
Bahkan semua orang mendapat kejutan ketika sosok itu datang.
"Bagaimana keadaanmu ayah?" Airell bertanya setelah menempatkan ayahnya di posisi aman.
Beresford sangat terkejut dengan kedatangan putrinya yang memiliki kemungkinan tipis untuk hidup. Kini putri tunggalnya menatap dengan lekat, ada senyuman yang terbias dan keyakinan serta kekuatan yang sekarang bisa dikatakan sebanding dengannya.
"Ayah baik nak, kau selamat dan malah bertambah kuat, apa yang terjadi?" Beresford memeluk putri semata wayangnya yang telah dua kali menyelamatkan hidupnya, disaat orang tua yang harus menjaga anaknya, kini malah dia yang dijaga oleh sang anak.
"Entah mengapa ayah, ketika mataku terbuka aku melihat sosok naga berwarna merah, dia memberikan aku esensi darahnya yang menjadikan aku seperti sekarang!" Jawab Putri Airell.
"Apakah naga yang bersama dengan pemuda itu?" Tunjuk Raja Beresford
Airell mengalihkan pandangannya sesuai arah yang di tunjunjukan oleh Ayahnya "Benar ayah, dia yang telah menolongku!" Ucapnya senang, sambil tersenyum. karena bisa melihat lagi sosok yang menjadi penolong dirinya.
"Kau juga sepertinya harus berterima kasih kepada pemuda itu, karena naga itu adalah miliknya! Namun yang terpenting sekarang. Apa kau yakin dengan kekuatanmu mampu menghadapi iblis dan Dark Elf secara bersamaan?"
"Kalau sekaligus, aku tidak yakin. Tapi jika satu persatu, mungkin aku bisa mengikis mereka. Begini saja, aku akan membuat mereka lemah dan ayah perintahkan yang lain untuk menghabis, bagaimana?"
"Ide yang bagus. Hati-hatilah!" Beresford tersenyum melihat putrinya yang kini tidak lagi manja seperti sebelumnya, jika dia seorang laki-laki pasti akan menjadi raja selanjutnya. Tapi sayang hanya seorang wanita!
Airell memberikan anggukan kepala, kemudian dia melesat terbang, membantu yang telah bertarung melawan Iblis dan Dark Elf.
Dia memiliki pedang ditangan kanannya. Melompat berputar membalik badan, lalu mengusung pedangnya ke depan mencerca iblis yang terlihat memojokan bangsa Elf.
"Ka Adelfo, aku datang membantu!"
"Terima kasih" Adelfo menoleh dan tersenyum mendapati Airell yang datang.
"Pedang cahaya, menarilah!" Teriak Airell. Dia menghantamkan pedangnya pada pundak sebelah kanan satu Iblis dan itu hampir saja membelah tubuh secara keseluruhan, namun Adelfo tidak hanya diam, dia memberikan pedangnya untuk menusuk tubuh iblis itu.
Argh! Iblis meraung sebelum kematian menjemput.
Keduanya bergerak mencari lawan yang sedikit kuat. Tapi tidak bersama lagi, mereka berpisah untuk membantu yang lainnya.
Putri Airell terus saja membabat siapapun musuh yang ditemuinya, hingga tak terhitung sudah bangsa Dark Elf yang dimusnahkannya. Iblis sendiri hanya tersisa Rajanya saja yang masih bertarung sengit di udara.
"Gerakan pertama, seni pedang mengoyak langit!" Kembali Long Chu mengangkat pedangnya menebas dari bawah ke atas. Lalu membalik mata pedang nirwana dan menurunkannya kembali.
Dua sinar saling menendang seperti huruf X dan menghantam raja Iblis. Namun lagi-lagi kabut gelap itu merepotkan. Long Chu harus extra berusaha dan mengeluarkan tanpa Henti Qi dalam tubuhnya.
Beruntung setiap nafasnya dapat mengolah Qi dan kekuatan fisiknya sekarang cukup bisa diandalkan. Jika tidak, dia pasti sudah akan tumbang.
"Gerakan kedua, seni pedang menentang surga!" Kali ini dia memberikan elemen petir untuk memecah kabut.
Serangan dilepaskan beruntun, tak sempat raja iblis melapisi kabut gelapnya. Dia terhantam oleh serangan yang membuatnya terlempar menuju daratan. Bebatuan habis disambar oleh tubuh yang terhempas. Dan dia terseok di dalam tanah yang mencetak cetakan posisi tubuhnya.
"Gerakan ketiga, seni pedang pembunuh dewa!"
Long Chu Menggabungkan elemen petir, api serta angin menjadi satu dan melepaskannya, selagi Raja Iblis masih tak bergerak. Ini adalah target yang mudah untuk ditusuk.
Haaaaaaa! Long Chu berteriak seraya melepaskan serangan gabungan itu. Sebuah sinar seperti laser menembak tubuh Raja Iblis Zegret
Tusk!
"Argh! Keparat kau manusia"
Boom!
Ledakan besar menghancurkan dua buah gunung yang ada di belakang Raja Iblis bersamaan dengan itu tidak ada lagi hawa iblis yang tersisa.
Long Chu terengah, dia mendarat dengan sebelah kaki. Kemudian terduduk tak kuat lagi kakinya untuk berdiri. Karena semua kekuatan sudah dituangkan kedalam serangan terakhirnya.
Semua mata tertuju kepada ledakan. Dimana ledakan besar yang mengguncang dunia begitu dahsyat.
Semangat para Elf semakin menggebu, meski luka sudah tidak patut ditanya. Namun mereka cukup berhasil menghabisi Dark Elf yang tersisa dengan bantuan Putri Airell dan Adelfo.
Mereka berkumpul menjadi satu di dekat raja dan menatap pertarungan Naga merah dengan raja Dark Elf yang terus melepaskan serangan panahnya.
"Sekarang kau hanya sendirian makhluk rendahan! Apa kau tidak ingin menyerah? Aku bisa saja tidak membakar tubuhmu hingga menjadi abu!"
Raja Dark Elf memandang sekitar dan memang menemukan hanya dia yang kini tersisa. Bahkan raja iblis sudah tamat karena tidak lagi bisa dirasakan keberadaannya.
Namun dia menolak untuk menyerah.
"Teknik pengorbanan jiwa!" Dark Elf bergumam dan menggerakan tangannya untuk membuat formasi pengumpul jiwa dan melihatnya.
Namun tidak ada yang terjadi, hal itu sontak saja membuatnya bingung. Lalu dia menatap Naga merah di atas sana. Mereka berjalan dua puluh kaki jauhnya.
"Haha, apa kau tidak melihat garis-garis formasi? Dan kau berada diatas formasi yang kuciptakan itu sekarang. Kau kira aku bergerak tidak tanpa perhitungan? Aku sudah menduga bahwa kau juga berkemungkinan memiliki teknik yang sama dengan Raja Orc, dan kebenaran itu terbukti sekarang. Di atas formasiku, kau tidak akan bisa berbuat semaumu. Katakan dengan cepat, apa kau ingin menyerah?"
Mendengar apa yang dikatakan oleh naga merah di hadapannya, membuat Raja Heldar [raja Dark Elf] terdiam. Dia memang tidak menduga pergerakan acak yang dilakukan oleh naga itu adalah untuk memancingnya masuk dalam perangkap. Sekarang dia bahkan tidak bisa memindahkan tubuhnya walau hanya satu kunci. Seolah dia berada di sarang laba-laba dan menjadi target mati untuk dimakan.
"Raja naga! Jangan percayai dia, hatinya penuh dengan tipu daya karena sudah berbagi dengan iblis. Hancurkan saja tanpa sisa!" Beresford berteriak.
"Sepertinya memang kau tidak mau menyerah!" Raja naga membuka rahangnya lebar, kemudian dia mendekati Raja Heldar dan menelannya langsung tanpa kunyahan.
Raja Heldar sendiri tidak bisa berbuat apa-apa ketika naga merah itu menelannya. Karena sejatinya memang dia tidak bisa bergerak maupun menolak.
Wajah-wajah mulai dapat tersenyum, mereka berpelukan sesama kawan. Namun kemudian mereka bersedih kembali. Karena banyak sahabat, keluarga bahkan anak kecil yang akan kehilangan ayahnya.
Inilah hasil perang yang mengakibatkan banyak orang menjadi yatim….