
Sebuah pintu besar terbuka. Seorang yang menutup dirinya dengan baik menggunakan penutup wajah memasuki pintu besar itu dan melihat seseorang yang duduk dengan santai. Ditemani oleh dua wanita dan beberapa orang besar yang ada disana.
Orang itu terus melangkahkan kakinya.
Kemudian orang itu melepaskan penutup wajahnya dan berkata dengan gembira "salam kepada Raja Ya yang agung!" Bai Jing menyapa penuh hormat dengan tangan terkepal dan sedikit membungkuk.
"Apa yang membawamu datang begitu cepat kemari Bai Jing?" Tanya Raja Ye Niu. Dia masih dengaN gaya santainya. Memakan buah yang diberikan oleh salah satu wanita yang ada disampingnya. "Apa kau tidak takut akan ketahuan oleh Klanmu atau Ratu Bai Lin?" Sambil mengunyah buah, Ye Niu bertanya kembali dan menatap Bai Jing dengan tatapan rendah.
"Aku ingin mempercepat semuanya Raja Ye! Aku tidak peduli lagi dengan ratu sialan itu. Bahkan dia membawa empat orang dari Bangsa manusia dan malah membela mereka daripada aku Jendral perangnya!" Bai Jing mengungkapkan kekesalannya.
"Duduklah!" Ye Niu mengulurkan tangannya menunjuk sebuah kursi.
Anggukan kepala didapatkan, Bai Jing melanjutkan ceritanya. "Bukan hanya itu. Sesuai kesepakatan kita yang telah lalu. Sekarang aku tidak lagi menginginkan ratu itu. Aku akan mendapatkan kerajaan dan menjadi raja, namun tetap tunduk dibawah kekuasaan mu dan kau mendapatkan semuanya. Bagaimana?" Penawaran yang dikatakan oleh Bai Jing sangat mengesankan.
Bagaimana tidak? Semua orang tau betapa cantiknya ratu Bai Lin. Bukan hanya cantik pada wajahnya. Namun cantik juga dengan tubuh dan gerakannya.
'Hmm orang ini sangat licik. Pasti dia juga akan mencelakai ku nanti. Sedangkan ratunya sendiri saja dikhianati apalagi aku. Lidah manis memang menggoda. Namun ini juga sebuah kesempatan bagus. Setelah mendapatkan ratunya akan ku bunuh saja Bai Jing ini hahaha' Ye Niu terbahak dengan ide cemerlang yang dia miliki dalam hatinya.
Raja Ye Niu menatap Bai Jing dan berkata dengan senyuman "Lalu sekarang kau meminta aku untuk menyerang! Apa kau bisa menjamin kemenanganku?"
"Aku bisa memastikannya. Sebab separuh dari pasukan akan berpihak kepadaku. Dan tentunya itu adalah sebuah keuntungan buatmu. Meski kau hanya mengirim sebagian dari pasukanmu!" Sahut Bai Jing.
"Apa kau yakin tidak menipuku Bai jing!?!" Terdengar kalimat pertanyaan yang sedikit meninggi keluar dari mulut raja Ye Niu.
"Tidak tidak tidak! Aku tidak akan berani raja!" Ucap Bai Jing segera setelah melihat perubahan ekspresi raja Ye. Meskipun dalam segi hal kekuatan satu lawan satu dia tidak akan kalah mudah. Akan tetapi jika berada di kandang orang lain dengan ribuan orang dan dia hanya seorang diri. Jelas dia akan takut!
'Sial! Raja ini seolah bisa memahami rencanaku yang ingin menggunakan tangannya untuk berperang dengan kerajaan Bai dan menangkap ratu dan ketika keduanya lengah saat itu aku akan beraksi!"
"Kalau begitu, kau bersiaplah disana! Seminggu lagi aku akan bergerak dengan pasukanku" ucap Raja Ye Niu.
"Hamba izin pamit jika sudah begitu. Semoga kau akan menjadi raja yang lebih agung!" Seru Bai Jing memuja.
Raja Ye Niu memberikan anggukan kepalanya.
Bai Jing segera pergi, memberi kesan bahagia yang ditinggalkannya kepada Raja Ye Niu.
Lepas kepergian Bai Jing. Ye Niu segera memerintahkan bawahannya. "Kau sudah mendengarnya bukan? Kumpulkan semua pasukan untuk menyerang kerajaan Bai bersamaku satu minggu lagi. Tapi buat dua kelompok. Setengah akan menyerang bersamaku dan setengah lagi akan menyusul ketika pertarungan sudah mencapai babak akhir. Serta kirim lebih dulu mata-mata untuk melihat keadaan sekitar!" Perintahnya. Sambil matanya menatap panglima perang kerajaan Ye yang duduk tidak jauh darinya itu.
Raja Ye tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia tau bagaimana kecakapan Ye Hao dalam bergerak. Maka dari itu dia menjadikan Ye Hao sebagai jendral perang miliknya. Bukan hanya memiliki kekuatan raja tahap empat. Tapi juga memiliki kecerdasan diatas rata-rata bawahan yang dia miliki. Maka dari itu dia sangat menyayangi Ye Hao sebagai Jendral utama.
…….
Secara diam-diam Bai Jing yang sudah sampai pada Camp pasukan segera memberitahukan sesuatu yang akan terjadi dan akan menusuk ketika perang sudah terjadi.
"Hidup jendral Bai Jing!
"Hidup!"
"Hidup jendral!"
Seruan satu persatu didapatkan oleh Bai Jing. Dia tersenyum bangga mendapatkan pasukan setia. "Aku akan menjamin. Siapa yang paling banyak membunuh akan menjadi jendral Perang!" Ucapnya menawarkan sesuatu yang menggiurkan dan menjanjikan. Siapa yang tidak menginginkan posisi itu? Apalagi hanya dengan membunuh lebih banyak orang saja!
"Seminggu lagi kita akan berperang. Maka dari itu persiapkan diri kalian dengan baik. Aku tak ingin kehilangan salah satu di antara kalian!" Seolah dia sangat menyayangi pasukannya dengan berkata seperti itu.
Bai Jing pergi meninggalkan pasukannya untuk melihat apakah ada perubahan yang terjadi di aula istana. Akan tetapi dia dihentikan oleh penjaga gerbang Aula.
"Mohon jendral berhenti! Sebab Ratu tidak mengizinkan siapapun untuk masuk kedalam!" Salah satu prajurit penjaga itu berkata dengan tegas.
Tidak ingin membuat keributan Bai Jing kembali ke kediaman dengan sejuta pertanyaan dalam benaknya.
Sedangkan yang ada dalam ruangan. Ketegangan dari keduanya belum lah mencair.
"Hahaha! Mereka berdua sangat lucu! Wanita siluman itu salah mengartikan. Padahal kultivasi ganda yang ku maksud hanya saling menempelkan telapak tangan dan berbagi energi. Tapi dia malah menanggapi hal yang lebih ckckck ah sudahlah. Mungkin pemuda ini memang beruntung!" Raja Naga Merah tertawa geli melihat tingkah keduanya yang malu-malu. Terlihat lebih imut menurutnya. Dia melihat dari celah yang diciptakannya. Sebagai naga yang agung dia juga dulu ahli dalam membuat Formasi. Hanya saja kekuatannya belum pulih sepenuhnya. Terkikis oleh masa dan harus terpenjara dalam sebuah pedang.
Long Chu mendengar ada suara tawa halus dari cincin dunia. Segera dia bergerak memasuki dengan tubuh kasarnya untuk meredam gejolak rasa. Meskipun tubuh dan umurnya sekarang masih sangatlah muda dengan usia tiga belas tahun. Tapi jangan salah! Long Chu adalah orang tua dengan segudang pengalaman dimasa lalu dengan nama Chen Long. Jadi dia tau apa yang sebenarnya akan terjadi jika dia hanya diam saja.
Long Chu terkejut ketika melihat ada seekor naga berukuran kecil sedang menahan perut dengan cakarnya, tertawa! Dia memandang naga itu dengan tatapan aneh dan pertanyaan dalam benaknya. Sebab dia tak pernah merasa memiliki peliharaan seperti itu. Bahkan dia tidak pernah tau dalam cincin dunia ada binatang naga. Dan pertemuan ini adalah yang pertama kalinya.
Dia mendekat perlahan dan mengulurkan tangannya untuk mencengkram leher naga itu. Akan tetapi. Swush! Api biru menyembur keluar dari mulut sang naga yang reflek tersadar.
'Aku belum sempat kembali ke bentuk pedang, sial!' Umpatnya dalam hati karena terlalu asik menertawakan.