"Ratu, aku akan pergi dulu, sepertinya perutku sakit!" Kata Shen Subing, selesai berkata dia langsung pergi.


Tiga orang yang ditinggalkan dalam ruangan itu jelas tidak percaya, namun tidak ada yang mencegahnya.


"Baik ibu Ratu, aku akan menemani Kak Chu!" Cai Muning tersenyum senang bisa berduaan dengan Long Chu.


Sekarang karena tidak adanya Raja, ataupun Pangeran Long Chu masih muda, maka diangkatlah kembali Ling Hua sebagai Ratu kerajaan Chu.


"Muning, sepertinya kau begitu dekat dengan ibuku, dan kau terlihat sangat cantik memakai Hanfu ini" puji Long Chu, dia berkata apa adanya.


Namun terkadang tanggapan dari lawan jenis itu akan berbeda, bisa saja pujian sederhana itu mengikat rasa di hatinya.


"Selama sebulan ini aku membantunya untuk mengurus material dari kerajaan Lei ke kerajaan Chu, untuk pembangunan istana kerajaan yang sebagian hancur karena pertarungan kalian berdua, jadi dalam rentang waktu itu kami menjadi begitu akrab dan sangat dekat. Oh ya, bagaimana kau bisa terbang? Semua orang di sekte begitu penasaran ketika mendengar kau bisa terbang!"


"Aku terbang? Aku tidak ingat sama sekali bahwa aku bisa terbang!" Dia menyembunyikannya, sebab yang terbang bukanlah dirinya dengan kesadaran utuh, tapi hanya tubuhnya yang diambil alih.


"Benarkah?" Cai Muning mendekatkan wajahnya dan bertanya, sambil menggoda menghembuskan nafasnya dengan begitu dekat.


Long Chu dapat merasakan semerbak harum yang menggelitik hidungnya. 'Ada apa dengannya, apakah dia salah makan atau salah minum obat?' Long Chu membatin.


Shen Subing berdiri di depan pintu yang tidak tertutup dan melihat posisi yang bisa disalah artikan saat ini, karena dia melihat dari posisi belakang, dia dapat mengatakan bahwa saat ini Long Chu dan Cai Muning sedang berciuman.


Segera dia berbalik pergi, berlari sekuat langkahnya, dengan perasaan sakit. Dia tidak mendengar teriakan Long Chu yang memanggilnya. Seolah telinganya tertutup oleh kabut tebal dan menulikan dari suara dunia yang berada disekitarnya. Dia memasuki kamarnya, melompat keranjang dengan posisi tengkurap dan menangis terisak penuh kesedihan.


Sementara itu dikamar Long Chu.


Cai Muning menarik wajah menggodanya, ketika Long Chu berteriak memanggil Shen Subing, dia ikut menoleh dan melihat bayangan wanita berlari. Tapi dia tidak peduli tentang itu saat ini, yang dia pedulikan adalah keadaan Long Chu yang kesakitan setelah berteriak.


Cai Muning mengambilkan segelas air dan langsung memberikannya kepada Long Chu untuk diminum. "Maafkan aku, pasti kekasihmu itu salah paham denganku" katanya, ada jejak sakit seperti ditusuk jarum baja yang dilemparkan dari ketinggian menghujam jantungnya, meski bisa mengatakan hal itu, namun tidak bisa menerima kenyataan jika itu memang kebenarannya.


"Dia bukan kekasihku, tapi aku tau dia juga menyukaiku. Kau bantu jelaskan, agar tidak terjadi salah paham, memang susah kalau memiliki wajah tampan" ucap Long Chu sambil terkekeh " jangan bilang kau juga menyukaiku!" Long Chu menatap Netra Cai Muning yang bergerak kesana kemari tak ingin ditatap langsung. Sekarang dia masuk dalam jebakan, jujur malu, tidak jujur sakit.


Tapi wanita memang pandai menyimpan rasa, dia akan berkata tidak meski bertentangan dengan hati.


Apakah itu benar wahai kaum hawa?


Apakah itu benar wahai kaum adam? Sambil menikmati pagi, yuk ngopi lagi..